Breaking News
light_mode
Trending HasTags
Beranda » Opini » Organisasi yang Tidak Pernah Selesai Belajar, Kunci Membangun Institusi Adaptif

Organisasi yang Tidak Pernah Selesai Belajar, Kunci Membangun Institusi Adaptif

  • account_circle Suwoto
  • calendar_month Senin, 31 Agt 2026
  • visibility 140
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MediaSuaraMabes | Jakarta — Brigjen TNI (Purn.) MJP Hutagaol kembali melanjutkan pemikiran mengenai ESTOM (Environment, Sensing, Thinking, Operation, dan Maneuver) melalui Seri Memahami ESTOM #16 berjudul “Organisasi yang Tidak Pernah Selesai Belajar: Dari Feedback Menuju Adaptive Organization.”

Seri ini menyoroti pentingnya mengubah pembelajaran dari sekadar pengetahuan individual pemimpin menjadi kapasitas institusi. Gagasan tersebut merupakan kelanjutan Seri #15 yang menegaskan bahwa keputusan strategis bukan kebenaran permanen, melainkan hipotesis yang harus terus diuji oleh kenyataan dan dikoreksi berdasarkan hasil serta perubahan lingkungan.

Menurut Hutagaol, organisasi dapat mengalami keberhasilan, kegagalan, krisis, operasi, kesalahan hingga improvisasi. Namun, pengalaman tersebut tidak otomatis menjadi pengetahuan institusi apabila hanya tersimpan dalam ingatan individu.

Karena itu, pembelajaran perlu bergerak melalui siklus:

Pengalaman → Evaluasi → Pelajaran → Pengetahuan → Doktrin/Sistem/Prosedur → Kapasitas Institusi.

Dengan demikian, organisasi membangun memori institusi, bukan sekadar memori orang.

Organisasi Adaptif Bukan Sekadar Terus Berubah

Hutagaol menjelaskan bahwa organisasi adaptif bukan berarti organisasi yang selalu berubah mengikuti keadaan. Adaptasi adalah kemampuan mempertahankan tujuan, membaca perubahan lingkungan, mengoreksi cara dan membangun kapasitas baru ketika diperlukan.

“Adaptasi bukan berubah demi perubahan. Adaptasi adalah mengubah cara agar fungsi dan tujuan tetap relevan.”

Untuk membangun organisasi adaptif, terdapat lima fondasi yang perlu diperkuat, yakni budaya, struktur, kepemimpinan, data, dan mekanisme koreksi. Kelima unsur tersebut harus berjalan terpadu.

Budaya tanpa data dapat berubah menjadi opini. Data tanpa keterbukaan dapat disembunyikan. Struktur tanpa kepemimpinan dapat menjadi birokrasi, sedangkan kepemimpinan tanpa mekanisme koreksi berisiko menutup kritik.

Kabar Buruk Harus Sampai kepada Pengambil Keputusan

Salah satu ciri organisasi adaptif adalah kemampuan menerima informasi yang tidak menyenangkan. Kesalahan, risiko, kegagalan dan perubahan lingkungan harus dapat disampaikan kepada pengambil keputusan.

Hutagaol menggunakan kecelakaan Space Shuttle Columbia pada 2003 sebagai salah satu ilustrasi pentingnya faktor organisasi dalam keselamatan dan pengambilan keputusan.

Pelajarannya bukan semata persoalan teknis, tetapi bagaimana informasi dan peringatan diterima, dikomunikasikan serta diterjemahkan menjadi tindakan.

Dalam konteks tersebut, kegagalan sensing tidak selalu berarti tanda tidak terlihat. Terkadang tanda sudah tersedia, tetapi organisasi tidak cukup mampu mendengar dan memprosesnya.

Karena itu, budaya adaptif membutuhkan dua hal sekaligus: keberanian berbicara dan kedewasaan mendengar.

After Action Review dan Memori Institusi

Hutagaol juga mengangkat After Action Review (AAR) sebagai mekanisme pembelajaran organisasi. Pertanyaan utamanya meliputi apa yang direncanakan, apa yang terjadi, mengapa hal tersebut terjadi, apa yang harus dipertahankan dan apa yang harus diperbaiki.

Nilai AAR bukan pada panjangnya laporan, melainkan pada kemampuannya mengubah pengalaman menjadi pembelajaran untuk tindakan berikutnya.

Prinsip serupa terlihat dalam Jidoka pada Toyota Production System, yaitu membuat abnormalitas terlihat agar masalah dapat segera diperiksa dan diperbaiki.

Pesan yang ditekankan sederhana: masalah yang terlihat dapat diperbaiki, sedangkan masalah yang disembunyikan dapat berkembang.

