Breaking News
light_mode
Trending HasTags
Beranda » Opini » Strategi Perang Nusantara Seri 10: Belajar dari Sejarah, Membangun Aliansi Tanpa Kehilangan Kemandirian Bangsa

Strategi Perang Nusantara Seri 10: Belajar dari Sejarah, Membangun Aliansi Tanpa Kehilangan Kemandirian Bangsa

  • account_circle Suwoto
  • calendar_month Senin, 2 Nov 2026
  • visibility 214
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MediaSuaraMabes | Jakarta – Membangun kekuatan nasional tidak selalu harus dilakukan sendiri. Kemampuan menjalin aliansi, membaca kepentingan mitra, serta memanfaatkan momentum geopolitik menjadi bagian penting dalam mempertahankan kedaulatan dan mencapai tujuan strategis bangsa.

Gagasan tersebut menjadi pokok pembahasan dalam Strategi Perang Nusantara Seri 10 karya Brigjen (Purn.) MJP Hutagaol berjudul “Aliansi: Membangun Kekuatan Tanpa Kehilangan Kemandirian.”

Tulisan ini mengulas pengalaman empat tokoh sejarah, yakni Raden Wijaya, Arung Palakka, Sultan Nuku, dan Soekarno, serta dinamika hubungan politik Joko Widodo dan Prabowo Subianto sebagai gambaran perubahan konfigurasi aliansi dalam politik Indonesia modern.

Belajar dari Strategi Para Tokoh Nusantara

Pengalaman Raden Wijaya dalam mendirikan Majapahit pada 1293 memperlihatkan pentingnya kemampuan membaca situasi dan memanfaatkan kerja sama untuk mengubah posisi yang lemah menjadi kekuatan politik. Hubungannya dengan Arya Wiraraja serta pemanfaatan kedatangan pasukan Mongol menjadi bagian penting dari perjalanan tersebut.

Sementara itu, Arung Palakka menunjukkan bagaimana kepentingan politik Bone bertemu dengan kepentingan VOC dalam menghadapi Gowa pada abad ke-17. Kerja sama tersebut turut berperan dalam Perang Makassar yang berakhir dengan semakin kuatnya pengaruh VOC di kawasan Sulawesi Selatan.

Pengalaman ini memberikan pelajaran bahwa kemenangan dalam sebuah aliansi tidak selalu menghasilkan keuntungan yang seimbang bagi seluruh pihak.

Berbeda dengan itu, Sultan Nuku dari Tidore memperlihatkan pentingnya membangun jaringan lintas kawasan. Melalui hubungan dengan berbagai kelompok di Maluku, Halmahera, Seram, Papua, serta Inggris, Nuku memperluas dukungan dalam menghadapi tekanan VOC.

Dalam sejarah Indonesia modern, Soekarno juga memperlihatkan kekuatan diplomasi melalui Konferensi Asia Afrika 1955 di Bandung. Forum yang diikuti 29 negara Asia dan Afrika tersebut menghasilkan Dasasila Bandung sebagai landasan penting hubungan internasional, penghormatan terhadap kedaulatan, dan kerja sama antarbangsa.

Perjuangan diplomasi Indonesia dalam penyelesaian sengketa Irian Barat juga memperlihatkan bagaimana dinamika Perang Dingin dapat menjadi bagian dari pertimbangan strategis nasional.

Aliansi dalam Politik Indonesia Modern

Hutagaol turut menyoroti perubahan hubungan politik Joko Widodo dan Prabowo Subianto. Keduanya pernah bersaing dalam Pilpres 2014 dan 2019, sebelum Prabowo bergabung dalam pemerintahan Jokowi sebagai Menteri Pertahanan.

Pada 2024, Prabowo terpilih sebagai Presiden Republik Indonesia dan dilantik pada 20 Oktober 2024.

Dinamika tersebut menunjukkan bahwa persaingan politik dapat berkembang menjadi kerja sama melalui proses demokrasi. Namun, aliansi politik tetap harus memperhatikan kepentingan publik, transparansi, pengawasan, dan independensi lembaga negara.

