Breaking News
light_mode
Trending HasTags
Beranda » Opini » Seri Pengetahuan Peradaban Nusantara 3: Ketika Pengetahuan Tersimpan dalam Naskah

Seri Pengetahuan Peradaban Nusantara 3: Ketika Pengetahuan Tersimpan dalam Naskah

  • account_circle Suwoto
  • calendar_month Kamis, 3 Sep 2026
  • visibility 160
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MediaSuaraMabes | Jakarta — Pengetahuan suatu peradaban tidak selalu diwariskan secara langsung dari satu generasi ke generasi berikutnya. Perubahan kekuasaan, bahasa, aksara, tradisi, dan pusat pendidikan dapat membuat sebagian pengetahuan lama semakin sulit dipahami. Namun, jejak pengetahuan tersebut masih dapat ditemukan dalam berbagai manuskrip Nusantara.

Hal itu menjadi pokok bahasan Seri Pengetahuan Peradaban Nusantara Seri 3 berjudul “Ketika Pengetahuan Tersimpan dalam Naskah: Membaca Kembali Manuskrip Nusantara di Dalam dan di Luar Negeri”, yang ditulis Brigjen TNI (Purn.) MJP Hutagaol di Jakarta, 29 Agustus 2026.

Dalam tulisan tersebut, manuskrip tidak dipandang sekadar sebagai benda tua, tetapi sebagai salah satu sumber untuk memahami pengetahuan, kehidupan sosial, aturan, pengobatan, kalender, sastra, agama dan spiritualitas, genealogi, perjalanan, pengetahuan alam, serta cara masyarakat masa lalu memaknai kehidupannya.

“Manuskrip bukan hanya peninggalan masa lalu. Ia merupakan salah satu pintu untuk memasuki dunia pengetahuan masyarakat yang melahirkan, menggunakan, dan mewariskannya,” demikian salah satu gagasan utama dalam seri tersebut.

Membaca Manuskrip Secara Kritis

Hutagaol menekankan pentingnya membedakan lapisan waktu ketika membaca manuskrip. Sedikitnya terdapat empat hal yang perlu diperhatikan, yakni usia peristiwa, usia komposisi teks, usia manuskrip fisik, dan usia tafsir.

Keempatnya tidak selalu sama. Sebuah cerita dapat berasal dari tradisi yang jauh lebih tua dibandingkan manuskrip yang memuatnya. Sebaliknya, manuskrip tua tidak otomatis membuktikan seluruh peristiwa yang diceritakan berlangsung persis sebagaimana narasinya.

Pendekatan tersebut diperlukan agar pembacaan manuskrip tidak berubah menjadi upaya membenarkan setiap cerita yang terdapat di dalamnya.

La Galigo hingga Bujangga Manik

Salah satu contoh yang dibahas adalah La Galigo, warisan besar tradisi Bugis. Tradisi, teks, dan manuskrip fisiknya perlu dibedakan. Salah satu himpunan manuskrip penting La Galigo adalah NBG-Boeg 188 yang tersimpan di Leiden dan berkaitan dengan proses penyalinan serta penghimpunan pada abad ke-19.

La Galigo tetap penting sebagai sumber untuk mempelajari genealogi, hubungan sosial, nilai, kosmologi, dan gambaran dunia masyarakat yang mewariskannya.

Contoh lain adalah pustaha Batak, yang memuat beragam pengetahuan, antara lain mengenai perhitungan waktu, pengobatan, ritual, dan divinasi. Namun, keberadaan suatu pengetahuan dalam manuskrip tidak otomatis membuktikan kebenaran seluruh klaim di dalamnya. Pengetahuan mengenai tanaman obat, misalnya, dapat dikaji melalui botani dan farmakologi, sedangkan ritual dapat diteliti melalui pendekatan sejarah dan antropologi.

Dari tradisi Sunda Kuno, tulisan tersebut mengangkat Sanghyang Siksa Kandang Karesian, Kropak 630, yang tersimpan di Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. Naskah tersebut memuat antara lain pedoman moral, aturan sosial, serta gambaran kehidupan masyarakat pada masanya.

Sementara itu, Bujangga Manik, manuskrip Sunda Kuno yang diperkirakan berasal dari akhir abad ke-15 atau awal abad ke-16, kini tersimpan di Bodleian Library, University of Oxford. Kisah perjalanan tokohnya melintasi berbagai wilayah Jawa hingga Bali menjadikan naskah tersebut berpotensi menjadi sumber untuk memahami geografi, perjalanan, lingkungan, serta hubungan antarruang.

