Breaking News
light_mode
Trending HasTags
Beranda » Opini » Delapan Kesadaran, Satu Kekuatan: Refleksi tentang Manusia, Kekuasaan, dan Peradaban

Delapan Kesadaran, Satu Kekuatan: Refleksi tentang Manusia, Kekuasaan, dan Peradaban

  • account_circle Suwoto
  • calendar_month Sabtu, 8 Agt 2026
  • visibility 163
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MediaSuaraMabes | Jakarta — Brigjen (Purn.) MJP Hutagaol menuangkan refleksi filosofis mengenai manusia, kekuasaan, kepemimpinan, dan arah peradaban melalui tulisan berjudul “Delapan Kesadaran — Satu Kekuatan”.

Dalam tulisan tersebut, Hutagaol menggunakan alegori seekor kuda dengan delapan kepala manusia sebagai gambaran tentang kompleksitas kesadaran manusia. Tubuh kuda dianalogikan sebagai energi atau daya kehidupan, sementara delapan kepala merepresentasikan delapan unsur kesadaran yang dinilai penting dalam menentukan arah tindakan manusia.

Delapan kesadaran tersebut adalah akal, keberanian, kebijaksanaan, integritas, spiritualitas, kehendak, kewaspadaan, dan pengabdian.

Menurut alegori tersebut, kekuatan yang besar tidak secara otomatis menghasilkan tujuan yang benar. Kekuatan membutuhkan kesadaran dan arah agar dapat memberikan manfaat bagi manusia maupun masyarakat.

“Jika delapan kesadaran menarik tubuh ke delapan arah, kekuatan sebesar apa pun akan kehilangan tujuan.”

Salah satu gagasan utama dalam tulisan itu adalah bahwa kemampuan memimpin orang lain seharusnya diawali dengan kemampuan seseorang mengendalikan berbagai dorongan dan kepentingan yang ada di dalam dirinya.

Akal diperlukan untuk memahami persoalan. Keberanian dibutuhkan untuk bertindak. Kebijaksanaan berfungsi menentukan batas. Integritas menjaga seseorang tetap berpegang pada kebenaran. Spiritualitas memberikan ruang untuk menemukan makna, sedangkan kehendak mendorong gagasan menjadi tindakan.

Di sisi lain, kewaspadaan diperlukan untuk membaca perubahan keadaan dan pengabdian menjadi pengingat agar kekuatan yang dimiliki tidak semata-mata digunakan untuk kepentingan pribadi.

Hutagaol menggambarkan ketidakseimbangan antarunsur tersebut melalui sejumlah pernyataan reflektif. Akal tanpa moral, misalnya, dapat digunakan untuk manipulasi. Keberanian tanpa kebijaksanaan berpotensi berubah menjadi kenekatan. Sementara kekuasaan tanpa integritas dapat kehilangan batas dan berujung pada kesewenang-wenangan.

Alegori tersebut kemudian diperluas dari individu kepada kehidupan berbangsa dan bernegara.

Sumber daya alam, teknologi, ekonomi, militer, politik, serta jumlah penduduk dipandang sebagai bentuk energi atau modal peradaban. Namun, seluruh kekuatan tersebut membutuhkan arah dan tata kelola agar menghasilkan kemajuan yang berkelanjutan.

Dalam perspektif tersebut, bangsa yang kuat bukan hanya bangsa yang memiliki sumber daya besar, melainkan bangsa yang mampu menyatukan kekuatan dengan kecerdasan, moralitas, batas kekuasaan, dan orientasi pengabdian.

Tulisan itu merumuskan gagasan tersebut melalui tiga kalimat kunci:

“Kekuatan tanpa kesadaran menjadi liar.”

“Kesadaran tanpa kekuatan tinggal sebagai gagasan.”

“Kekuatan dan kesadaran yang menyatu melahirkan peradaban.”

Hutagaol juga menekankan bahwa delapan unsur kesadaran tidak harus memiliki cara pandang yang identik. Yang lebih penting adalah adanya kesepahaman mengenai arah yang hendak dituju.

Dengan demikian, alegori “delapan kepala dan satu tubuh” menjadi metafora mengenai kebutuhan manusia dan bangsa untuk menyelaraskan berbagai kepentingan tanpa kehilangan tujuan bersama.

Pada bagian akhir, tulisan tersebut mengajak pembaca untuk merenungkan hubungan antara kekuatan, kesadaran, dan kepemimpinan.

Pertanyaan yang diajukan bukan semata-mata mengenai seberapa besar kekuatan yang dimiliki seseorang atau sebuah bangsa, melainkan mengenai siapa yang menentukan arah penggunaan kekuatan tersebut.

“Kita memiliki kekuatan—tetapi siapa yang menentukan arah?”

Pertanyaan itu menjadi penutup sekaligus inti refleksi “Delapan Kesadaran — Satu Kekuatan”: bahwa kekuatan membutuhkan arah, dan arah membutuhkan kesadaran.