Tujuh Prinsip Membangun Aliansi Strategis

Dari berbagai pengalaman sejarah tersebut, Hutagaol merumuskan tujuh prinsip yang dapat menjadi bahan pembelajaran dalam membangun kekuatan nasional, yaitu:

  1. Baca diri: memahami kemampuan, kelemahan, sumber daya, dan tujuan sendiri.
  2. Baca mitra: memahami kepentingan pihak yang bekerja sama.
  3. Baca lawan: mengenali kekuatan dan kemungkinan perubahan sikap pihak lain.
  4. Kuasai momentum: membaca peluang dan perubahan situasi.
  5. Kelola jaringan: membangun komunikasi, kepercayaan, dan kerja sama.
  6. Jaga ketahanan: memastikan aliansi tidak melemahkan kemampuan nasional.
  7. Jaga kemandirian: mempertahankan tujuan strategis bangsa.

Kerangka pemikiran tersebut juga dibandingkan dengan literatur strategi dunia, antara lain The Art of War karya Sun Tzu, Arthashastra karya Kautilya, dan On War karya Carl von Clausewitz.

Perbandingan tersebut dimaksudkan untuk memperkaya analisis, bukan menyatakan bahwa para tokoh Nusantara secara langsung menerapkan teori-teori tersebut.

Sejarah sebagai Dasar Pengetahuan Strategis

Salah satu penekanan Seri 10 adalah pentingnya membangun kebanggaan terhadap sejarah Nusantara berdasarkan fakta dan penelitian yang bertanggung jawab.

Hutagaol menawarkan tahapan pengembangan konsep melalui proses: data sejarah, pola tindakan, analisis, perbandingan, perumusan konsep, hingga penerapan.

Pendekatan ini diharapkan dapat menjadikan pengalaman sejarah sebagai sumber pembelajaran untuk menghadapi tantangan geopolitik dan dinamika hubungan internasional masa kini.

Pada akhirnya, aliansi merupakan instrumen untuk memperkuat posisi bangsa, bukan tujuan yang harus dipertahankan tanpa mempertimbangkan kepentingan nasional.

Kerja sama internasional perlu dibangun dengan perhitungan matang, kesadaran terhadap kepentingan masing-masing pihak, serta kemampuan menjaga kemandirian dalam menentukan arah kebijakan.

Sebagaimana pesan utama dalam tulisan tersebut:

“Aliansi boleh berubah, momentum harus dibaca, tetapi kemandirian dan tujuan bangsa harus tetap dijaga.”

Penulis: Brigjen (Purn.) MJP Hutagaol.

Suwoto

Jurnalis :

Bergabung di Media Suara Mabes (MSM) sejak tanggal 26 April 2021 sebagai Redaktur. Email : suwoto@mediasuaramabes.co.id

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kosongnya Jabatan Perangkat Desa Sukajaya: Kecamatan Sudah Instruksikan, Masyarakat Tunggu Tindak Lanjut Inspektorat

    Kosongnya Jabatan Perangkat Desa Sukajaya: Kecamatan Sudah Instruksikan, Masyarakat Tunggu Tindak Lanjut Inspektorat

    • calendar_month Kamis, 8 Okt 2026
    • account_circle Adi Sundari
    • visibility 128
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Pesawaran — Masyarakat Desa Sukajaya, Kecamatan Punduh Pedada, Kabupaten Pesawaran, Lampung, menyampaikan keprihatinan dan sejumlah pertanyaan terkait dugaan kekosongan dua jabatan penting perangkat desa, yaitu Kepala Seksi Pemerintahan serta Kepala Urusan Tata Usaha dan Umum yang belum ada pengisiannya hingga kini. Keterangan langsung diperoleh awak media saat bertemu dengan Yogi Tio Pratama dan […]

  • Menhan Sjafrie Sjamsoeddin Tinjau Yonif di Way Tuba: Perkuat Kesiapan Tempur dan Kesejahteraan Masyarakat

    Menhan Sjafrie Sjamsoeddin Tinjau Yonif di Way Tuba: Perkuat Kesiapan Tempur dan Kesejahteraan Masyarakat