Membaca Konteks dan Provenans

Seri ini juga membahas Nagarakretagama atau Desawarnana, karya Mpu Prapanca tahun 1365. Namun, tahun penyusunan teks harus dibedakan dari usia manuskrip fisik yang bertahan hingga kini.

Sebagai sumber mengenai lingkungan Majapahit, wilayah, perjalanan kerajaan, kehidupan keagamaan, dan tata kehidupan abad ke-14, Nagarakretagama tetap penting. Namun, karena lahir dalam lingkungan kekuasaan Majapahit, sumber tersebut perlu dibaca secara kritis dan dibandingkan dengan prasasti, temuan arkeologi, serta sumber sejarah lainnya.

Tulisan ini juga menyoroti manuskrip Nusantara yang kini tersebar di berbagai negara. Menurut Hutagaol, riwayat setiap manuskrip perlu diperiksa secara individual melalui provenans, yakni sejarah kepemilikan dan perjalanan suatu benda.

Pertanyaan penting mencakup asal manuskrip, pihak yang pernah memiliki atau menyimpannya, cara memperoleh, waktu perpindahan, kondisi perpindahan, serta bukti yang mendukung riwayat tersebut.

Repatriasi dan Pemulangan Pengetahuan

Persoalan manuskrip juga berkaitan dengan repatriasi atau pemulangan benda budaya. Namun, pemulangan secara fisik dinilai bukan akhir dari pekerjaan.

Pekerjaan yang lebih luas mencakup pendataan, konservasi, digitalisasi, transliterasi, penerjemahan, penelitian, perbandingan sumber, hingga pengajaran kepada generasi berikutnya.

Dengan demikian, memulangkan naskah merupakan satu pekerjaan, sedangkan menghidupkan kembali pengetahuan yang tersimpan di dalamnya merupakan pekerjaan yang lebih besar.

Seri 3 mengajak pembaca menghormati warisan leluhur tanpa kehilangan ketelitian ilmiah. Pertanyaan penting bukan hanya apa yang tertulis, tetapi kapan teks disusun, kapan manuskrip dibuat, siapa yang menulis atau menyalin, untuk siapa teks dibuat, serta pengetahuan apa yang dapat diidentifikasi dan diuji.

Pada bagian akhir, tulisan ini mengingatkan bahwa manuskrip hanyalah salah satu tempat pengetahuan disimpan. Sebagian pengetahuan Nusantara justru hidup dalam keterampilan pembuat perahu, pengalaman petani, kemampuan membaca laut, pengelolaan air dan hutan, bahasa, tutur, keterampilan teknis, ritual, serta praktik kehidupan sehari-hari.

Pertanyaan tersebut menjadi pintu masuk Seri 4: “Ketika Pengetahuan Hidup Tanpa Buku — Dari Tutur, Keterampilan, Alam, hingga Laku Kehidupan.”

Brigjen TNI (Purn.) MJP Hutagaol
Jakarta, 29 Agustus 2026

— BERSAMBUNG —

Suwoto

Jurnalis :

Bergabung di Media Suara Mabes (MSM) sejak tanggal 26 April 2021 sebagai Redaktur. Email : suwoto@mediasuaramabes.co.id

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dinas Perikanan dan Kelautan Sitaro Perkuat Transparansi Mekanisme Bantuan bagi Nelayan

    Dinas Perikanan dan Kelautan Sitaro Perkuat Transparansi Mekanisme Bantuan bagi Nelayan

    • calendar_month Rabu, 26 Agt 2026
    • account_circle Cahyanto Amos Guntur
    • visibility 187
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Sulut — Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Kepulauan Sitaro terus menunjukkan komitmennya dalam memberikan pelayanan yang transparan dan informatif kepada masyarakat nelayan, khususnya terkait mekanisme dan prosedur penerimaan bantuan pemerintah. Melalui Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Kepulauan Sitaro, Tellsey Kansil, S.Teol. awak Media Suara Mabes diberikan penjelasan mengenai tahapan, persyaratan, serta prosedur […]

  • Polsek Kuindra Pantau Progres Perawatan Jagung untuk Dukung Program Ketahanan Pangan Nasional photo_camera 4

