Breaking News
light_mode
Trending HasTags
Beranda » Organisasi » Ivan Haikal: Demokrasi Terancam, Pemuda Harus Tegak Luruskan Kebenaran & Kawal Amanah Reformasi

Ivan Haikal: Demokrasi Terancam, Pemuda Harus Tegak Luruskan Kebenaran & Kawal Amanah Reformasi

  • account_circle Muhammad Yaman
  • calendar_month Jumat, 22 Mei 2026
  • visibility 146
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MediaSuaraMabes, Bukittinggi – Menjelang genap 28 tahun perjalanan Reformasi, Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII) menggelar ruang refleksi besar bertajuk Nonton Bareng dan Diskusi Publik film Di Balik 98. Acara yang berlangsung khidmat ini menghadirkan Forkopimda,tokoh pentolan Reformasi, akademisi, pemuka adat dan agama, serta mahasiswa dan pemuda.

Di tengah gelaran yang sarat pesan sejarah dan nilai kebangsaan ini, Ivan Haikal tampil menegaskan posisi kritisnya: bahwa semangat perubahan harus terus dikumandangkan, sementara ancaman nyata terhadap demokrasi kini kian terang tampak di depan mata.

Sebagai sosok yang pernah terjun langsung meruntuhkan tembok kekuasaan lama dan hingga kini masih menjadi momok, Ivan Haikal mengawali pemaparannya dengan mengutip firman Allah SWT dalam Surah Ar-Ra’d ayat 11 sebagai landasan mutlak peradaban: “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri.”

Dengan lantang dan penuh keyakinan, Ivan mengingatkan: “Seperti cahaya matahari yang pasti terbit, perubahan tak bisa dibendung oleh siapa pun. Sejarah telah mencatat dengan tinta emas: perubahan besar di tahun 1945, 1965, hingga 1998, selalu digerakkan oleh kekuatan utama yang sama, yaitu pemuda. Maka jangan pernah takut untuk berbicara kebenaran, karena diam di hadapan kesalahan sama saja membiarkan kezaliman beranak-pinak.”

Namun, nada suaranya berubah menjadi peringatan keras saat menyoroti realitas hari ini. Menurutnya, demokrasi yang diperjuangkan dengan darah dan air mata itu kini berada di ujung tanduk.

“Coba kita lihat fakta di depan mata: ada upaya pelarangan penayangan film sejarah seperti ini, ada institusi yang seolah menutup rapat telinganya dari suara kritik, muncul wacana pemakzulan yang justru dijawab dengan ancaman penjara, hingga gejala sentralisasi kekuasaan yang perlahan namun pasti merampas kembali kewenangan daerah. Padahal, otonomi daerah adalah janji suci Reformasi 1998 yang harus dijaga agar kekuasaan tidak lagi menumpuk di satu tangan,” tegas Ivan.

Ia juga menyoroti sejumlah isu strategis yang mengancam jati diri bangsa, mulai dari wacana sekularisasi, rancangan sistem pemilihan kepala daerah yang dianggap berpotensi melemahkan kedaulatan rakyat, hingga ketakutan para calon pemimpin untuk berbicara jujur karena terikat kepentingan partai pengusung.

Ivan melontarkan pertanyaan tajam yang menggema di ruangan: “Pertanyaan besar kita bersama: apakah kekuatan militer masih menjadi bayang-bayang ancaman bagi demokrasi sipil kita? Harus ditegaskan dengan tegas dan lantang: presiden atau pemimpin mana pun, tidak berhak dan tidak boleh membungkam kebebasan berekspresi.

Kebenaran harus bisa disampaikan tanpa rasa takut, dan jika ada penyimpangan yang nyata, hukum haruslah tegak lurus, tidak boleh ditekuk oleh kekuasaan apa pun.”

Menanggapi kecenderungan pembatasan ruang kebebasan berpendapat, Ivan menegaskan sikap tegas kaum muda: “Tidak ada larangan bagi kita untuk menonton sejarah atau menyuarakan kebenaran, selama itu berada dalam koridor kritis dan bertujuan membangun peradaban yang lebih baik.

Perubahan hanya akan terjadi ketika negara berjalan pada rel konstitusi yang benar. Kami berterima kasih atas apresiasi terhadap momen sejarah berharap Dinas Pemuda dan Olahraga dan kesbangpol serta lembaga terkait memastikan negara tetap berjalan di jalur yang benar lewat kritik yang membangun, bukan dengan cara membungkam mulut rakyat.

