Breaking News
light_mode
Trending HasTags
Beranda » Ekonomi & Bisnis » Investasi Tambak Udang Rp30 Miliar Masuk Beltim, Target Produksi 50 Ton per Bulan

Investasi Tambak Udang Rp30 Miliar Masuk Beltim, Target Produksi 50 Ton per Bulan

  • account_circle Ramlie Arbaie
  • calendar_month 17 jam yang lalu
  • visibility 198
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MediaSuaraMabes | Manggar, Beltim — Investasi budidaya udang modern senilai Rp30 miliar mulai beroperasi di Kabupaten Belitung Timur (Beltim), Kepulauan Bangka Belitung. Mengusung teknologi ramah lingkungan berbasis Recirculating Aquaculture System (RAS), proyek ini diklaim menjadi yang pertama di Indonesia dengan konsep pengolahan limbah tanpa membuangnya ke laut.

Fasilitas budidaya tersebut mulai memasuki tahap penebaran benur atau post-larvae sebanyak 1,2 juta ekor yang didatangkan dari Lampung, Minggu (1/11/2026).

Proyek ini diharapkan menjadi percontohan pengembangan industri perikanan modern dan berkelanjutan, sekaligus membuka peluang investasi serta lapangan pekerjaan bagi masyarakat Belitung Timur.

Bupati Belitung Timur menyatakan dukungan penuh terhadap investasi tersebut sejak tahap awal perencanaan. Menurut dia, kemudahan perizinan dan kepastian tata ruang menjadi faktor penting untuk menarik investor ke daerah.

“Enggak terasa, waktu letakkan batu pertama kan Agustus tahun lalu. Ini sudah satu tahun lebih. Tadi sudah mulai ditaburkan benurnya. Produksinya semua saya lihat sudah bagus. Teknologi ini pertama di Indonesia dan sangat baik, jadi nanti orang bisa jadikan percontohan di Belitung Timur ke depan,” ujar Bupati.

Dia menegaskan, pemerintah daerah harus hadir memberikan kemudahan bagi investor, terutama dalam proses perizinan

“Pemerintah daerah itu harus dukung. Jangan sampai cuma mau bikin satu izin saja susahnya minta ampun. Begitu bilang mau investasi, hari ini ngomong, besok saya langsung suruh PUPR cek tata ruang cepat, supaya orang bisa investasi. Saya pasti akan dukung karena ini untuk kepentingan daerah dan kesejahteraan masyarakat kita,” katanya.

Investasi Berpotensi Tembus Rp600 Miliar

Manajemen proyek menyebutkan, investasi awal yang telah dikucurkan mencapai sekitar Rp30 miliar. Nilai tersebut diperkirakan meningkat hingga hampir Rp600 miliar dalam lima tahun, seiring pembangunan fasilitas pendukung dan pengembangan kawasan budidaya.

Pada tahap operasional saat ini, satu modul budidaya ditargetkan menghasilkan sekitar 50 ton udang per bulan.

“Benur yang kita tebar tadi 1,2 juta ekor. Dengan satu modul ini, target kita sekitar 50 ton per bulan. Untuk hasil pastinya, nanti tiga bulan kemudian baru bisa kita lihat hasilnya,” ungkap Manajer Proyek.

Selain fasilitas budidaya, pengembangan investasi juga mencakup pembangunan fasilitas pengolahan hasil panen menggunakan teknologi Individual Quick Freezing (IQF).

Dari sisi ketenagakerjaan, proyek tersebut telah menyerap puluhan pekerja lokal pada tahap konstruksi dan operasional awal. Jumlahnya diproyeksikan meningkat menjadi 300 hingga 400 orang apabila seluruh fasilitas dan modul budidaya telah dikembangkan.

Terapkan RAS, Limbah Diolah Menjadi Pupuk Organik

Keunggulan proyek ini terletak pada penerapan teknologi Recirculating Aquaculture System (RAS), yakni sistem budidaya dengan sirkulasi dan pengolahan air secara berulang.