    Polsek Kuindra Pantau Progres Perawatan Jagung untuk Dukung Program Ketahanan Pangan Nasional

    • calendar_month Selasa, 26 Mei 2026
    • account_circle Agus Salim
    • visibility 174
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes, Kab. Indragiri Hilir — Personel Polsek Kuindra kembali melaksanakan kegiatan pemantauan progres perawatan tanaman jagung di Desa Teluk Dalam, Kecamatan Kuindra, Kabupaten Indragiri Hilir, Senin (25/5/2026). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari dukungan terhadap Program Asta Cita Presiden Republik Indonesia dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. Pemantauan dilakukan mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai oleh personel […]

  • Gugur Gerebek Bandar Narkoba, Kapolri Anugerahkan Kenaikan Pangkat Luar Biasa untuk Ipda Anumerta Sumariyanto photo_camera 5

    Gugur Gerebek Bandar Narkoba, Kapolri Anugerahkan Kenaikan Pangkat Luar Biasa untuk Ipda Anumerta Sumariyanto

    • calendar_month Senin, 6 Jul 2026
    • account_circle Agus Salim
    • visibility 157
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Kasongan – Suasana khidmat dan tangis haru menyelimuti upacara pemakaman kedinasan Almarhum Ipda Anumerta Sumariyanto di Kasongan, Kabupaten Katingan. Perwira Polri tersebut dinyatakan gugur saat menjalankan tugas mulia dalam operasi penggerebekan bandar narkoba di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah. Upacara penghormatan terakhir yang berlangsung pada Minggu (06/07/2026) malam hari ini dipimpin langsung […]

  • Polda Kalbar Hadiri Munas PB ABTI 2026 di Pontianak, Dukung Kemajuan Olahraga Bola Tangan photo_camera 3

    Polda Kalbar Hadiri Munas PB ABTI 2026 di Pontianak, Dukung Kemajuan Olahraga Bola Tangan

    • calendar_month Minggu, 26 Jul 2026
    • account_circle Hepni Jaya Kusuma
    • visibility 128
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Pontianak, Kalbar – Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat yang diwakili oleh Kasubdit 5 Ditintelkam Polda Kalbar AKBP Pandapotan Sitinjak, S.Ag., menghadiri Musyawarah Nasional (Munas) Pengurus Besar Asosiasi Bola Tangan Indonesia (PB ABTI) Tahun 2026 di Hotel Grand Mahkota Pontianak. Agenda utama Munas yang dihadiri unsur Forkopimda Kalbar ini meliputi laporan pertanggungjawaban pengurus lama, […]

  • Kapolda Kalbar Ajak Masyarakat Nobar Piala Dunia 2026, Digelar Serentak hingga Tingkat Polsek

    Kapolda Kalbar Ajak Masyarakat Nobar Piala Dunia 2026, Digelar Serentak hingga Tingkat Polsek

    • calendar_month Sabtu, 13 Jun 2026
    • account_circle Hepni Jaya Kusuma
    • visibility 189
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes, Pontianak Kalbar – Dalam upaya mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat, Kapolda Kalimantan Barat Irjen Pol Dr. Pipit Rismanto, S.I.K., M.H., menggelar kegiatan nonton bareng Piala Dunia 2026 bersama masyarakat yang akan dilaksanakan secara serentak mulai dari tingkat Polda Kalbar, Polres, hingga Polsek jajaran Polda Kalbar. Sabtu(13/6). Kegiatan nobar tersebut menjadi wadah kebersamaan sekaligus […]

  • Pimpinan Umum MSM Dilarikan ke RSUD Pasar Rebo, Jalani Pemeriksaan Intensif

    Pimpinan Umum MSM Dilarikan ke RSUD Pasar Rebo, Jalani Pemeriksaan Intensif

    • calendar_month Jumat, 3 Apr 2026
    • account_circle Yetty Oktaviany
    • visibility 165
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes, Jakarta — Pimpinan Umum Media Suara Mabes (MSM) dilarikan ke RSUD Pasar Rebo pada Rabu pagi (1/4/2025) sekitar pukul 07.30 WIB akibat sakit yang dideritanya. Setibanya di rumah sakit, Pimpinan Umum MSM langsung mendapatkan penanganan dari tim medis Instalasi Gawat Darurat (IGD). Petugas medis dengan sigap melakukan pemeriksaan awal guna memastikan kondisi kesehatan pasien. […]

expand_less