Sinergi dan Evaluasi Pembangunan Beltim: Helmi M. Fadhil Soroti Janji Politik, Bupati Tegaskan Komitmen Pengembangan KIAK, Fiskal dan Pascatambang
- account_circle Ramlie Arbaie
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 43
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MediaSuaraMabes | Manggar, Beltim — Memasuki satu tahun sepuluh bulan masa kepemimpinan Bupati Belitung Timur Kamarudin Muten, arah kebijakan pembangunan dan realisasi janji politik pemerintah daerah menjadi sorotan publik. Dalam dialog hangat bersama para wartawan di Warkop Aput, Manggar, Rabu (28/10/2026), wartawan senior Belitung Timur, Helmi M. Fadhil, mengajukan sejumlah pertanyaan kritis sekaligus masukan konstruktif terkait evaluasi program prioritas.
Helmi menilai, evaluasi terhadap janji politik kepala daerah penting dilakukan secara transparan agar masyarakat mengetahui perkembangan serta tingkat keberhasilan program yang dijanjikan sejak masa kampanye.
”Sejauh mana capaian program prioritas Pemkab pada tahun ini? Apa kendala utama yang dihadapi di lapangan sehingga belum semua target dapat direalisasikan?” tanya Helmi dalam dialog tersebut.
Menurut Helmi, pemerintah daerah perlu terbuka menyampaikan capaian, hambatan teknis, maupun keterbatasan anggaran. Transparansi tersebut penting agar masyarakat dapat menilai pembangunan berdasarkan realisasi di lapangan, bukan sekadar rencana dan janji semata.
Selain evaluasi program, ia juga menyoroti arah kebijakan anggaran daerah, pengendalian inflasi, daya beli masyarakat, serta perlunya keberpihakan investasi terhadap tenaga kerja lokal.
”Apa upaya Pemkab untuk menarik investasi masuk ke daerah, serta bagaimana memastikan tenaga kerja lokal menjadi prioritas utama?” tegasnya, seraya mendorong pemerintah memperkuat regulasi agar putra-putri daerah mendapat ruang lebih besar untuk bekerja dan meningkatkan kesejahteraan.
Menanggapi berbagai sorotan dan masukan kritis tersebut, Bupati Belitung Timur Kamarudin Muten menegaskan bahwa jajarannya berfokus penuh pada perencanaan matang dan keberlanjutan program pembangunan daerah hingga lima tahun ke depan.
Bupati mengungkapkan sejumlah pencapaian dan target keuangan daerah yang menunjukkan tren positif, termasuk peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
”Pendapatan Asli Daerah kita berhasil meningkat dari di bawah Rp100 miliar pada tahun 2024 menjadi Rp122 miliar pada tahun 2025, dan kita menargetkan pencapaian ambisius hingga Rp150 miliar pada tahun 2027 setelah terbentuknya Badan Pendapatan Daerah (Bapenda),” ujar Bupati.
Selain masalah fiskal, Bupati juga menyoroti pentingnya program jangka panjang, terutama dalam mengantisipasi tantangan ekonomi pascatambang timah di Belitung Timur. Ia menekankan bahwa pemerintah daerah telah merancang strategi konkret demi menjaga kestabilan ekonomi masyarakat di masa depan.
”Pemerintah daerah telah merancang program strategis, termasuk pengembangan KIAK (Kawasan Industri Air Kelik), guna memastikan ketersediaan lapangan kerja baru dan menjaga stabilitas ekonomi masyarakat di masa depan,” jelasnya.
Acara dialog interaktif tersebut ditutup dengan komitmen bersama untuk terus menjaga komunikasi yang baik dan transparan antara pemerintah daerah dan insan pers. Melalui sinergi yang kuat, diharapkan setiap kebijakan dan arah pembangunan di Kabupaten Belitung Timur dapat menghadirkan perubahan nyata serta manfaat yang benar-benar dirasakan langsung oleh masyarakat.
(Ramli Arbaie)
Jurnalis : Ramlie Arbaie
Bergabung di Media Suara Mabes (MSM) sejak tanggal 1 April 2021 sebagai Kepala Biro (Kabiro) Kab. Belitung Timur - Prov. Bangka Belitung. Email : ramlie.arbaie@mediasuaramabes.co.id

Saat ini belum ada komentar