Breaking News
light_mode
Trending HasTags
Beranda » Organisasi » Ivan Haikal: Demokrasi Terancam, Pemuda Harus Tegak Luruskan Kebenaran & Kawal Amanah Reformasi

Ivan Haikal: Demokrasi Terancam, Pemuda Harus Tegak Luruskan Kebenaran & Kawal Amanah Reformasi

  • account_circle Muhammad Yaman
  • calendar_month 9 jam yang lalu
  • visibility 20
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MediaSuaraMabes, Bukittinggi – Menjelang genap 28 tahun perjalanan Reformasi, Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII) menggelar ruang refleksi besar bertajuk Nonton Bareng dan Diskusi Publik film Di Balik 98. Acara yang berlangsung khidmat ini menghadirkan Forkopimda,tokoh pentolan Reformasi, akademisi, pemuka adat dan agama, serta mahasiswa dan pemuda.

Di tengah gelaran yang sarat pesan sejarah dan nilai kebangsaan ini, Ivan Haikal tampil menegaskan posisi kritisnya: bahwa semangat perubahan harus terus dikumandangkan, sementara ancaman nyata terhadap demokrasi kini kian terang tampak di depan mata.

Sebagai sosok yang pernah terjun langsung meruntuhkan tembok kekuasaan lama dan hingga kini masih menjadi momok, Ivan Haikal mengawali pemaparannya dengan mengutip firman Allah SWT dalam Surah Ar-Ra’d ayat 11 sebagai landasan mutlak peradaban: “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri.”

Dengan lantang dan penuh keyakinan, Ivan mengingatkan: “Seperti cahaya matahari yang pasti terbit, perubahan tak bisa dibendung oleh siapa pun. Sejarah telah mencatat dengan tinta emas: perubahan besar di tahun 1945, 1965, hingga 1998, selalu digerakkan oleh kekuatan utama yang sama, yaitu pemuda. Maka jangan pernah takut untuk berbicara kebenaran, karena diam di hadapan kesalahan sama saja membiarkan kezaliman beranak-pinak.”

Namun, nada suaranya berubah menjadi peringatan keras saat menyoroti realitas hari ini. Menurutnya, demokrasi yang diperjuangkan dengan darah dan air mata itu kini berada di ujung tanduk.

“Coba kita lihat fakta di depan mata: ada upaya pelarangan penayangan film sejarah seperti ini, ada institusi yang seolah menutup rapat telinganya dari suara kritik, muncul wacana pemakzulan yang justru dijawab dengan ancaman penjara, hingga gejala sentralisasi kekuasaan yang perlahan namun pasti merampas kembali kewenangan daerah. Padahal, otonomi daerah adalah janji suci Reformasi 1998 yang harus dijaga agar kekuasaan tidak lagi menumpuk di satu tangan,” tegas Ivan.

Ia juga menyoroti sejumlah isu strategis yang mengancam jati diri bangsa, mulai dari wacana sekularisasi, rancangan sistem pemilihan kepala daerah yang dianggap berpotensi melemahkan kedaulatan rakyat, hingga ketakutan para calon pemimpin untuk berbicara jujur karena terikat kepentingan partai pengusung.

Ivan melontarkan pertanyaan tajam yang menggema di ruangan: “Pertanyaan besar kita bersama: apakah kekuatan militer masih menjadi bayang-bayang ancaman bagi demokrasi sipil kita? Harus ditegaskan dengan tegas dan lantang: presiden atau pemimpin mana pun, tidak berhak dan tidak boleh membungkam kebebasan berekspresi.

Kebenaran harus bisa disampaikan tanpa rasa takut, dan jika ada penyimpangan yang nyata, hukum haruslah tegak lurus, tidak boleh ditekuk oleh kekuasaan apa pun.”

Menanggapi kecenderungan pembatasan ruang kebebasan berpendapat, Ivan menegaskan sikap tegas kaum muda: “Tidak ada larangan bagi kita untuk menonton sejarah atau menyuarakan kebenaran, selama itu berada dalam koridor kritis dan bertujuan membangun peradaban yang lebih baik.

Perubahan hanya akan terjadi ketika negara berjalan pada rel konstitusi yang benar. Kami berterima kasih atas apresiasi terhadap momen sejarah berharap Dinas Pemuda dan Olahraga dan kesbangpol serta lembaga terkait memastikan negara tetap berjalan di jalur yang benar lewat kritik yang membangun, bukan dengan cara membungkam mulut rakyat.

Di sesi yang sama, Buya Marpendi hadir memperkaya diskusi dengan pandangan mendalam mengenai politik, kebijakan, dan krisis karakter pemimpin bangsa yang menjadi tantangan terberat pasca-Reformasi.

