Breaking News
light_mode
Trending HasTags
Beranda » Daerah » Kesimpulan Mediasi 28/2/2025 Di Polres Barito Utara Tidak Terlaksana, Ladang Warga Hancur Digarap PT NPR

Kesimpulan Mediasi 28/2/2025 Di Polres Barito Utara Tidak Terlaksana, Ladang Warga Hancur Digarap PT NPR

  • account_circle Ron
  • calendar_month Minggu, 7 Jun 2026
  • visibility 253
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MediaSuaraMabes, Barito Utara – Perselisihan lahan antara masyarakat hukum adat dengan PT NPR di wilayah Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, kian menanjak tajam dan memicu kecurigaan publik. Masalah berawal dari proses mediasi 28 Pebuari 2025 yang telah disepakati di Mapolres Barito Utara, di mana pihak kepolisian, perusahaan, dan warga sepakat melakukan pengecekan langsung ke lapangan guna memastikan batas dan luas lahan.

Namun, hingga kini kesepakatan itu tidak pernah direalisasikan, sementara di sisi lain lahan garapan warga justru dirusak, digusur diam-diam, dan muncul dugaan pembayaran kompensasi kepada oknum tertentu tanpa sepengetahuan pemilik sah.

Salah satu warga yang menjadi korban kerugian terbesar, Sukarni, menceritakan keprihatinan mendalamnya di hadapan awak media. Ia menunjuk ke arah hamparan tanah yang kini berubah menjadi belukar semak belukar.

Dulu, tanah itu adalah ladang padi yang produktif; kini yang tersisa hanya puing pondok roboh sengaja digarap PT NPR juga Tanpa Ganti Rugi Semua kerusakan itu terjadi tanpa pemberitahuan resmi, tanpa panggilan, dan tanpa adanya kehadiran aparat yang dijanjikan saat mediasi.

“Saat kita duduk bersama di Mapolres, kami sudah sepakat: pihak kepolisian akan mengawal kami turun ke lokasi, melihat batas, dan memastikan mana tanah kami dan mana tanah perusahaan. Itu janji resmi di meja mediasi.

Tapi sampai hari ini, tidak ada satu pun petugas atau pihak perusahaan yang datang. Tiba-tiba saja ladang kami rata dengan tanah, digusur paksa, dan kami baru dengar ada pembayaran yang kami tidak pernah terima dan tidak tahu ke mana perginya uang itu,” ungkap Sukarni dengan nada kecewa.

Ia mengaku kepercayaan terhadap proses penegakan hukum yang adil kini mulai luntur. “Cukup sekali kami diberi harapan, lalu dikecewakan dan dibohongi. Kami datang mencari perlindungan, bukan malah dirugikan seperti ini,” tambahnya.

Fakta Janggal: Data Luas Lahan Berbeda Jauh, Ada 72 Hektar “Hilang”?

Poin paling krusial dan menjadi dasar kuat kecurigaan warga adalah perbedaan angka luas lahan yang sangat mencolok antara data yang dipegang masyarakat dengan keterangan yang disampaikan PT NPR saat mediasi.

Menurut keterangan resmi yang disampaikan penerima kuasa warga, Jhon Kenedi, luas keseluruhan lahan garapan adat yang diklaim telah dibebaskan oleh perusahaan hanya mencapai 68 hektar. Namun, saat berdialog di hadapan aparat kepolisian, perwakilan PT NPR menyatakan bahwa pihaknya telah membebaskan lahan seluas 140 hektar.

Selisih antara kedua data tersebut mencapai 72 hektar. Angka yang sangat besar dan tidak dapat diabaikan.

“Di mana kebenarannya? Kalau menurut kami hanya 68 hektar yang dikuasai, tapi perusahaan bilang 140 hektar, berarti ada 72 hektar tanah warisan kami yang ‘hilang’ atau dimainkan datanya. Di mana tali asihnya? Di mana ganti ruginya? Ini jelas-jelas ada rekayasa data dan permainan angka di balik meja mediasi. Kami tidak buta, kami punya bukti turun-temurun soal batas wilayah kami,” tegas Sukarni dengan keyakinan penuh.

Ia menegaskan, sebagai pemilik sah dan pengelola tanah warisan adat, warga sangat berhak mempertanyakan keabsahan data tersebut dan menuntut transparansi penuh.

Di tengah ketegangan yang memuncak, Sukarni mewakili seluruh pekebun dan petani yang terdampak masih membuka peluang penyelesaian damai. Harapan mereka hanya satu: manajemen PT NPR menunjukkan itikad baik yang nyata, bukan sekadar janji di atas kertas.

“Kami minta satu hal yang wajar: bayar hak kami sesuai aturan, bayar ganti rugi tanam tumbuh dan tali asih sesuai luas tanah yang benar-benar dikuasai perusahaan. Jangan dikurangi, jangan dimainkan angkanya. Kasihan masyarakat lain yang nasibnya sama dengan saya, yang hidupnya bergantung pada tanah ini. Jangan sampai konflik ini berlarut-larut karena ketidakjelasan,” ucapnya.

Konflik ini kembali menyoroti persoalan klasik namun krusial di wilayah ini: tata kelola lahan yang belum transparan dan perlindungan hak-hak masyarakat adat yang masih kerap terabaikan. Kehadiran negara dan korporasi dituntut untuk lebih peka, karena tanah bukan sekadar aset ekonomi, melainkan sumber kehidupan dan identitas bagi warga Barito Utara.

