Festival Citarum 2026: PLTA Saguling Dorong Aksi Nyata Pelestarian Lingkungan
- account_circle Sudirman
- calendar_month Selasa, 13 Okt 2026
- visibility 73
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MediaSuaraMabes | Bandung Barat – Menjaga kelestarian Sungai Citarum dan Waduk Saguling membutuhkan lebih dari sekadar kepedulian. Diperlukan kolaborasi, edukasi, serta keterlibatan masyarakat agar upaya pelestarian lingkungan dapat berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan.
Semangat tersebut diwujudkan melalui Festival Citarum 2026 yang diselenggarakan di Bening Saguling Foundation, Desa Cihampelas, Kecamatan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat. Kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi berbagai pihak untuk memperkuat edukasi lingkungan, mendorong pemberdayaan masyarakat, serta mengembangkan potensi ekowisata berkelanjutan di kawasan Citarum.
Melalui keterlibatan PT PLN Indonesia Power UBP Saguling, Bening Saguling Foundation, pemerintah daerah, akademisi, komunitas, sekolah, masyarakat, kelompok binaan, dan bank sampah, Festival Citarum 2026 menghadirkan pendekatan yang menghubungkan pelestarian lingkungan dengan peluang ekonomi masyarakat.
Festival Citarum 2026 dirancang sebagai sarana edukasi dan kampanye lingkungan yang mengintegrasikan pengelolaan sampah, pemberdayaan masyarakat, serta pengembangan potensi wisata lokal.
Rangkaian kegiatan diisi dengan diskusi multipihak yang menghadirkan perspektif dari dunia usaha, akademisi, komunitas, dan pemerintah. Diskusi tersebut membahas peluang pengembangan ekowisata yang tidak hanya menarik secara ekonomi, tetapi juga tetap memperhatikan kelestarian lingkungan dan keberlanjutan kawasan.
Sejumlah narasumber yang terlibat di antaranya Wandi Harisman, Taufan Kurniawan, Eldo Delamontano, Ali Assegaf, serta perwakilan dinas terkait. Pertukaran gagasan ini diharapkan dapat memperkuat pemahaman bersama mengenai pentingnya membangun ekosistem pengelolaan lingkungan yang melibatkan berbagai pihak.
Bagi kawasan Waduk Saguling dan sekitarnya, pengembangan ekowisata menjadi salah satu peluang untuk memperkenalkan potensi lokal sekaligus mendorong masyarakat mengambil peran aktif dalam menjaga lingkungan.
Tidak hanya menghadirkan diskusi, Festival Citarum 2026 juga mengajak peserta terlibat langsung melalui aktivitas Ngawajit sebagai bagian dari rangkaian acara. Aktivitas ini menjadi salah satu cara untuk mendekatkan masyarakat dengan lingkungan dan potensi lokal melalui pengalaman partisipatif. Pendekatan tersebut memperkuat pesan bahwa pelestarian lingkungan dapat dibangun melalui kegiatan yang edukatif, dekat dengan kehidupan masyarakat, dan melibatkan partisipasi secara langsung.
Kehadiran kelompok binaan, bank sampah, komunitas, serta unsur pendidikan juga memperluas ruang pembelajaran bersama. Masyarakat tidak hanya menjadi penerima edukasi, tetapi turut menjadi bagian dari gerakan yang menjaga keberlanjutan lingkungan Citarum.
Dengan demikian, Festival Citarum tidak berhenti sebagai kegiatan kampanye, melainkan menjadi wadah untuk membangun kesadaran kolektif bahwa lingkungan yang terjaga dapat menjadi modal penting bagi pengembangan potensi daerah.
Perwakilan PT PLN Indonesia Power UBP Saguling, Taufan Kurniawan selaku Asman KAS, menegaskan bahwa kolaborasi merupakan kunci dalam menjaga keberlanjutan Sungai Citarum dan kawasan Waduk Saguling.
Menurutnya, upaya pelestarian lingkungan perlu dilakukan secara terpadu, tidak hanya berfokus pada pengurangan sampah, tetapi juga mendorong lahirnya manfaat nyata bagi masyarakat melalui edukasi, pengembangan wisata, dan pemberdayaan ekonomi. “Menjaga Citarum tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Diperlukan kolaborasi antara dunia usaha, pemerintah, komunitas, akademisi, dan masyarakat agar upaya pelestarian lingkungan dapat berjalan berkelanjutan. Kami berharap lingkungan yang terjaga juga dapat membuka peluang bagi masyarakat untuk berkembang dan meningkatkan kesejahteraannya,” ujar Taufan.
Ia menambahkan, sinergi bersama Bening Saguling Foundation dan para pemangku kepentingan menjadi langkah penting untuk mengembangkan program lingkungan yang tidak hanya memberikan manfaat ekologis, tetapi juga menciptakan nilai tambah bagi masyarakat sekitar.
Melalui pendekatan tersebut, PLN Indonesia Power UBP Saguling terus mendorong agar kepedulian terhadap lingkungan dapat tumbuh menjadi gerakan bersama yang memberikan dampak berkelanjutan.
Festival Citarum 2026 menjadi pengingat bahwa masa depan Sungai Citarum dan Waduk Saguling berkaitan erat dengan peran serta masyarakat dalam menjaga kebersihan, mengelola sampah, serta memanfaatkan potensi lokal secara bertanggung jawab.
Pengembangan ekowisata yang berkelanjutan membuka peluang untuk mempertemukan kepentingan pelestarian lingkungan dengan pemberdayaan ekonomi. Ketika masyarakat terlibat aktif, lingkungan yang terjaga tidak hanya memberikan manfaat bagi ekosistem, tetapi juga berpotensi menjadi sumber pembelajaran, daya tarik wisata, dan peluang usaha lokal.
Bagi PLN Indonesia Power UBP Saguling, upaya tersebut merupakan bagian dari komitmen untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor serta menghadirkan manfaat bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional.
Melalui Festival Citarum 2026, PLTA Saguling bersama para pemangku kepentingan terus mendorong langkah nyata untuk menjaga lingkungan, mengembangkan potensi lokal, dan membangun masa depan Citarum yang lebih lestari. Karena Citarum yang terjaga bukan hanya warisan alam, tetapi juga sumber kehidupan dan harapan bagi generasi mendatang.
Jurnalis : Sudirman
Bergabung di Media Suara Mabes (MSM) sejak tanggal 1 Desember 2021 sebagai Kepala Perwakilan Wilayah (Kaperwil) Prov. Jawa Barat. Email : sudirman@mediasuaramabes.co.id

Saat ini belum ada komentar