Menurut Buya, kemasyarakatan sering kali menjadi korban kebijakan, namun dari situlah lahir pembelajaran paling berharga. Ia menyoroti bahwa politik sesungguhnya telah dirancang jauh dari awal, bahkan fenomena hingga mekanisme Pemilihan Kepala Daerah yang kini sarat tanda tangan pimpinan partai, telah menjauhkan kita dari esensi demokrasi sejati.

“Kita telah lupa satu hal yang sangat fundamental: bagaimana cara menciptakan negarawan yang sejati.

Hari ini, kenegarawanan adalah sesuatu yang sangat langka, ibarat benda pusaka yang hampir hilang ditelan zaman.

Kita kekurangan pemimpin yang berpikir jernih demi menyejahterakan negeri, yang mampu merasakan pahit getirnya kehidupan masyarakat seolah itu adalah penderitaan dirinya sendiri. Penguasa tidak boleh terlalu lepas, terpisah jauh, dan merasa lebih tinggi dari rakyatnya,” urai Buya Marpendi dengan nada penuh keprihatinan.

Dafriyon, Akademisi sekaligus Penalis menegaskan mahasiswa harus berjiwa kuat dan tangguh, meneladani semangat pengorbanan bangsa Iran yang menanamkan nilai syahid demi kebenaran sejak dini. Karakter yang konsisten, patriotik, dan siap melayani masyarakat adalah syarat utama, seraya mengingatkan pesan tegas: jangan pernah memuliakan pemimpin, karena banyak di antaranya hanyalah budak kekuasaan dan kepentingan.

Ia mengajak kemandirian demi menjaga idealisme, berani melawan ketidakadilan, dan tetap menyuarakan kebenaran meski data dan fakta belum mampu mewujudkan keadilan yang nyata di tengah kondisi sosial yang masih memprihatinkan.

Mahasiswa sejati lahir dari proses panjang, harus jujur, dan memiliki mental baja, yang salah satu kuncinya adalah berdikari serta tidak menggantungkan hidup pada orang tua.

Ia juga menyoroti ironi bangsa ini: negara lain seperti Iran mampu menciptakan teknologi dan kekuatan sendiri, sementara Indonesia kerap merasa cukup hanya dengan pujian tanpa membangun kemandirian.

Dafriyon juga menyesalkan langkanya negarawan sejati saat ini, di mana segala hal seolah dijalankan dengan uang, padahal kebijaksanaan dan nurani manusiawi kedudukannya jauh lebih tinggi dibandingkan sekadar aturan tertulis.

Di akhir pesannya, Dafriyon mengingatkan agar semangat berjuang tetap dikobarkan dan semangat mati syahid terus ditanamkan dalam dada. Gerakan mahasiswa harus tumbuh menjadi kekuatan yang matang, dewasa, dan senantiasa bersatu, dengan segala tindakan yang didasari kejujuran dan keikhlasan semata-mata karena Allah SWT. Perjuangan tidak boleh berhenti, sebab cita-cita Reformasi belum selesai dan keadilan masih menunggu untuk ditegakkan sepenuhnya.

Ridwan, Ketua Cabang GPII menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar mengenang masa lalu, melainkan mempertajam kesadaran masa kini. “Kita refleksikan kembali semangat para pejuang masa lalu, yang hingga hari ini harus terus dikumandangkan agar nilai-nilai itu tetap hidup dan diwariskan kepada generasi selanjutnya ” ujarnya membuka jalan diskusi yang mendalam.

(Fk/YamanLbs)

Muhammad Yaman

Penulis

Bergabung di Media Suara Mabes (MSM) sejak tanggal 18 April 2024 sebagai Jurnalis Kab. Agam - Sumatera Barat. Email : muhammad.yaman@mediasuaramabes.co.id

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Seminar Internasional Air Power, Transformasi Air Power Guna Mewujudkan TNI Angkatan Udara Yang Disegani di Kawasan

    Seminar Internasional Air Power, Transformasi Air Power Guna Mewujudkan TNI Angkatan Udara Yang Disegani di Kawasan

    • calendar_month Rabu, 1 Apr 2026
    • account_circle Suwoto
    • visibility 10
    • 0Komentar

    SuaraMabes, Lembang – Seminar Internasional Air Power Tahun 2021 dalam menyambut peringatan HUT ke-75 TNI AU mengangkat tema “Transformasi Air Power Guna Mewujudkan TNI Angkatan Udara yang Disegani di Kawasan”, yang diselenggarakan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Udara (Seskoau), Lembang, Rabu (31/3/2021). Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo, S.E., M.P.P., menyampaikan, dalam […]