Publik berharap kasus ini menjadi pelajaran agar dialog yang terbuka, jujur, dan bertanggung jawab dapat terjalin, sehingga tidak ada lagi pihak yang dirugikan dan keharmonisan sosial tetap terjaga. (RON)

Ron

Jurnalis :

Bergabung di Media Suara Mabes (MSM) sejak tanggal 3 Juli 2023 sebagai Jurnalis Kab. Barito Utara - Kalimantan Tengah. Email : ron@mediasuaramabes.co.id

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Morowali Dinilai Menjadi Titik Strategis Perebutan Fondasi Peradaban Abad ke-21

    Morowali Dinilai Menjadi Titik Strategis Perebutan Fondasi Peradaban Abad ke-21

    • calendar_month Selasa, 7 Jul 2026
    • account_circle Suwoto
    • visibility 304
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Jakarta – Morowali, Sulawesi Tengah, dinilai telah berkembang menjadi kawasan yang memiliki posisi strategis dalam peta persaingan global, seiring meningkatnya kebutuhan dunia terhadap nikel sebagai bahan baku utama industri baterai kendaraan listrik dan teknologi energi masa depan. Pandangan tersebut disampaikan oleh Brigjen TNI (Purn.) MJP Hutagaol dalam sebuah tulisan berjudul “Morowali: Medan Perebutan […]

  • Panen Raya TNI di Sumedang Perkuat Sinergi Wujudkan Ketahanan Pangan Nasional

    Panen Raya TNI di Sumedang Perkuat Sinergi Wujudkan Ketahanan Pangan Nasional

    • calendar_month Minggu, 19 Jul 2026
    • account_circle Achmad Arif Rachman
    • visibility 174
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Sumedang – Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kosasih, S.E., M.M., menghadiri Kegiatan Panen Raya TNI dalam rangka mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional Tahun 2026 yang diselenggarakan di lahan pertanian Gapoktan Jayamandala, Dusun Ciroyom, Desa Palasari, Kecamatan Ujungjaya, Kabupaten Sumedang, Jumat (17/7/2026). Kegiatan panen dilaksanakan di hamparan sawah seluas 218 hektare dengan varietas padi Inpari 49 […]

  • Kapolres Ketapang Hadiri Maulid Nabi Muhammad SAW, Perkuat Persaudaraan Di Tengah Karhutla

    Kapolres Ketapang Hadiri Maulid Nabi Muhammad SAW, Perkuat Persaudaraan Di Tengah Karhutla

    • calendar_month Sabtu, 19 Sep 2026
    • account_circle A'ang Sanjaya
    • visibility 74
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Ketapang, Kalbar – Kapolres Ketapang AKBP Putra Pratama, S.H., S.I.K., M.H., menghadiri kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar di Masjid Agung Al-Ikhlas, Kabupaten Ketapang, Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 19.30 WIB tersebut dihadiri sekitar 350 jamaah serta sejumlah unsur Forkopimda, tokoh agama, ulama, pengasuh pondok pesantren dan santri, Kamis (17/9/2026) malam.. Kapolres […]

  • Paguyuban HKBS Inhil Sampaikan Ucapan Selamat kepada Prof. Ahmad Fadli atas Terpilihnya sebagai Rektor Universitas Riau Periode 2026–2030

    Paguyuban HKBS Inhil Sampaikan Ucapan Selamat kepada Prof. Ahmad Fadli atas Terpilihnya sebagai Rektor Universitas Riau Periode 2026–2030

    • calendar_month Jumat, 16 Okt 2026
    • account_circle Saprizal
    • visibility 80
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Kab. Indragiri Hilir, Tembilahan – Paguyuban Himpunan Keluarga Besar Sriwijaya (HKBS) Kabupaten Indragiri Hilir menyampaikan ucapan selamat dan sukses kepada Prof. Ahmad Fadli, S.T., M.T., Ph.D., atas terpilihnya sebagai Rektor Universitas Riau (Unri) untuk periode 2026–2030. Ucapan tersebut disampaikan oleh Ketua/Ketua Perwakilan Paguyuban HKBS Kabupaten Indragiri Hilir, Drs. Agustami Tolib, sebagai bentuk apresiasi […]

  • Antisipasi Aksi Balap Liar dan Knalpot Brong, Tim UKL Polres Ketapang Laksanakan Patroli Malam photo_camera 3

    Antisipasi Aksi Balap Liar dan Knalpot Brong, Tim UKL Polres Ketapang Laksanakan Patroli Malam

    • calendar_month Minggu, 17 Mei 2026
    • account_circle A'ang Sanjaya
    • visibility 224
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes, Ketapang Kalbar – Dalam rangka menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif, Tim Unit Kecil Lengkap (UKL) Polres Ketapang melaksanakan kegiatan patroli malam guna mengantisipasi aksi balap liar serta penggunaan knalpot brong yang meresahkan masyarakat, (15/05/2026). Kegiatan patroli tersebut menyasar sejumlah titik yang dianggap rawan terjadinya aksi balap liar dan gangguan ketertiban umum, […]

  • Lagi Lagi Orang Yang Sudah di Laporkan di Harda Pengrusakan Perumahan Grand Tunas Regency, Kembali Dilaporkan dengan Dugaan Pencurian Alat Kantor

    Lagi Lagi Orang Yang Sudah di Laporkan di Harda Pengrusakan Perumahan Grand Tunas Regency, Kembali Dilaporkan dengan Dugaan Pencurian Alat Kantor

    • calendar_month Kamis, 20 Agt 2026
    • account_circle Irfan Nurlaeli
    • visibility 149
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Garut – Kasus di Perumahan Grand Tunas Regency kembali bergulir. Pihak terduga pelaku pengrusakan dan penggantian kunci Kantor Pemasaran Perumahan Grand Tunas Regency dengan inisial “I” kembali dilaporkan ke pihak kepolisian,yunit jatrantas laporan ke dua,dari pihak pelapor PT DUA PUTRA tegas nya ke pada satuan reserse polres garut agar cepat di tindak lanjuti. […]

expand_less