Demi Pemerataan, HMI Singkawang Dorong Pemekaran Dapil Kalbar III
- account_circle Hepni Jaya Kusuma
- calendar_month Jumat, 7 Agt 2026
- visibility 306
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MediaSuaraMabes | Singkawang – Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Singkawang, Muhammad Sukri, menyatakan dukungannya terhadap wacana pemekaran Daerah Pemilihan (Dapil) Kalimantan Barat III sebagai langkah strategis untuk memperkuat representasi politik sekaligus mendorong pemerataan pembangunan di kawasan perbatasan SINGBEBAS (Singkawang, Bengkayang, dan Sambas). Kamis (6/Agustus/2026).
Menurut Muhammad Sukri, kawasan SINGBEBAS memiliki posisi yang sangat strategis sebagai beranda terdepan Kalimantan Barat yang berbatasan langsung dengan Malaysia. Namun, hingga kini masih terdapat ketimpangan pembangunan pada berbagai sektor, mulai dari infrastruktur, konektivitas antarwilayah, pelayanan kesehatan, pendidikan hingga penguatan ekonomi masyarakat perbatasan.
“Wacana pemekaran Dapil Kalbar III perlu dipandang sebagai upaya memperkuat representasi politik masyarakat perbatasan agar aspirasi pembangunan Singkawang, Bengkayang, dan Sambas dapat diperjuangkan secara lebih maksimal,” ujar Muhammad Sukri.
Ia menegaskan, pemekaran dapil bukan sekadar persoalan administratif maupun politik, tetapi merupakan bagian dari strategi menghadirkan keadilan pembangunan bagi masyarakat yang tinggal di kawasan perbatasan negara.
Muhammad Sukri menjelaskan, ketiga daerah yang tergabung dalam kawasan SINGBEBAS memiliki potensi besar yang saling melengkapi. Kota Singkawang dikenal sebagai kota pariwisata, perdagangan dan jasa, Kabupaten Sambas memiliki potensi pertanian, perikanan, budaya Melayu serta kawasan perbatasan Aruk, sedangkan Kabupaten Bengkayang memiliki kekayaan sumber daya alam, wisata alam dan kawasan perbatasan Jagoi Babang sebagai pintu penghubung Indonesia-Malaysia.
Menurutnya, apabila representasi politik kawasan perbatasan diperkuat melalui penataan dapil yang lebih proporsional, maka percepatan pembangunan akan lebih tepat sasaran sesuai kebutuhan masyarakat.
“Kawasan perbatasan tidak boleh hanya menjadi pelengkap dalam perencanaan pembangunan. SINGBEBAS harus menjadi prioritas karena memiliki potensi ekonomi, pariwisata, budaya, sekaligus pertahanan negara yang sangat strategis,” tegasnya.
HMI Cabang Singkawang juga mendorong pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, DPR RI, serta seluruh pemangku kepentingan agar membuka ruang dialog yang objektif dan partisipatif dalam mengkaji wacana pemekaran Dapil Kalbar III.
Selain memperkuat representasi politik, Muhammad Sukri meyakini penguatan kawasan SINGBEBAS akan berdampak positif terhadap peningkatan investasi, pembukaan lapangan kerja, pengembangan UMKM, serta memperkuat identitas kawasan perbatasan sebagai gerbang terdepan Indonesia di Kalimantan Barat.
Ia berharap pembahasan mengenai pemekaran dapil tidak dipolitisasi untuk kepentingan jangka pendek, melainkan diarahkan pada tujuan besar, yakni pemerataan pembangunan, penguatan kawasan perbatasan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Kami mendukung wacana pemekaran Dapil Kalbar III demi terwujudnya pembangunan yang lebih merata, representasi politik yang lebih kuat, serta masa depan kawasan perbatasan SINGBEBAS yang lebih maju, mandiri, dan sejahtera,” pungkas Muhammad Sukri.
Dukungan HMI Cabang Singkawang menjadi bagian dari aspirasi kalangan mahasiswa yang berharap pembangunan di wilayah Singkawang, Bengkayang, dan Sambas memperoleh perhatian yang lebih proporsional sesuai peran strategisnya sebagai kawasan perbatasan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Jurnalis : Hepni Jaya Kusuma
Bergabung di Media Suara Mabes (MSM) sejak tanggal 3 Juni 2021 sebagai Kepala Perwakilan Wilayah (Kaperwil_ Prov. Kalimantan Barat. Email : hepni.kusuma@mediasuaramabes.coid

Saat ini belum ada komentar