Di sesi yang sama, Buya Marpendi hadir memperkaya diskusi dengan pandangan mendalam mengenai politik, kebijakan, dan krisis karakter pemimpin bangsa yang menjadi tantangan terberat pasca-Reformasi.

Menurut Buya, kemasyarakatan sering kali menjadi korban kebijakan, namun dari situlah lahir pembelajaran paling berharga. Ia menyoroti bahwa politik sesungguhnya telah dirancang jauh dari awal, bahkan fenomena hingga mekanisme Pemilihan Kepala Daerah yang kini sarat tanda tangan pimpinan partai, telah menjauhkan kita dari esensi demokrasi sejati.

“Kita telah lupa satu hal yang sangat fundamental: bagaimana cara menciptakan negarawan yang sejati.

Hari ini, kenegarawanan adalah sesuatu yang sangat langka, ibarat benda pusaka yang hampir hilang ditelan zaman.

Kita kekurangan pemimpin yang berpikir jernih demi menyejahterakan negeri, yang mampu merasakan pahit getirnya kehidupan masyarakat seolah itu adalah penderitaan dirinya sendiri. Penguasa tidak boleh terlalu lepas, terpisah jauh, dan merasa lebih tinggi dari rakyatnya,” urai Buya Marpendi dengan nada penuh keprihatinan.

Dafriyon, Akademisi sekaligus Penalis menegaskan mahasiswa harus berjiwa kuat dan tangguh, meneladani semangat pengorbanan bangsa Iran yang menanamkan nilai syahid demi kebenaran sejak dini. Karakter yang konsisten, patriotik, dan siap melayani masyarakat adalah syarat utama, seraya mengingatkan pesan tegas: jangan pernah memuliakan pemimpin, karena banyak di antaranya hanyalah budak kekuasaan dan kepentingan.

Ia mengajak kemandirian demi menjaga idealisme, berani melawan ketidakadilan, dan tetap menyuarakan kebenaran meski data dan fakta belum mampu mewujudkan keadilan yang nyata di tengah kondisi sosial yang masih memprihatinkan.

Mahasiswa sejati lahir dari proses panjang, harus jujur, dan memiliki mental baja, yang salah satu kuncinya adalah berdikari serta tidak menggantungkan hidup pada orang tua.

Ia juga menyoroti ironi bangsa ini: negara lain seperti Iran mampu menciptakan teknologi dan kekuatan sendiri, sementara Indonesia kerap merasa cukup hanya dengan pujian tanpa membangun kemandirian.

Dafriyon juga menyesalkan langkanya negarawan sejati saat ini, di mana segala hal seolah dijalankan dengan uang, padahal kebijaksanaan dan nurani manusiawi kedudukannya jauh lebih tinggi dibandingkan sekadar aturan tertulis.

Di akhir pesannya, Dafriyon mengingatkan agar semangat berjuang tetap dikobarkan dan semangat mati syahid terus ditanamkan dalam dada. Gerakan mahasiswa harus tumbuh menjadi kekuatan yang matang, dewasa, dan senantiasa bersatu, dengan segala tindakan yang didasari kejujuran dan keikhlasan semata-mata karena Allah SWT. Perjuangan tidak boleh berhenti, sebab cita-cita Reformasi belum selesai dan keadilan masih menunggu untuk ditegakkan sepenuhnya.

Ridwan, Ketua Cabang GPII menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar mengenang masa lalu, melainkan mempertajam kesadaran masa kini. “Kita refleksikan kembali semangat para pejuang masa lalu, yang hingga hari ini harus terus dikumandangkan agar nilai-nilai itu tetap hidup dan diwariskan kepada generasi selanjutnya ” ujarnya membuka jalan diskusi yang mendalam.

(Fk/YamanLbs)

Muhammad Yaman

Jurnalis :

Bergabung di Media Suara Mabes (MSM) sejak tanggal 18 April 2024 sebagai Jurnalis Kab. Agam - Sumatera Barat. Email : muhammad.yaman@mediasuaramabes.co.id

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kegiatan Vaksinasi Digelar di SDN 02 Setiamulya, Orang Tua Murid Turut Hadir

    Kegiatan Vaksinasi Digelar di SDN 02 Setiamulya, Orang Tua Murid Turut Hadir

    • calendar_month Kamis, 17 Sep 2026
    • account_circle Aan Hermawan
    • visibility 101
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Setiamulya — Kegiatan vaksinasi digelar di SDN 02 Setiamulya, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, pada Rabu (16/9/2026). Pelaksanaan kegiatan berlangsung di salah satu ruangan kelas. Dalam kegiatan tersebut, sejumlah orang tua murid turut hadir mendampingi anak-anak mereka selama pelaksanaan vaksinasi berlangsung. Kehadiran orang tua murid menjadi bagian dari pendampingan selama kegiatan yang dilaksanakan di […]

