Breaking News
light_mode
Trending HasTags
Beranda » Opini » Sriwijaya dan Strategi Maritim Nusantara: Kekuatan Dibangun melalui Jaringan

Sriwijaya dan Strategi Maritim Nusantara: Kekuatan Dibangun melalui Jaringan

  • account_circle Suwoto
  • calendar_month 4 jam yang lalu
  • visibility 38
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MediaSuaraMabes | Jakarta – Sejarah Sriwijaya menunjukkan bahwa kekuatan maritim tidak semata-mata ditentukan oleh luas wilayah atau kemampuan militer, tetapi juga oleh pengelolaan jaringan perdagangan, jalur sungai, pelabuhan, sumber daya, dan hubungan politik antarkawasan.

Perspektif tersebut diangkat Brigjen (Purn) MJP. Hutagaol dalam tulisan Strategi Perang Nusantara — Seri 2: Sriwijaya: Menguasai Jaringan, Bukan Sekadar Wilayah, yang bertanggal 28 Oktober 2026 di Jakarta.

Tulisan ini mengajak pembaca menelaah Sriwijaya sebagai kekuatan maritim regional melalui pendekatan sejarah dan analisis strategis. Fokus pembahasannya mencakup hubungan antara geografi, mobilisasi sumber daya, perdagangan, legitimasi kekuasaan, serta kemampuan beradaptasi terhadap perubahan lingkungan politik dan ekonomi.

Salah satu sumber utama untuk mengkaji perkembangan awal Sriwijaya adalah Prasasti Kedukan Bukit, yang memuat angka tahun Saka 604 dan lazim dikonversi ke 682 M. Sejumlah publikasi menggunakan tahun 683 M berdasarkan penafsiran atau konversi penanggalan yang berbeda.

Prasasti tersebut menyebut Dapunta Hyang dan perjalanan yang berkaitan dengan perkembangan kekuasaan Sriwijaya. Sumber ini menjadi pijakan untuk mengkaji mobilisasi manusia dan sumber daya, konsolidasi kekuasaan, serta pembentukan legitimasi politik pada masa itu.

Namun, analisis tersebut perlu dibedakan dari fakta yang secara langsung tercantum dalam prasasti. Kerangka mobilisasi, konsolidasi, dan legitimasi merupakan perangkat analisis masa kini, bukan teori strategi modern yang dapat dinyatakan telah dirumuskan oleh penguasa Sriwijaya.

Geografi Sumatra memberikan konteks penting bagi perkembangan Sriwijaya. Jaringan sungai menghubungkan wilayah pedalaman dengan daerah hilir dan pesisir, sementara pelabuhan menjadi titik pertemuan arus barang dan pelayaran antarkawasan.

Kajian Asyhadi Mufsi Sadzali mengenai sistem perniagaan sungai Sriwijaya membahas keterkaitan wilayah hulu, jalur pengangkutan, pusat pengumpulan komoditas, dan pelabuhan.

Dalam perspektif strategis, hubungan tersebut memperlihatkan bahwa sumber daya baru memiliki nilai ekonomi yang optimal apabila dapat disalurkan melalui jaringan distribusi yang berfungsi. Gangguan pada salah satu mata rantai dapat memengaruhi kelancaran distribusi secara keseluruhan.

Relevansi persoalan ini dapat ditemukan dalam pembahasan modern mengenai logistik, transportasi, pelabuhan, dan ketahanan rantai pasok. Perbandingan tersebut merupakan analisis lintas zaman, bukan penyamaan langsung antara sistem ekonomi abad ke-7 dan sistem logistik masa kini.

Catatan perjalanan pendeta Tiongkok Yijing, yang mengunjungi Sriwijaya pada abad ke-7, serta kajian sejarah mengenai jaringan Samudra Hindia memberikan konteks untuk memahami posisi Sriwijaya dalam hubungan regional.

Kekuatan maritim perlu dilihat melalui beragam unsur, termasuk hubungan dengan pelabuhan, jalur pelayaran, penguasa setempat, serta arus komoditas dan manusia.

Karena itu, istilah “menguasai jalur perdagangan” perlu digunakan secara cermat. Pengaruh terhadap jalur pelayaran, hubungan politik dengan pusat perdagangan, dan penguasaan langsung atas suatu wilayah merupakan hal yang berbeda.

Tidak semua kawasan yang terhubung dengan Sriwijaya dapat serta-merta dianggap berada di bawah kendali administratif langsung kerajaan tersebut. Tingkat pengaruhnya perlu dinilai berdasarkan lokasi, periode, dan bukti sejarah yang tersedia.

