Menpora Erick: Turnamen Predator-PBC Indonesia International Open 2026 Jadi Ajang Lahirkan Atlet Biliar Berkualitas
- account_circle Tjipto Hartono
- calendar_month Kamis, 16 Jul 2026
- visibility 266
- comment 0 komentar
- print Cetak

(foto:Herry/kemenpora.go.id)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MediaSuaraMabes | Jakarta – Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI), Erick Thohir, menegaskan pentingnya penyelenggaraan turnamen sebagai sarana mencetak atlet-atlet biliar berkualitas yang mampu bersaing di tingkat internasional. Hal tersebut disampaikannya saat menjadi narasumber dalam konferensi pers turnamen Predator-PBC Indonesia International Open 2026 di iNews Tower, Jakarta, Kamis (4/6).
Menurut Erick, pembinaan atlet tidak cukup hanya mengandalkan pemusatan latihan nasional (Pelatnas), tetapi harus didukung dengan kompetisi yang berkelanjutan.
“Dengan banyaknya turnamen seperti ini akan melahirkan atlet-atlet baru berkualitas. Kami memiliki pelatnas untuk multieven yang bekerja sama dengan KOI dan KONI, tetapi itu tidak cukup jika tidak ada kompetisi,” ujar Erick.
Turnamen Predator-PBC Indonesia International Open 2026 dijadwalkan berlangsung di Pro Billiard Center (PBC) iNews Tower, Jakarta Pusat, pada 29 Juni hingga 4 Juli 2026. Kejuaraan bergengsi tersebut akan diikuti 128 atlet biliar dunia dari lebih dari 20 negara dengan total hadiah mencapai 100.000 dolar Amerika Serikat.
Menpora berharap kejuaraan internasional tersebut dapat menjadi momentum bagi atlet Indonesia untuk meningkatkan kemampuan sekaligus menambah pengalaman bertanding menghadapi pebiliar dunia.
“Saya harap dengan kompetisi ini para atlet memiliki kesempatan luar biasa untuk meningkatkan prestasi biliar Indonesia, dan semoga mampu meraih medali emas pada Asian Games di Jepang,” katanya.
Selain membahas pembinaan atlet, Erick juga menekankan bahwa pembangunan olahraga nasional memerlukan kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat.
Ia mengapresiasi peran sektor swasta yang terus berinvestasi dalam pengembangan olahraga Indonesia. Di sisi lain, Kementerian Pemuda dan Olahraga juga terus melakukan berbagai deregulasi guna mempermudah ekosistem olahraga nasional.
Menurutnya, pemerintah telah mencabut Permen Nomor 14 Tahun 2024 dan menggantinya dengan regulasi baru yang lebih adaptif terhadap kebutuhan para pemangku kepentingan. Selain itu, Kemenpora juga berhasil menyederhanakan 191 regulasi menjadi empat aturan utama serta memangkas sekitar 1.500 pasal menjadi 600 pasal guna menciptakan tata kelola yang lebih efektif.
Sementara itu, Ketua Umum PB POBSI, Hary Tanoesoedibjo, menilai olahraga biliar di Indonesia menunjukkan perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Ia menyebut kompetisi menjadi faktor utama dalam meningkatkan kualitas atlet nasional.
“Biliar berkembang cukup pesat. Salah satu yang bisa memicu perkembangan itu adalah kompetisi, mulai dari tingkat daerah, nasional hingga akhirnya berani menyelenggarakan kejuaraan internasional,” ujarnya.
Hal senada disampaikan atlet biliar nasional Jeffry Zen. Ia mengaku kejuaraan internasional yang digelar di Indonesia menjadi kesempatan berharga bagi para atlet untuk mengukur kemampuan sekaligus memperoleh pengalaman bertanding melawan pemain-pemain terbaik dunia.
“Kompetisi seperti inilah yang diinginkan para pebiliar Indonesia. Kami sangat mengapresiasi PB POBSI yang menghadirkan event bertaraf internasional. Ini akan menjadi wadah pembinaan generasi muda dan meningkatkan mental bertanding atlet Indonesia,” kata Jeffry.
Konferensi pers tersebut turut dihadiri CEO Pro Billiard Center Kevin Sanjaya, Sekretaris Jenderal KONI Pusat Lukman Djajadikusuma, serta Exco KOI Endri Erawan.
Melalui penyelenggaraan Predator-PBC Indonesia International Open 2026, Indonesia diharapkan semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu pusat perkembangan olahraga biliar di kawasan Asia, sekaligus membuka peluang lahirnya atlet-atlet berprestasi yang mampu mengharumkan nama bangsa di ajang internasional.
(Tjipto Hartono)
Jurnalis : Tjipto Hartono
Bergabung di Media Suara Mabes (MSM) sejak tanggal 2 Juni 2023 sebagai Jurnalis / Reporter Pusat. Email : tjipto.hartono@mediasuaramabes.co.id

Saat ini belum ada komentar