Teknologi tersebut dirancang untuk menekan penggunaan air sekaligus meminimalkan risiko pencemaran lingkungan akibat limbah budidaya.

Manajer Proyek menjelaskan, kotoran udang dan sisa pakan tidak langsung dibuang ke perairan, melainkan melalui proses penyaringan dan pengolahan menjadi pupuk organik.

Selain itu, pengelola memanfaatkan rumput laut jenis Ulva lactuca untuk membantu menyerap nitrat sebelum air kembali digunakan dalam sistem budidaya.

“Sistem kita pakai resirkulasi (RAS). Kotoran udang dan sisa pakan difilter dan diproses menjadi pupuk organik, jadi tidak dibuang ke laut. Kita juga menanam rumput laut Ulva lactuca untuk menyerap nitrat sebelum airnya dialirkan kembali. Konsepnya benar-benar ramah lingkungan,” jelasnya.

Pupuk organik hasil pengolahan limbah tersebut nantinya berpotensi dimanfaatkan untuk mendukung sektor pertanian dan perkebunan kelapa sawit di wilayah sekitar.

Logistik Jadi Tantangan Pengembangan
Di balik besarnya potensi investasi, persoalan logistik masih menjadi salah satu hal yang perlu diselesaikan.

Pemerintah Kabupaten Belitung Timur bersama investor tengah mengupayakan pembahasan jalur distribusi dan pengiriman hasil panen agar produk udang dapat dipasarkan langsung ke pusat perdagangan, termasuk Jakarta.

Kelancaran distribusi dinilai penting untuk menjaga efisiensi biaya produksi sekaligus meningkatkan daya saing produk perikanan dari Belitung Timur.

Dengan investasi awal Rp30 miliar, target produksi 50 ton per bulan, serta proyeksi penyerapan hingga 400 tenaga kerja, proyek ini diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi bagi daerah.

Pemerintah daerah dan investor kini dituntut memastikan pengembangan fasilitas, keberlanjutan lingkungan, serta kesiapan rantai distribusi berjalan seiring agar investasi tersebut benar-benar memberikan manfaat bagi masyarak. (Ramli)

Ramlie Arbaie

Jurnalis :

Bergabung di Media Suara Mabes (MSM) sejak tanggal 1 April 2021 sebagai Kepala Biro (Kabiro) Kab. Belitung Timur - Prov. Bangka Belitung. Email : ramlie.arbaie@mediasuaramabes.co.id

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • MBG & Koperasi Merah Putih: Masih Bisakah Masyarakat Berharap kepada LKPP? (Bagian II)

    MBG & Koperasi Merah Putih: Masih Bisakah Masyarakat Berharap kepada LKPP? (Bagian II)

    • calendar_month Senin, 8 Jun 2026
    • account_circle Hanafiah
    • visibility 598
    • 0Komentar

    Oleh: Teuku Abdul Hannan Sekretaris Jenderal DPN APKINDO (Asosiasi Perusahaan Kontraktor Indonesia) BAB III Koperasi Merah Putih: Dari Pemberdayaan Koperasi ke Pekerjaan Konstruksi Negara MediaSuaraMabes, Aceh – Pada tataran gagasan, Program Koperasi Merah Putih lahir dari tujuan yang tidak dapat dipersoalkan. Pemerintah ingin memperkuat ekonomi desa, memperluas akses distribusi barang dan jasa, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, […]

  • Doa Bersama Lintas Agama Warnai Peringatan HUT Bhayangkara ke-80, Polda Jambi Perkuat Komitmen Jaga Kerukunan dan Kamtibmas photo_camera 6

    Doa Bersama Lintas Agama Warnai Peringatan HUT Bhayangkara ke-80, Polda Jambi Perkuat Komitmen Jaga Kerukunan dan Kamtibmas

