Breaking News
light_mode
Trending HasTags
Beranda » Opini » Delapan Kesadaran, Satu Kekuatan: Refleksi tentang Manusia, Kekuasaan, dan Peradaban

Delapan Kesadaran, Satu Kekuatan: Refleksi tentang Manusia, Kekuasaan, dan Peradaban

  • account_circle Suwoto
  • calendar_month Sabtu, 8 Agt 2026
  • visibility 99
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MediaSuaraMabes | Jakarta — Brigjen (Purn.) MJP Hutagaol menuangkan refleksi filosofis mengenai manusia, kekuasaan, kepemimpinan, dan arah peradaban melalui tulisan berjudul “Delapan Kesadaran — Satu Kekuatan”.

Dalam tulisan tersebut, Hutagaol menggunakan alegori seekor kuda dengan delapan kepala manusia sebagai gambaran tentang kompleksitas kesadaran manusia. Tubuh kuda dianalogikan sebagai energi atau daya kehidupan, sementara delapan kepala merepresentasikan delapan unsur kesadaran yang dinilai penting dalam menentukan arah tindakan manusia.

Delapan kesadaran tersebut adalah akal, keberanian, kebijaksanaan, integritas, spiritualitas, kehendak, kewaspadaan, dan pengabdian.

Menurut alegori tersebut, kekuatan yang besar tidak secara otomatis menghasilkan tujuan yang benar. Kekuatan membutuhkan kesadaran dan arah agar dapat memberikan manfaat bagi manusia maupun masyarakat.

“Jika delapan kesadaran menarik tubuh ke delapan arah, kekuatan sebesar apa pun akan kehilangan tujuan.”

Salah satu gagasan utama dalam tulisan itu adalah bahwa kemampuan memimpin orang lain seharusnya diawali dengan kemampuan seseorang mengendalikan berbagai dorongan dan kepentingan yang ada di dalam dirinya.

Akal diperlukan untuk memahami persoalan. Keberanian dibutuhkan untuk bertindak. Kebijaksanaan berfungsi menentukan batas. Integritas menjaga seseorang tetap berpegang pada kebenaran. Spiritualitas memberikan ruang untuk menemukan makna, sedangkan kehendak mendorong gagasan menjadi tindakan.

Di sisi lain, kewaspadaan diperlukan untuk membaca perubahan keadaan dan pengabdian menjadi pengingat agar kekuatan yang dimiliki tidak semata-mata digunakan untuk kepentingan pribadi.

Hutagaol menggambarkan ketidakseimbangan antarunsur tersebut melalui sejumlah pernyataan reflektif. Akal tanpa moral, misalnya, dapat digunakan untuk manipulasi. Keberanian tanpa kebijaksanaan berpotensi berubah menjadi kenekatan. Sementara kekuasaan tanpa integritas dapat kehilangan batas dan berujung pada kesewenang-wenangan.

Alegori tersebut kemudian diperluas dari individu kepada kehidupan berbangsa dan bernegara.

Sumber daya alam, teknologi, ekonomi, militer, politik, serta jumlah penduduk dipandang sebagai bentuk energi atau modal peradaban. Namun, seluruh kekuatan tersebut membutuhkan arah dan tata kelola agar menghasilkan kemajuan yang berkelanjutan.

Dalam perspektif tersebut, bangsa yang kuat bukan hanya bangsa yang memiliki sumber daya besar, melainkan bangsa yang mampu menyatukan kekuatan dengan kecerdasan, moralitas, batas kekuasaan, dan orientasi pengabdian.

Tulisan itu merumuskan gagasan tersebut melalui tiga kalimat kunci:

“Kekuatan tanpa kesadaran menjadi liar.”

“Kesadaran tanpa kekuatan tinggal sebagai gagasan.”

“Kekuatan dan kesadaran yang menyatu melahirkan peradaban.”

Hutagaol juga menekankan bahwa delapan unsur kesadaran tidak harus memiliki cara pandang yang identik. Yang lebih penting adalah adanya kesepahaman mengenai arah yang hendak dituju.

Dengan demikian, alegori “delapan kepala dan satu tubuh” menjadi metafora mengenai kebutuhan manusia dan bangsa untuk menyelaraskan berbagai kepentingan tanpa kehilangan tujuan bersama.

Pada bagian akhir, tulisan tersebut mengajak pembaca untuk merenungkan hubungan antara kekuatan, kesadaran, dan kepemimpinan.

Pertanyaan yang diajukan bukan semata-mata mengenai seberapa besar kekuatan yang dimiliki seseorang atau sebuah bangsa, melainkan mengenai siapa yang menentukan arah penggunaan kekuatan tersebut.

“Kita memiliki kekuatan—tetapi siapa yang menentukan arah?”

Pertanyaan itu menjadi penutup sekaligus inti refleksi “Delapan Kesadaran — Satu Kekuatan”: bahwa kekuatan membutuhkan arah, dan arah membutuhkan kesadaran.