Pemimpin Tidak Memiliki Monopoli atas Kebenaran

Dalam organisasi adaptif, kewenangan tidak berarti monopoli atas kebenaran. Pemimpin membutuhkan informasi dari pelaksana lapangan, ahli, data dan berbagai sumber lainnya.

Salah satu bentuk kepemimpinan yang lebih tinggi adalah membangun sistem yang mampu mengoreksi keputusan pemimpinnya sendiri.

Menurut Hutagaol, loyalitas bukan berarti menyembunyikan masalah atau selalu menyetujui keputusan. Loyalitas adalah membantu organisasi melihat kenyataan sebelum terlambat.

Organisasi juga perlu menetapkan trigger for review, misalnya ketika biaya melewati batas, target tidak tercapai, teknologi baru mengubah asumsi atau lingkungan mengalami perubahan signifikan.

Fungsi red team dapat digunakan untuk menguji asumsi, menemukan kelemahan, menghadirkan perspektif alternatif dan menantang sebuah rencana sebelum diuji oleh kenyataan.

Learning Velocity Menjadi Faktor Strategis

Dalam lingkungan yang berubah cepat, kemampuan belajar menjadi sumber keunggulan. Dua organisasi dengan teknologi, anggaran dan sumber daya yang relatif sama dapat menghasilkan kinerja berbeda karena memiliki kecepatan pembelajaran yang berbeda.

Siklusnya dapat dirumuskan:

Melihat → Memahami → Belajar → Memperbaiki → Menguji → Melihat Kembali.

Kemampuan tersebut disebut learning velocity, yaitu seberapa cepat organisasi mengubah pengalaman dan informasi menjadi perbaikan tindakan.

Karena itu, pertanyaan strategis bukan hanya “Seberapa besar kekuatan yang dimiliki?”, tetapi juga “Seberapa cepat kekuatan tersebut mampu belajar?”

Lesson Identified Belum Tentu Lesson Learned

Hutagaol mengingatkan bahwa laporan evaluasi, audit, kajian dan rekomendasi dapat berakhir hanya sebagai arsip.

Sebuah pelajaran benar-benar menjadi lesson learned apabila menghasilkan perubahan nyata pada keputusan, doktrin, anggaran, pelatihan, organisasi, teknologi atau prosedur.

Lesson identified belum tentu lesson learned. Pelajaran menjadi learned ketika perilaku atau kapasitas sistem benar-benar berubah.

Dari Pemimpin Hebat Menuju Institusi yang Kuat

Pada akhirnya, Seri Memahami ESTOM #16 menempatkan pembelajaran institusi sebagai tujuan yang lebih besar daripada ketergantungan kepada individu.

Institusi yang matang harus mampu membaca, berpikir, bertindak, mengukur, mengoreksi dan belajar, bahkan ketika kepemimpinan berganti.

Lima unsur ESTOM tetap menjadi fondasi:

E — Environment | S — Sensing | T — Thinking | O — Operation | M — Maneuver.

Hasil dari maneuver menjadi feedback untuk memperbaiki proses berikutnya. Dengan demikian, pembelajaran tidak berhenti pada individu, tetapi berkembang menjadi kapasitas institusi.

Seri #16 sekaligus membuka pertanyaan menuju Seri Memahami ESTOM #17, yakni bagaimana negara, industri, universitas, teknologi, masyarakat dan sektor pertahanan dapat belajar serta beradaptasi bersama sebagai sebuah ekosistem adaptif.

Orang dapat pergi. Pemimpin dapat berganti. Teknologi dapat menjadi usang. Tetapi pelajaran tidak boleh ikut hilang.

Oleh: Brigjen TNI (Purn.) MJP Hutagaol
Jakarta, 24 Agustus 2026

Suwoto

Jurnalis :

Bergabung di Media Suara Mabes (MSM) sejak tanggal 26 April 2021 sebagai Redaktur. Email : suwoto@mediasuaramabes.co.id

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hari Lahir Pancasila 2026: Kapolres Inhil Ajak Masyarakat Perkuat Ketahanan Pangan dan Persatuan Bangsa

    Hari Lahir Pancasila 2026: Kapolres Inhil Ajak Masyarakat Perkuat Ketahanan Pangan dan Persatuan Bangsa

    • calendar_month Senin, 1 Jun 2026
    • account_circle Agustami Tolib
    • visibility 155
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes, Kab. Indragiri Hilir Tembilahan – Peringatan Hari Lahir Pancasila yang jatuh pada 1 Juni 2026 menjadi momentum penting bagi seluruh elemen bangsa untuk memperkuat nilai-nilai persatuan, gotong royong, serta semangat membangun Indonesia yang maju dan berdaulat. Semangat tersebut juga digaungkan oleh Kapolres Indragiri Hilir, AKBP Farouk Oktora, S.H., S.I.K., melalui pesan kebangsaan yang menekankan […]