    • calendar_month Rabu, 1 Jul 2026
    • account_circle Agus Salim
    • visibility 186
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Jambi – Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Polda Jambi menggelar Kegiatan Doa Bersama Lintas Agama di Aula Lantai III Gedung Siginjai Mapolda Jambi, Selasa (30/6/2026). Kegiatan ini menjadi wujud rasa syukur sekaligus ikhtiar bersama dalam memohon keselamatan, kedamaian, serta kelancaran tugas Polri dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat. […]

  • Bhabinkamtibmas Polsek Tembilahan Turun ke Ladang, Dukung Ketahanan Pangan Melalui Panen Jagung Bersama Warga photo_camera 3

    Bhabinkamtibmas Polsek Tembilahan Turun ke Ladang, Dukung Ketahanan Pangan Melalui Panen Jagung Bersama Warga

    • calendar_month Kamis, 11 Jun 2026
    • account_circle Agustami Tolib
    • visibility 170
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes, Kab. Indragiri Hilir Tembilahan – Komitmen Polri dalam mendukung program ketahanan pangan nasional terus diwujudkan hingga ke tingkat desa dan kelurahan. Salah satunya ditunjukkan oleh Bhabinkamtibmas Polsek Tembilahan, Aipda Ali, yang turut serta melaksanakan panen jagung bersama masyarakat di wilayah Seteba, Kecamatan Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir, Kamis (11/6/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya […]

  • Syahwalan Bersama Forum Jogja Rembug di Gunung Kidul 3:19 Play Button

    Syahwalan Bersama Forum Jogja Rembug di Gunung Kidul

    • calendar_month Kamis, 3 Jun 2021
    • account_circle Redaksi MSM
    • visibility 146
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes, Gunungkidul – Syawalan adalah kegiatan setiap Idul Fitri, kegiatan ini merupakan suatu tradisi di gunung kidul dan berbagai wilayah lain di yogyakarta. silaturahmi dan halal bihalal saling meminta dan memberikan maaf, sekaligus juga menjadi sarana dalam menjalin awal lembaran hidup baru di masyarakat. Seperti kegiatan hari ini pada minggu 23 mei 2021, FJR atau […]

  • Tiga Pilar Bersama FKKPBM dan Ormas Gelar Apel Cipta Kondisi di Cililitan, Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas

    Tiga Pilar Bersama FKKPBM dan Ormas Gelar Apel Cipta Kondisi di Cililitan, Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas

    • calendar_month Minggu, 4 Okt 2026
    • account_circle Suwoto
    • visibility 147
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Jakarta Timur – Upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) terus diperkuat melalui sinergi antara aparat kewilayahan, pemerintah kelurahan, organisasi kemasyarakatan, serta unsur masyarakat. Hal tersebut terlihat dalam kegiatan Apel Cipta Kondisi yang digelar di halaman Kantor Kelurahan Cililitan, Jalan Mandala V Gang Ali Sarbi II, Jakarta Timur, Sabtu malam, 3 Oktober 2026. […]

  • Masyarakat Padati Halaman Desa Pahlawan Setia, Kawal Pendaftaran Aban Ayatulloh sebagai Calon Kepala Desa Periode 2026–2034

    Masyarakat Padati Halaman Desa Pahlawan Setia, Kawal Pendaftaran Aban Ayatulloh sebagai Calon Kepala Desa Periode 2026–2034

    • calendar_month Jumat, 31 Jul 2026
    • account_circle Aan Hermawan
    • visibility 245
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Pahlawan Setia — Suasana halaman Desa Pahlawan Setia dipadati masyarakat yang turut mengawal proses pendaftaran Aban Ayatulloh sebagai calon Kepala Desa Pahlawan Setia untuk periode 2026–2034. Antusiasme warga terlihat dari kehadiran masyarakat yang datang untuk memberikan dukungan selama proses pendaftaran berlangsung. Kehadiran masyarakat tersebut menjadi perhatian dalam rangkaian proses pencalonan Kepala Desa Pahlawan […]

expand_less