Presiden Prabowo Pimpin Ratas Karhutla di Pontianak: “Saya Datang Lihat Keadaan Nyata”
- account_circle Saud Maruntung
- calendar_month Minggu, 23 Agt 2026
- visibility 152
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MediaSuaraMabes | Pontianak – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, turun langsung meninjau penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah Kalimantan. Kepala Negara memimpin Rapat Terbatas (Ratas) dari Posko Satuan Tugas Udara Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Supadio, Pontianak, Kalimantan Barat, pada Sabtu (22/8/2026).
Langkah ini diambil Presiden untuk memastikan penanganan bencana berjalan optimal dan serentak. Dalam arahannya, Prabowo menegaskan pentingnya melihat langsung kondisi di lapangan guna merumuskan langkah penanggulangan yang paling efektif.
“Saya datang untuk melihat keadaan setempat yang nyata. Sekarang saya minta siapa bisa kasih saya presentasi tentang situasi,” tegas Presiden Prabowo saat membuka rapat, sebagaimana disiarkan melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden.
Ratas tersebut dihadiri jajaran menteri dan pimpinan lembaga tinggi negara. Tampak hadir Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, hingga Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Muhammad Herindra.
Sekretaris Kabinet (Seskab) Letkol Teddy Indra Wijaya melaporkan, rapat tersebut juga diikuti oleh 10 pimpinan daerah, serta perwakilan dari Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Kapolda, serta Pangdam setempat.
Dalam kesempatan tersebut, Tenaga Ahli Kepala BNPB, Asrianus Bulo, yang mewakili Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, memaparkan kondisi terkini.
Ia menyebutkan terdapat 198 titik panas (hotspot) dengan tingkat kepercayaan tinggi yang terdeteksi di Kalimantan Barat dalam 24 jam terakhir.
“Ini artinya dengan tingkat kepercayaan tinggi ada titik api dan asap yang terjadi di wilayah Kalimantan Barat,” ungkap Bulo.
Selain itu, BNPB juga mendeteksi 3.100 titik panas dengan tingkat kepercayaan menengah yang menunjukkan adanya kepulan asap, serta 406 hotspot dengan tingkat kepercayaan rendah.
Titik panas di wilayah selatan didominasi oleh Kabupaten Ketapang, Kubu Raya, dan Kayong Utara. Sementara itu, di wilayah timur terpantau titik panas di Kabupaten Sanggau, Sintang, dan Sambas.
Berdasarkan pantauan Mediasuaramabes.com, terdapat momen ketika siaran langsung melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden tiba-tiba dihentikan saat Asrianus Bulo tengah menjelaskan mengenai Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).
“BNPB telah melaksanakan OMC pada 11 hingga 18 Agustus 2026 lalu. Kemudian istirahat karena tidak ada potensi awan. Kami sudah rapat dengan BMKG bahwa potensi awan akan terjadi pada tanggal 23…”
Namun, sebelum penjelasan tersebut selesai, siaran langsung terputus dan rapat kemudian dilanjutkan secara tertutup.
Sehari sebelumnya, Jumat (21/8/2026), Presiden Prabowo telah menginstruksikan pembagian tugas kepada jajaran pimpinan TNI dan Polri untuk menangani Karhutla di empat provinsi di Kalimantan.
Pembagian tugas tersebut ditujukan agar penanganan di lapangan berjalan lebih cepat, terpadu, dan serentak.
Panglima TNI dan Kapolri ditugaskan langsung menangani Karhutla di Kalimantan Barat. Penanganan di Kalimantan Tengah dipimpin oleh KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak dan Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo.
Untuk Kalimantan Selatan, tugas dipimpin oleh KSAL Laksamana Muhammad Ali dan Astamaops Polri Komjen Muhammad Fadil Imran. Sementara itu, di Kalimantan Timur, penanganan dikomandoi oleh Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita bersama Dankorbrimob Komjen Ramdani Hidayat.
“Presiden menginstruksikan agar penanganan dilakukan secepat dan seoptimal mungkin, sehingga masyarakat bisa beraktivitas normal kembali. Presiden juga meminta setiap pelanggaran hukum yang ditemukan ditindak secara tegas sesuai ketentuan,” jelas Seskab Teddy Indra Wijaya.
Wartawan MSM: Saud Maruntung Marbun
Media Suara Mabes
Memberikan Informasi Lugas, Tegas, dan Terpercaya
Jurnalis : Saud Maruntung
Bergabung di Media Suara Mabes (MSM) sejak tanggal 3 November 2025 sebagai Jurnalis Kota Tangerang - Prov. Banten. Email : saud.maruntung@mediasuaramabes.co.id

Saat ini belum ada komentar