    • calendar_month Jumat, 27 Feb 2026
    • account_circle Suwoto
    • visibility 118
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes, ​Way Kanan – Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Sjafrie Sjamsoeddin, melaksanakan rangkaian kunjungan kerja strategis ke wilayah Lampung pada Kamis (26/2). Setelah meninjau Yonif TP 848/Satya Pandya Cakti, Menhan melanjutkan agenda kunjungannya ke Markas Yonif TP 892/Vikasa Sena, Brigif TP 88/Ksatria Bukit Kaba Kodam II/Sriwijaya yang berlokasi di Way Tuba, Way Kanan. ​Dalam sesi dialog […]

  • Pemkab Indragiri Hilir Gelar Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda Ke-98 Tahun 2026

    Pemkab Indragiri Hilir Gelar Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda Ke-98 Tahun 2026

    • calendar_month Kamis, 29 Okt 2026
    • account_circle Saprizal
    • visibility 75
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Indragiri Hilir, Tembilahan — Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir (Pemkab Inhil) menggelar Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda Ke-98 Tahun 2026 di Lapangan Halaman Kantor Bupati Indragiri Hilir, Jalan Akasia No. 1, Kecamatan Tembilahan, pada Rabu pagi (28/10/2026). ​Upacara yang mengusung tema “Patriotik, Gigih, Berempati Pemuda untuk Indonesia” tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Indragiri Hilir, […]

  • Polres Ketapang Intensif Tangani Karhutla di Muara Pawan

    Polres Ketapang Intensif Tangani Karhutla di Muara Pawan

    • calendar_month Rabu, 26 Agt 2026
    • account_circle A'ang Sanjaya
    • visibility 131
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Ketapang, Kalbar – Polres Ketapang bersama TNI, Brimob, Manggala Agni, pihak perusahaan dan masyarakat terus melakukan penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah utara Jalan Tanjung Pura Km 15, Kecamatan Muara Pawan, Kabupaten Ketapang, Senin (24/8/2026). Kegiatan dipimpin oleh Padal 5 Kasi Humas Polres Ketapang Iptu Manusun Simatupang, S.H., bersama Padal 6 […]

  • Wamenhan Terima Audiensi Bupati Nias Barat, Bahas Penguatan Pertahanan Kepulauan dan Infrastruktur

    Wamenhan Terima Audiensi Bupati Nias Barat, Bahas Penguatan Pertahanan Kepulauan dan Infrastruktur

    • calendar_month Sabtu, 12 Sep 2026
    • account_circle Suwoto
    • visibility 136
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Jakarta – Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) Donny Ermawan Taufanto mewakili Menteri Pertahanan menerima audiensi Bupati Nias Barat Dr. Eliyunus Waruwu di Jakarta, Jumat (11/9/2026). Pertemuan tersebut membahas sejumlah hal strategis terkait penguatan pertahanan wilayah kepulauan serta pembangunan infrastruktur pendukung di Kabupaten Nias Barat, Sumatera Utara. Nias Barat dinilai memiliki posisi strategis karena berada […]

  • Pangdam III/Siliwangi Lepas 236 Calon Taruna Akademi TNI TA 2026 dari Bandung

    Pangdam III/Siliwangi Lepas 236 Calon Taruna Akademi TNI TA 2026 dari Bandung

    • calendar_month Sabtu, 4 Jul 2026
    • account_circle Achmad Arif Rachman
    • visibility 190
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Bandung – Pangdam III/Siliwangi, Mayjen TNI Kosasih, S.E., M.M., memimpin pelepasan 236 Calon Taruna Akademi TNI Tahun Anggaran 2026 yang berasal dari Panitia Seleksi Daerah (Panselinda) Bandung dan Panitia Seleksi Khusus (Panselindasus) SMAT Krida Nusantara. Kegiatan berlangsung di Aula Graha Tirta Siliwangi, Jalan Lombok No. 10, Kota Bandung, Sebagai tanda dimulainya keberangkatan para peserta […]

expand_less