  • Dua Perwira Marinir TNI AL Raih Prestasi Gemilang di Pendidikan Strategis PLA Navy China photo_camera 2

    Dua Perwira Marinir TNI AL Raih Prestasi Gemilang di Pendidikan Strategis PLA Navy China

    • calendar_month Selasa, 28 Jul 2026
    • account_circle Suwoto
    • visibility 212
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | China — Dua perwira Korps Marinir TNI Angkatan Laut, Kolonel Mar Hervianto Nugroho dan Kolonel Mar Anthonius Temmy Irawan, berhasil menorehkan prestasi membanggakan di tingkat internasional setelah menyelesaikan Pendidikan Senior Navy Command di Naval Command College (NCC) PLA Navy, Nanjing, China, Kamis (23/7/2026). Pendidikan tersebut merupakan program strategis yang setara dengan pendidikan Sesko […]

  • TTI Desak Kajati Aceh Baru Perkuat Pemberantasan Korupsi di Proyek Strategis

    TTI Desak Kajati Aceh Baru Perkuat Pemberantasan Korupsi di Proyek Strategis

    • calendar_month Kamis, 23 Jul 2026
    • account_circle Hanafiah
    • visibility 149
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Aceh – Pergantian kepemimpinan di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh mendapat perhatian dari Transparansi Tender Indonesia (TTI). Organisasi tersebut berharap Kepala Kejaksaan Tinggi Aceh yang baru, Teuku Rahmatsyah, dapat memperkuat upaya pemberantasan korupsi, terutama pada sektor pengadaan barang dan jasa serta proyek-proyek strategis di Aceh. “Harapan kami, di bawah kepemimpinan Kajati yang baru, Kejati […]

  • Sapa 400 Ribu Buruh di Monas, Presiden Prabowo: ‘Saya Bersumpah Berjuang untuk Rakyat photo_camera 4

    Sapa 400 Ribu Buruh di Monas, Presiden Prabowo: ‘Saya Bersumpah Berjuang untuk Rakyat

    • calendar_month Sabtu, 2 Mei 2026
    • account_circle Sudarnarto
    • visibility 106
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menghadiri Peringatan Hari Buruh Internasional yang digelar di kawasan Lapangan Silang Monumen Nasional (Monas), Jakarta, pada Jumat, 1 Mei 2026. Sejak subuh, kawasan Monas telah dipadati oleh 400 ribu buruh dari berbagai daerah yang datang untuk menyuarakan aspirasi, sekaligus merayakan momentum solidaritas buruh. Kepala Negara yang tiba melalui pintu […]

  • Pengadaan Laptop Dayah Bustanul Huda Disorot, Diduga Tidak Sesuai Spesifikasi Kontrak

    Pengadaan Laptop Dayah Bustanul Huda Disorot, Diduga Tidak Sesuai Spesifikasi Kontrak

    • calendar_month Kamis, 28 Mei 2026
    • account_circle Hanafiah
    • visibility 258
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes, Aceh Timur – Pengadaan enam unit laptop untuk Dayah Bustanul Huda, Gampong Alue Cek Doi, Kecamatan Julok, Kabupaten Aceh Timur, menjadi perhatian publik setelah hasil uji petik fisik diduga menunjukkan ketidaksesuaian dengan spesifikasi yang tercantum dalam dokumen kontrak. Berdasarkan dokumen pengadaan yang diperoleh, Dinas Pendidikan Dayah Aceh menunjuk CV Indobina Karya sebagai pelaksana pekerjaan dengan […]

  • Polwan Peduli Stunting, Polwan Polda Papua Barat Hadir Untuk Dukung Percepatan Penurunan Stunti

    Polwan Peduli Stunting, Polwan Polda Papua Barat Hadir Untuk Dukung Percepatan Penurunan Stunti

    • calendar_month Jumat, 21 Agt 2026
    • account_circle Supardi
    • visibility 167
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Manokwari – Dalam rangka memperingati Hari Jadi Polwan (HJP) ke-78 Tahun 2026, Polwan Polda Papua Barat melaksanakan kegiatan Polwan Peduli Stunting sebagai bentuk kepedulian dan kontribusi Polri dalam mendukung program pemerintah dalam upaya pencegahan dan percepatan penurunan angka stunting serta meningkatkan kesehatan dan pemenuhan gizi bagi anak-anak. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Rabu,(19/08/2026).mulai pukul […]

expand_less