Libas Komitmen Jaga Silaturrahim Dengan Berbagai Kegiatan
- account_circle Muhammad Yaman
- calendar_month Kamis, 25 Jun 2026
- visibility 178
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MediaSuaraMabes, Agam | Dalam suasana hangat penuh kekeluargaan dan persaudaraan, keluarga besar (Lingkung Baraya Sunda) Libas gelar pertemuan dan kajian dalam rangka memperingati Haul almarhum Kang Dodoi, bersama Ustadz Asep Nurdin. Kegiatan ini digelar sebagai wujud mengenang jasa, keteladanan, dan jejak kebaikan yang pernah ditanamkan almarhum semasa hidup.
Ketua Libas, Asep Susanto menyampaikan pernyataan khusus usai kegiatan
“Haul Kang Dodoi ini bukan sekadar pertemuan biasa, melainkan momen untuk menyadari: Kang Dodoi hanyalah satu dari keluarga besar Libas yang telah mendahului. Masih banyak saudara kita yang lebih dulu berpulang menjadi pendahulu.
Asep Susanto menambahkan, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa tak ada yang tahu kapan giliran kita tiba. Oleh karena itu, tali persaudaraan dan pengingat kebaikan harus terus diperkuat, agar setiap langkah yang kami ambil senantiasa dalam rahmat dan berkah, tidak hanya berbuah manis di dunia, tetapi juga menjadi bekal dikumpulkan bersama dalam kebahagiaan di akhirat kelak.
Ustadz Asep Nurdin dalam kajiannya menegaskan kembali pesan, meskipun beragam halangan menghadang, kehadiran dan memenuhi undangan sesama saudara adalah bagian dari ibadah.
Dan satu hal yang paling penting: meskipun raga telah berpisah, tali silaturrahim tidak boleh terputus. Kita tetap berdoa semoga almarhum dan seluruh saudara yang mendahului mendapatkan husnul khatimah, akhir hidup yang mulia di sisi Allah.
Asep Nurdin juga secara tegas menyatakan, kepergian saudara-saudara kita menjadi pelajaran besar: kematian bisa datang kapan saja, tanpa aba‑aba dan tanpa pemberitahuan. Semakin sering kita mengingat mati, semakin kita bersiap diri dengan tiga hal pokok:
1. Taubat yang sungguh‑sungguh
2. Konaah, Penerimaan dan ketabahan hati
3. Nasatul Ibadah, meningkatkan semangat dan keteguhan dalam beribadah.
Hal yang Dapat Menyebabkan Akhir Hidup Buruk (Suul Khatimah)
Dijelaskan pula sifat‑sifat berbahaya yang harus dijauhi karena dapat merusak seluruh amal baik:
1. Namimah atau Adu Domba — menyebarkan berita yang memicu pertengkaran, membuat saudara berpecah belah, hingga membinasakan hubungan sesama manusia.
2. Iri Hati, Dengki, dan Menghasut — sifat ini menghapus pahala ibadah, persis seperti api yang membakar kayu hingga habis tak bersisa.
3. Mengonsumsi Khamar/Mabuk‑mabukan — menghilangkan kejernihan hati dan akal, sehingga ibadah yang dilakukan pun nilainya menjadi sangat ringan dan tidak berarti.
Sesuai pendapat ulama besar Imam Al‑Ghazali, ada tiga sifat utama penghalang masuk surga yang wajib dijaga hati darinya:
1.Dengki
2.Riya’ atau beribadah karena ingin dipuji orang lain
3.Merasa diri lebih mulia atau lebih hebat dibanding saudara lainnya.
Di akhir pertemuan, seluruh hadirin berdoa bersama memohon keselamatan, kesehatan, dan keberkahan bagi setiap langkah usaha — baik secara pribadi, dalam lingkungan kelompok.Libas.
Acara dihadiri langsung oleh keluarga besar Libas, Sekretaris, Bendahara, serta seluruh jajaran pengurus. Suasana berjalan akrab, hangat, dan menyatu dalam satu tujuan: saling mengingatkan dalam kebaikan sebelum tiba waktu yang tak terduga.
Semoga semangat dan jejak kebaikan Kang Dodoi serta seluruh saudara yang mendahului tetap hidup di hati setiap anggota, menjadi penerang agar kita semua tetap berjalan di jalan yang lurus, penuh rahmat, dan berkah hingga akhir hayat.
Usai kegiatan Haul dilanjutkan dengan rapat di rumah ketua libas dengan membahas berbagai agenda sosial dan tadabbur alam.
(YamanLbs)


Jurnalis : Muhammad Yaman
Bergabung di Media Suara Mabes (MSM) sejak tanggal 18 April 2024 sebagai Jurnalis Kab. Agam - Sumatera Barat. Email : muhammad.yaman@mediasuaramabes.co.id

Saat ini belum ada komentar