Jaringan perdagangan dapat memperkuat kedudukan politik melalui pendapatan, hubungan diplomatik, dan akses terhadap sumber daya. Akan tetapi, manfaat tersebut tidak berlangsung secara otomatis.

Keberlanjutan pengaruh juga bergantung pada kemampuan mengelola hubungan, mempertahankan kepercayaan, menghadapi persaingan, dan menyesuaikan diri terhadap perubahan jalur perdagangan.

Penelitian Kee-Long So mengenai gambaran Sriwijaya dalam sumber-sumber Tiongkok abad ke-12 dan ke-13 membahas persoalan perubahan pola perdagangan dan hegemoni regional. Kajian tersebut menjadi salah satu rujukan untuk menilai perubahan kedudukan Sriwijaya tanpa menyederhanakan kemundurannya menjadi satu penyebab tunggal.

Pendekatan ini menegaskan pentingnya pengujian sumber dan kehati-hatian dalam menyusun kesimpulan sejarah.

Berdasarkan sumber sejarah dan kajian yang dirujuk, tulisan Brigjen (Purn) MJP. Hutagaol mengajukan enam dimensi analisis, yakni geografi strategis, pengelolaan jaringan, mobilisasi sumber daya, hubungan politik, legitimasi dan organisasi, serta adaptasi terhadap perubahan.

Keenam dimensi tersebut merupakan kerangka analisis penulis untuk menguji pelajaran strategis dari sejarah Sriwijaya. Kerangka itu tidak diklaim sebagai doktrin yang diwariskan langsung oleh kerajaan tersebut.

Bagi Indonesia saat ini, pembahasan tersebut membuka sejumlah pertanyaan mengenai keterhubungan wilayah penghasil dengan pelabuhan dan pusat industri, nilai tambah kegiatan maritim, ketahanan distribusi antarpulau, serta penguatan logistik dan kesadaran situasional maritim dalam bidang pertahanan.

Meski demikian, penerapan pelajaran sejarah tetap perlu mempertimbangkan perbedaan mendasar antara Sriwijaya dan Indonesia modern, termasuk struktur negara, teknologi, hukum internasional, serta lingkungan geopolitik.

Melalui seri Strategi Perang Nusantara, Brigjen (Purn) MJP. Hutagaol mengajak pembaca menempatkan sejarah sebagai bahan kajian untuk mengembangkan pemikiran strategis, bukan sekadar sumber kebanggaan masa lalu.

Seri berikutnya dijadwalkan membahas Raden Wijaya pada 1293, khususnya dinamika menghadapi Jayakatwang, pemanfaatan kedatangan pasukan Mongol, dan perubahan aliansi yang berujung pada perlawanan terhadap pasukan tersebut.

Pembahasan itu akan menyoroti cara membaca situasi, menentukan waktu, memanfaatkan perubahan keadaan, dan mengambil keputusan di tengah persaingan kekuasaan.

Melalui kajian yang bertumpu pada sumber sejarah dan analisis kritis, pengalaman masa lalu diharapkan dapat memperkaya pemahaman mengenai hubungan antara geografi, sumber daya, jaringan, dan kekuasaan.

Suwoto

Jurnalis :

Bergabung di Media Suara Mabes (MSM) sejak tanggal 26 April 2021 sebagai Redaktur. Email : suwoto@mediasuaramabes.co.id

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ditresnarkoba Polda Kepri Berhasil Mengungkap 7 Kasus Narkotika Dalam Pekan Pertama Juli 2026 photo_camera 6

    Ditresnarkoba Polda Kepri Berhasil Mengungkap 7 Kasus Narkotika Dalam Pekan Pertama Juli 2026

    • calendar_month Rabu, 8 Jul 2026
    • account_circle Agus Salim
    • visibility 148
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Batam – Sepanjang periode minggu pertama Juli 2026, yakni 28 Juni hingga 4 Juli 2026, Ditresnarkoba Polda Kepri berhasil mengungkap 7 kasus tindak pidana narkotika dengan mengamankan 8 orang tersangka serta menyita berbagai barang bukti narkotika dan obat berbahaya. Selasa (7/7/2026). Dalam keterangannya, Dirresnarkoba Polda Kepri Kombes Pol. Suyono, S.I.K.,S.H.,M.H., melalui Kabidhumas Polda […]

  • DANAU TOBA DAN LAHIRNYA PERADABAN BATAK: Menjaga Akar Budaya di Tengah Perubahan Zaman