Suwoto

Jurnalis :

Bergabung di Media Suara Mabes (MSM) sejak tanggal 26 April 2021 sebagai Redaktur. Email : suwoto@mediasuaramabes.co.id

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • EPIC COMEBACK! Messi Mengaum, Enzo Menangis Haru Saat Argentina Singkirkan Inggris dan Melaju ke Final Piala Dunia 2026 photo_camera 5

    EPIC COMEBACK! Messi Mengaum, Enzo Menangis Haru Saat Argentina Singkirkan Inggris dan Melaju ke Final Piala Dunia 2026

    • calendar_month Kamis, 16 Jul 2026
    • account_circle Saud Maruntung
    • visibility 172
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Jakarta – Mental juara kembali diperlihatkan Timnas Argentina. Reaksi emosional Lionel Messi dan Enzo Fernández menjadi sorotan usai La Albiceleste memastikan satu tempat di partai final Piala Dunia 2026. Argentina mengamankan tiket ke final setelah menundukkan Inggris dengan skor 2-1 di Stadion Atlanta, Amerika Serikat, Kamis (16/7) dini hari WIB. Sempat tertinggal lebih […]

  • Laluna Music Bakal Manggung di ABC Fest Rock Star Malam Ini

    Laluna Music Bakal Manggung di ABC Fest Rock Star Malam Ini

    • calendar_month Kamis, 10 Sep 2026
    • account_circle Supriyono
    • visibility 167
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Jepara – Laluna Music dijadwalkan akan menghibur Ojink Jepara di ABC Fest Rock Star, Lapangan Desa Banyuputih, Kecamatan Kalinyamatan, Kabupaten Jepara, malam ini, Kamis (10/9/2026). Laluna Music akan mangung dengan perform Febi Asmara, Siska Amanda, Evis Renata, Eva Aquiella, Sahma Fella, Salma Novita, Dan Din Amnesia. Rencananya, acara tersebut akan dimulai pukul 18.30 […]

  • Perkuat Penanganan Karhutla di Kabupaten Ketapang, 300 Personel BKO Diberangkatkan

    Perkuat Penanganan Karhutla di Kabupaten Ketapang, 300 Personel BKO Diberangkatkan

    • calendar_month 4 jam yang lalu
    • account_circle A'ang Sanjaya
    • visibility 39
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Ketapang, Kalbar – Polda Kalimantan Barat mengerahkan 300 personel Bantuan Kendali Operasi (BKO) dari Direktorat Samapta dan Satuan Brimob untuk memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Ketapang. Pemberangkatan personel gelombang ketiga tersebut ditandai dengan apel pergeseran pasukan di halaman Mapolres Ketapang, Minggu (25/10), sebagai bagian dari Operasi Aman Nusa II. […]

  • Semangat Juang Bhayangkara, Polres Humbahas Peringati Hari Juang Polri

    Semangat Juang Bhayangkara, Polres Humbahas Peringati Hari Juang Polri

    • calendar_month Minggu, 23 Agt 2026
    • account_circle Anton Anggiat Purba
    • visibility 170
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Humbahas – Kepolisian Resor Humbang Hasundutan menggelar upacara dalam rangka memperingati Hari Juang Kepolisian Republik Indonesia yang berlangsung khidmat di lapangan apel Polres Humbahas, Jumat (21/8/2026). Upacara tersebut dipimpin oleh Wakapolres Humbahas, Kompol Manson Nainggolan, S.H., M.Si., dan diikuti oleh jajaran Pejabat Utama (PJU) Polres Humbahas, serta seluruh personel, baik Perwira, Bintara, hingga […]

  • Kendalikan Karhutla di Kalbar, Pangdam XII/Tpr Beri Arahan Pasukan BKO

    Kendalikan Karhutla di Kalbar, Pangdam XII/Tpr Beri Arahan Pasukan BKO

    • calendar_month Minggu, 23 Agt 2026
    • account_circle Hepni Jaya Kusuma
    • visibility 148
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Kubu Raya — Pangdam XII/Tanjungpura, Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito, S.I.P., M.Si., memberikan pengarahan langsung kepada personel BKO Penanggulangan Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Pengarahan tersebut digelar di Marshalling Area Yonif TP 882/Hulubalang, Desa Kuala Dua, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Minggu (23/8/2026). Langkah ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden […]

  • Makna Kemerdekaan bagi Generasi Muda: Refleksi Bersama Prof. Dr. H. Amien Rais

    Makna Kemerdekaan bagi Generasi Muda: Refleksi Bersama Prof. Dr. H. Amien Rais

    • calendar_month Sabtu, 15 Agt 2026
    • account_circle Hapzon Effendi
    • visibility 313
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Jakarta – Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 menjadi momentum untuk kembali merenungkan makna kemerdekaan, khususnya bagi generasi muda yang menjadi penerus estafet bangsa. Dalam satu kesempatan, awak Media Suara Mabes berkesempatan berbincang dengan Prof. Dr. H. Amien Rais, tokoh bangsa dan salah satu figur penting dalam perjalanan Reformasi Indonesia, mengenai arti kemerdekaan […]

expand_less