  • Dorong Kesejahteraan Nelayan, BRI Cabang Tolitoli Gelar Sosialisasi dan Literasi Keuangan di Pulau Lutungan

    Dorong Kesejahteraan Nelayan, BRI Cabang Tolitoli Gelar Sosialisasi dan Literasi Keuangan di Pulau Lutungan

    • calendar_month Jumat, 23 Okt 2026
    • account_circle Firdaus Gafar
    • visibility 107
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Tolitoli, Sulteng – Bank Rakyat Indonesia (BRI) Branch office {BO) Tolitoli terus mendorong pemberdayaan masyarakat pesisir melalui kegiatan sosialisasi, literasi keuangan, dan pendampingan bagi kelompok nelayan di Pulau Lutungan, kecamatan Baolan, Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah, Kamis (22/10/2026). Sosialisasi tersebut dilakukan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat kelompok nelayan mengenai pengelolaan keuangan serta mendorong pemanfaatan […]

  • BPW HIPKA Jawa Barat Gelar Forum Bisnis, Muswil III, dan Pelantikan BPD se- Jawa Barat

    BPW HIPKA Jawa Barat Gelar Forum Bisnis, Muswil III, dan Pelantikan BPD se- Jawa Barat

    • calendar_month Selasa, 27 Okt 2026
    • account_circle Achmad Arif Rachman
    • visibility 61
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Bandung – Badan Pengurus Wilayah Himpunan Pengusaha KAHMI (HIPKA) Provinsi Jawa Barat resmi menggelar rangkaian acara strategis bertajuk Forum Bisnis, Musyawarah Wilayah (Muswil) ke-III, dan Pelantikan Badan Pengurus Daerah (BPD) Kota/Kabupaten se-Jawa Barat. Acara penting bagi kalangan pengusaha dan wirausahawan ini dilangsungkan di Kota Bandung pada tanggal 27–28 Oktober 2026. Kegiatan yang dihadiri […]

  • Pangdam III/Siliwangi Hadiri Acara Lepas Sambut Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat Tahun 2026

    Pangdam III/Siliwangi Hadiri Acara Lepas Sambut Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat Tahun 2026

    • calendar_month Rabu, 3 Jun 2026
    • account_circle Achmad Arif Rachman
    • visibility 204
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes, Bandung – Pangdam III/Siliwangi menghadiri acara Lepas Sambut Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jawa Barat Tahun 2026 yang diselenggarakan di Bale Gede Gedung Pakuan, Jalan Otto Iskandardinata Nomor 1, Kota Bandung, Selasa (2/6/2026). Kegiatan yang digelar Pemerintah Provinsi Jawa Barat tersebut menjadi momentum penting dalam menjaga kesinambungan pelaksanaan tugas dan sinergitas antarinstansi di wilayah Jawa Barat. […]

  • PSMTI Kota Dumai Teken MoU dengan Laboratorium Klinik Medika Utama, Anggota Dapat Diskon 10 Persen

    PSMTI Kota Dumai Teken MoU dengan Laboratorium Klinik Medika Utama, Anggota Dapat Diskon 10 Persen

    • calendar_month Sabtu, 6 Jun 2026
    • account_circle Patrik Tatang
    • visibility 163
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes, Dumai – PSMTI Kota Dumai resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) kerja sama dengan Laboratorium Klinik Medika Utama sebagai langkah memperkuat sinergi antara organisasi kemasyarakatan dan pelaku usaha lokal di Kota Dumai. Penandatanganan MoU dilaksanakan pada 5 Juni 2026 di Kantor Laboratorium Klinik Medika Utama, Jl. Prof. M. Yamin No. 88 (d/h Budi Kemuliaan). Dalam […]

  • Wakasau Tinjau Kesiapan Smoke System Jelang Demo Udara HUT Ke-81 Kemerdekaan RI

    Wakasau Tinjau Kesiapan Smoke System Jelang Demo Udara HUT Ke-81 Kemerdekaan RI

    • calendar_month Kamis, 13 Agt 2026
    • account_circle Suwoto
    • visibility 180
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Jakarta Timur – Wakil Kepala Staf Angkatan Udara (Wakasau) Marsdya TNI Ir. Tedi Rizalihadi S., M.M., meninjau kesiapan Smoke System yang akan digunakan dalam rangkaian demo udara pada peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Peninjauan berlangsung di Skadron Teknik 021 Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Rabu (12/8/2026). Kegiatan tersebut dilakukan untuk memastikan perangkat […]

expand_less