    DANAU TOBA DAN LAHIRNYA PERADABAN BATAK: Menjaga Akar Budaya di Tengah Perubahan Zaman

    • calendar_month Senin, 22 Jun 2026
    • account_circle Suwoto
    • visibility 310
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes, Jakarta – Danau Toba tidak hanya dikenal sebagai danau vulkanik terbesar di Asia Tenggara, tetapi juga diyakini sebagai ruang tumbuh dan berkembangnya peradaban masyarakat Batak yang telah bertahan selama berabad-abad. Dalam sebuah tulisan reflektif bertajuk “Danau Toba dan Lahirnya Peradaban Batak”, Brigjen TNI (Purn.) MJP Hutagaol menegaskan bahwa alam, budaya, adat, serta nilai-nilai luhur […]

  • Semarak Hari Bhayangkara ke-80, Ratusan Pelari Meriahkan Ketapang Bhayangkara Run 2026 dan Launching Car Free Day photo_camera 2

    Semarak Hari Bhayangkara ke-80, Ratusan Pelari Meriahkan Ketapang Bhayangkara Run 2026 dan Launching Car Free Day

    • calendar_month Minggu, 12 Jul 2026
    • account_circle A'ang Sanjaya
    • visibility 174
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Ketapang, Kalbar – Semangat hidup sehat dan kebersamaan mewarnai pelaksanaan Ketapang Bhayangkara Run 2026 yang dirangkaikan dengan Launching Car Free Day (CFD) Kabupaten Ketapang, Minggu (12/7/2026) pagi. Kegiatan yang dipusatkan di halaman Citimall Ketapang, Jalan Gatot Subroto, Desa Payak Kumang, Kecamatan Delta Pawan, ini diikuti sekitar 687 peserta dari berbagai kalangan. Acara tersebut […]

  • Mengambil Ibroh dari Kisah Nabi Ibrahim AS dan Keluarganya, Dalam Menghadapi Ujian Hidup & Mendidik Anak

    Mengambil Ibroh dari Kisah Nabi Ibrahim AS dan Keluarganya, Dalam Menghadapi Ujian Hidup & Mendidik Anak

    • calendar_month Jumat, 29 Mei 2026
    • account_circle Hapzon Effendi
    • visibility 352
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes, Cileungsi – Khatib Jumat Masjid Rabiatul Adawiyah, Cileungsi, Ustadz Sa’adul Hay, Lc., mengajak jamaah untuk mengambil pelajaran (ibroh) dari kisah Nabi Ibrahim AS dan keluarganya dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan serta dalam mendidik anak-anak agar tumbuh menjadi generasi yang beriman dan bertakwa kepada Allah SWT. Dalam khutbah Jumat yang disampaikan pada Jumat, 29 Mei […]

  • Bapak Saya Baru Meninggal, PT NPR Garap Lahan Kami Tanpa Izin, Dimana Rasa Keadilan Di Negeri Ini photo_camera 2

    Bapak Saya Baru Meninggal, PT NPR Garap Lahan Kami Tanpa Izin, Dimana Rasa Keadilan Di Negeri Ini

    • calendar_month Sabtu, 23 Mei 2026
    • account_circle Ron
    • visibility 346
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes, Barito Utara – Tangis pilu anak berusia 7 tahun pecah saat menyaksikan kebun karet yang ditanam bersama mendiang ayahnya kini digarap PT Nusa Persada Resources (NPR) tanpa ganti rugi. Eno, bocah laki-laki yang beberapa tahun terakhir sering ikut ayahnya tinggal di lahan, menangis di depan awak media setelah mengetahui sebagian kebun karet mereka telah […]

  • Supriyono Terpilih Secara Aklamasi sebagai Komandan Pleton Linmas Guyangan, Bangsri, Jepara

    Supriyono Terpilih Secara Aklamasi sebagai Komandan Pleton Linmas Guyangan, Bangsri, Jepara

    • calendar_month Minggu, 27 Sep 2026
    • account_circle Supriyono
    • visibility 102
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Jepara – Supriyono terpilih secara aklamasi sebagai Komandan Pleton (Danton) Satuan Perlindungan Masyarakat (Linmas) Desa Guyangan, Kecamatan Bangsri, Kabupaten Jepara. Pemilihan tersebut berlangsung dalam rapat koordinasi dan musyawarah anggota Linmas yang digelar di Balai Desa Guyangan, Sabtu malam, 26 September 2026. Pemilihan Danton dilakukan menyusul berakhirnya masa tugas Komandan Pleton Linmas sebelumnya, Sukendro. […]

expand_less