Soroti Kebebasan Pers, Janet Steele Khawatirkan Pernyataan Presiden Prabowo Soal Media
- account_circle Saud Maruntung
- calendar_month Kamis, 8 Okt 2026
- visibility 81
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MediaSuaraMabes | Jakarta – Masa depan independensi dan kebebasan pers di Indonesia kembali menjadi sorotan akademisi internasional. Profesor Media, Kebijakan Publik, dan Hubungan Internasional dari George Washington University, Amerika Serikat, Janet Steele, secara terbuka mengungkapkan kekhawatirannya terhadap kondisi kebebasan pers di Tanah Air di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Pernyataan tersebut disampaikan sebagai respons terhadap dinamika yang terjadi di tengah masyarakat. Di sisi lain, terdapat sedikit tren positif terkait pandangan publik terhadap media. Berdasarkan hasil penelitian terbaru Reuters Institute bersama University of Oxford, Inggris, tingkat kepercayaan publik terhadap media di Indonesia mengalami sedikit kenaikan, yakni dari 35 persen pada 2024 menjadi 36 persen pada tahun ini.
Meski demikian, bagi Janet Steele, angka tersebut belum dapat dijadikan tolok ukur utama. Ia menilai, kenaikan tingkat kepercayaan publik terhadap media di Indonesia tidak serta-merta berkorelasi langsung dengan terjaminnya kebebasan pers secara utuh.
Lebih lanjut, Steele secara khusus menyoroti retorika pemerintahan saat ini. Ia mengaku waswas terhadap pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang sempat melabeli media sebagai “antek asing”. Menurut pandangan akademisi asal Amerika Serikat tersebut, pernyataan semacam itu berpotensi mengancam kebebasan pers dan ruang gerak jurnalis di lapangan.
Selain mengkritik kondisi politik yang dapat memengaruhi pers, Steele juga mengingatkan insan media mengenai tantangan internal yang harus dihadapi. Ia menekankan pentingnya menjaga independensi ruang redaksi, menerapkan jurnalisme konstruktif, serta mewaspadai ancaman “akal imitasi” atau kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang dapat menggerus kualitas jurnalisme apabila tidak disikapi secara bijak.
Bagi Steele, kebebasan pers bukan hanya menyangkut kebebasan dari intervensi pemerintah, tetapi juga kemampuan media dalam menyajikan informasi yang objektif, independen, serta mampu mengedukasi publik di tengah gempuran disinformasi.
(Wartawan MSM: Saud Maruntung Marbun)
Jurnalis : Saud Maruntung
Bergabung di Media Suara Mabes (MSM) sejak tanggal 3 November 2025 sebagai Jurnalis Kota Tangerang - Prov. Banten. Email : saud.maruntung@mediasuaramabes.co.id

Saat ini belum ada komentar