  • TTI Desak KPK Tindaklanjuti Dugaan Penyimpangan Dana Pokir Tahun Anggaran 2025

    TTI Desak KPK Tindaklanjuti Dugaan Penyimpangan Dana Pokir Tahun Anggaran 2025

    • calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
    • account_circle Hanafiah
    • visibility 32
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes, Banda Aceh – Transparansi Tender Indonesia (TTI) mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menindaklanjuti berbagai laporan masyarakat terkait dugaan penyimpangan dalam pengelolaan dana pokok pikiran (pokir) dewan Tahun Anggaran 2025 di Aceh. Koordinator TTI, Nasruddin Bahar, menyebut dugaan penyimpangan tersebut mencakup paket bantuan dan proyek fisik yang diduga tidak sesuai spesifikasi, volume, hingga kualitas […]

  • Peringatan Keras Diberikan Bupati Gunungkidul Setelah Ada Vidio Warga Ngalang Viral Yang Mengatakan Bupati Picek

    Peringatan Keras Diberikan Bupati Gunungkidul Setelah Ada Vidio Warga Ngalang Viral Yang Mengatakan Bupati Picek

    • calendar_month Jumat, 27 Feb 2026
    • account_circle Eko Priyanto
    • visibility 13
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes, Gunungkidul – Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, menegaskan bahwa penanganan sengketa tanah di Kalurahan Ngalang, Kapanewon Gedangsari, Kabupaten Gunungkidul, dilakukan sesuai kewenangan dan mekanisme hukum yang berlaku. Hal tersebut disampaikan dalam tanggapannya pada Jumat (27/2/2026). Bupati Gunungkidul yang akrab disapa Mbak Endah itu menyatakan, pemerintah daerah telah bergerak cepat merespons aspirasi masyarakat, khususnya terkait […]

  • Polres Indramayu Menyambut HUT Bhayangkara Ke 75 Menggelar Vaksinasi Massal 3:03 Play Button

    Polres Indramayu Menyambut HUT Bhayangkara Ke 75 Menggelar Vaksinasi Massal

    • calendar_month Sabtu, 26 Jun 2021
    • account_circle Redaksi MSM
    • visibility 22
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes, Indramyu – Polres Indramayu-Dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara Ke – 75 Polsek Haurgeulis Bersama Unsur Muspika Haurgeulis menggelar vaksinasi massal bertempat di tiga titik UPTD Puskesmas Kecamatan Kabupaten Indramayu,Sabtu (26/06/2021). Kapolsek Haurgeulis AKP Ahmad Nurahmad, mengatakan bahwa target hari ini sekitar 600 orang yang akan divaksin, dengan melibatkan kurang lebih 150 tenaga keseharan dari […]

  • Kasat Narkoba Polres Ketapang Bersama Kapolsek Delta Pawan Laksanakan Penyuluhan Kampung Bersinar dan Sosialisasi Bahaya Narkoba di Desa Kalinilam

    Kasat Narkoba Polres Ketapang Bersama Kapolsek Delta Pawan Laksanakan Penyuluhan Kampung Bersinar dan Sosialisasi Bahaya Narkoba di Desa Kalinilam

    • calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
    • account_circle A'ang Sanjaya
    • visibility 24
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes, Ketapang Kalbar – Dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya penyalahgunaan narkotika, Kasat Narkoba Polres Ketapang AKP Dewa Made Surita, S.H., bersama Kapolsek Delta Pawan Iptu Hendra Gunawan, S.H., didampingi personel Sat Narkoba, anggota Polsek Delta Pawan serta Bhabinkamtibmas melaksanakan kegiatan Penyuluhan Kampung Bersinar (Bersih Narkoba) dan sosialisasi pencegahan bahaya serta penyalahgunaan narkoba di […]

  • Dr Herman Hofi Munawar SH.MH Mengapresiasi Langkah Cepat Polres Ketapang Tangani Kasus Dugaan Korupsi Kades Riam Bunut

    Dr Herman Hofi Munawar SH.MH Mengapresiasi Langkah Cepat Polres Ketapang Tangani Kasus Dugaan Korupsi Kades Riam Bunut

    • calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
    • account_circle A'ang Sanjaya
    • visibility 35
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes, Ketapang – Langkah responsif Polres Ketapang Kalbar,dalam menangani kasus dugaan korupsi Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) serta Pendapatan Asli Desa (PADes) Riam Bunut, Kecamatan Sungai Laur, patut mendapatkan apresiasi setinggi-tingginya dari seluruh elemen masyarakat. “Tindakan korps penegak hukum ini menjadi bukti nyata bahwa jargon “Polri Presisi” bukan sekadar slogan, melainkan komitmen kerja nyata […]

expand_less