Suwoto

Jurnalis :

Bergabung di Media Suara Mabes (MSM) sejak tanggal 26 April 2021 sebagai Redaktur. Email : suwoto@mediasuaramabes.co.id

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pengabdian Masyarakat, Sespimti Polri Dikreg ke-36 Gelar Bakti Sosial di Pos Titik Api Karhutla Katingan

    Pengabdian Masyarakat, Sespimti Polri Dikreg ke-36 Gelar Bakti Sosial di Pos Titik Api Karhutla Katingan

    • calendar_month 14 jam yang lalu
    • account_circle Suwoto
    • visibility 37
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Katingan – Peserta Didik (Serdik) Sespimti Polri Dikreg ke-36 Sespim Lemdiklat Polri melaksanakan kegiatan Pengabdian Masyarakat di pos titik api kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) wilayah Kabupaten Katingan, Provinsi Kalimantan Tengah, Sabtu (12/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembelajaran sekaligus bentuk kepedulian sosial para Serdik terhadap kondisi masyarakat dan petugas yang berada di […]

  • Jaga Kebugaran Tubuh, FKKPBM Gelar Senam Bersama di Lapangan Gongseng Cijantung

    Jaga Kebugaran Tubuh, FKKPBM Gelar Senam Bersama di Lapangan Gongseng Cijantung

    • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
    • account_circle Suwoto
    • visibility 150
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes , Jakarta, Komunitas FKKPBM kembali menunjukkan semangat kebersamaan melalui kegiatan senam sehat yang digelar di Lapangan Gongseng, Cijantung, Jakarta Timur, pada Minggu (24/5/2026) pagi. Acara yang dimulai tepat pukul 08.00 WIB ini menjadi ajang untuk meningkatkan derajat kesehatan sekaligus mempererat tali silaturahmi antar anggota. ​Kegiatan ini berlangsung meriah dengan dipandu langsung oleh instruktur senam, […]

  • SEMBUH DENGAN RUQYAH: Ikhtiar Penyembuhan Islami dengan Al-Qur’an dan Sunnah

    SEMBUH DENGAN RUQYAH: Ikhtiar Penyembuhan Islami dengan Al-Qur’an dan Sunnah

    • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
    • account_circle Hapzon Effendi
    • visibility 406
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes, Jakarta – Di tengah perkembangan dunia modern saat ini, manusia semakin dihadapkan pada berbagai persoalan kehidupan, mulai dari penyakit fisik, tekanan mental, gangguan emosional, hingga problem spiritual yang sering kali sulit dijelaskan secara logika maupun medis. Tidak sedikit orang yang merasa gelisah berkepanjangan, sulit tidur, ketakutan tanpa sebab, kehilangan semangat hidup, bahkan mengalami gangguan […]

  • Jusuf Rizal Instruksikan Anggota Madas Nusantara Ikut Amankan Kota Jakarta Jika Ada Kerusuhan Akibat Aksi Demo

    Jusuf Rizal Instruksikan Anggota Madas Nusantara Ikut Amankan Kota Jakarta Jika Ada Kerusuhan Akibat Aksi Demo

    • calendar_month Rabu, 19 Agt 2026
    • account_circle Suwoto
    • visibility 129
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Jakarta — Ketua Umum Ormas Madas (Masyarakat Madura Asli) Nusantara, KRH.HM.Jusuf Rizal,SH instruisikan seluruh anggota Ormas Madas Nusantara harus ikut mengamankan kota Jakarta jika terjadi kerusuhan akibat aksi demo. Kota Jakarta adalah rumah kita karena itu wajib untuk ikut menjaga stabilitas keamanan Kota Jakarta. Pernyataan itu disampaikan pria berdarah Madura-Batak, keturunan Raja Madura, […]

  • Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara photo_camera 3

    Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara

    • calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
    • account_circle Achmad Arif Rachman
    • visibility 108
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes, Bandung – Kodam III/Siliwangi menggelar Upacara Peringatan ke-118 Hari Kebangkitan Nasional Tahun 2026 di Lapangan Serka Dedy Unadi Makodam III/Siliwangi, Jalan Aceh No. 69 Kota Bandung, Rabu (20/05/2026). Bertindak selaku Inspektur Upacara, Kasdam III/Siliwangi Brigjen TNI Dr. Agus Bakti, S.I.P., M.I.P., M.Han., yang diikuti para pejabat militer, prajurit serta PNS jajaran Kodam III/Siliwangi. Dalam […]

  • Brigjen TNI (Purn.) MJP Hutagaol Perkenalkan Konsep “Pertahanan Nir-Materi” untuk Hadapi Tantangan Strategis Abad ke-21

    Brigjen TNI (Purn.) MJP Hutagaol Perkenalkan Konsep “Pertahanan Nir-Materi” untuk Hadapi Tantangan Strategis Abad ke-21

    • calendar_month Kamis, 2 Jul 2026
    • account_circle Suwoto
    • visibility 115
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Jakarta – Di tengah perubahan lanskap geopolitik dan perkembangan teknologi global yang semakin kompleks, Brigjen TNI (Purn.) MJP Hutagaol memperkenalkan sebuah kerangka konseptual bertajuk “Pertahanan Nir-Materi” sebagai bagian dari serial pemikiran “Pertahanan Indonesia Abad ke-21: Perang Fondasi, Pertahanan Nir-Materi, dan Evolusi Strategi Pertahanan Nasional.” Tulisan yang diterbitkan pada 29 Juni 2026 tersebut mengangkat […]

expand_less