Breaking News
light_mode
Trending HasTags
Beranda » Opini » Sentinel Seri 4: Ketika Teknologi Mampu Mengetahui Apa Yang Tidak Terlihat

Sentinel Seri 4: Ketika Teknologi Mampu Mengetahui Apa Yang Tidak Terlihat

  • account_circle Suwoto
  • calendar_month Sabtu, 26 Sep 2026
  • visibility 104
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MediaSuaraMabes | Jakarta – Perkembangan teknologi penginderaan dan pengolahan data telah mengubah cara manusia memahami bumi. Teknologi modern tidak lagi sebatas menghasilkan gambar atau menangkap objek yang terlihat secara langsung, tetapi juga memungkinkan manusia memperoleh informasi mengenai fenomena yang tidak dapat diamati dengan mata.

Gagasan tersebut menjadi pokok bahasan SENTINEL Seri 4 yang ditulis Brigjen (Purn.) MJP Hutagaol, Jakarta, 22 September 2026. Seri ini mengangkat tema “Ketika Teknologi Dapat Mengetahui Apa yang Tidak Terlihat”, dengan menempatkan perjalanan dari sensor, data, model hingga pengetahuan sebagai fokus utama.

Sebelumnya, SENTINEL telah membahas posisi manusia dalam membaca bumi dari ruang angkasa, kepemilikan kemampuan pengamatan dari langit, serta bagaimana informasi hasil pengamatan dapat menjadi bagian dari kekuatan dan pengambilan keputusan.

Pada seri keempat ini, pembahasan diarahkan pada pertanyaan yang lebih mendasar: apakah teknologi hanya mampu mengetahui sesuatu yang dapat dilihat?

Jawabannya tidak.

Dari lingkungan laut hingga habitat ikan

Salah satu contoh yang disoroti adalah pemanfaatan teknologi penginderaan jauh dalam memahami ekosistem laut.

Satelit tidak harus melihat ikan secara langsung dari orbit. Sistem pengamatan dapat membaca sejumlah parameter lingkungan, antara lain warna laut, konsentrasi klorofil, suhu permukaan laut, salinitas, arus, serta tinggi muka laut.

Data tersebut kemudian dapat dikombinasikan dengan pengetahuan kelautan dan model ekosistem untuk memperkirakan wilayah dengan kondisi lingkungan yang sesuai bagi organisme laut tertentu, termasuk habitat ikan.

Dengan demikian, teknologi bekerja melalui rangkaian pengukuran dan pemodelan: sensor membaca lingkungan, data dianalisis untuk menemukan pola, kemudian model digunakan untuk memperkirakan kondisi yang berkaitan dengan kehidupan laut.

Dalam konteks ini, satelit tidak selalu melihat objeknya secara langsung. Teknologi dapat membaca jejak lingkungan yang berkaitan dengan keberadaan atau aktivitas objek tersebut.

Air tanah dan jejak gravitasi

Contoh lainnya adalah pemantauan perubahan penyimpanan air di bumi.

Misi GRACE dan GRACE-FO memanfaatkan pengukuran perubahan medan gravitasi bumi. Perubahan distribusi massa, termasuk perubahan jumlah air dalam suatu wilayah, dapat memengaruhi gerak relatif satelit.

Dari pengukuran tersebut, para ilmuwan dapat memperkirakan perubahan penyimpanan air dalam skala regional.

Fenomena ini menunjukkan bahwa sesuatu yang tidak terlihat secara langsung bukan berarti tidak dapat dipelajari.

Air tanah, misalnya, tidak selalu dapat diamati dari permukaan. Namun perubahan massanya dapat meninggalkan pengaruh yang dapat diukur melalui medan gravitasi.

Membaca bagian dalam bumi

Teknologi serupa digunakan untuk memahami struktur bagian dalam bumi.

Melalui tomografi seismik, ilmuwan memanfaatkan karakteristik gelombang gempa yang merambat melalui bumi. Gelombang tersebut mengalami perubahan sesuai dengan material dan struktur yang dilaluinya.

Dengan menggabungkan data dari berbagai gempa dan sejumlah sensor, ilmuwan dapat membangun model mengenai struktur interior bumi.

Manusia tidak perlu membelah bumi untuk mempelajari bagian dalamnya. Informasi diperoleh dengan membaca bagaimana gelombang bergerak melewati material di bawah permukaan.

Gunung api dan perubahan yang sangat kecil

Pemantauan gunung api juga memperlihatkan bagaimana berbagai jenis data dapat digabungkan.

Radar satelit dapat mendeteksi perubahan permukaan bumi yang sangat kecil. Informasi tersebut kemudian dapat dianalisis bersama data kegempaan, gas, suhu, GPS, dan data geologi.

Tidak ada satu jenis sensor yang selalu mampu menjelaskan seluruh fenomena. Karena itu, pemantauan modern semakin bergantung pada penggabungan berbagai sumber data untuk membangun gambaran yang lebih komprehensif mengenai suatu sistem.

Dari pengamatan cuaca menuju prakiraan

Dalam meteorologi, satelit juga tidak sekadar menghasilkan gambar awan.

Sistem observasi modern dapat menyediakan berbagai parameter atmosfer dan laut, seperti suhu, kelembapan, angin, tekanan, karakteristik awan, serta suhu permukaan laut.

Data tersebut kemudian diproses melalui model numerik. Komputer menghitung kemungkinan perkembangan sistem atmosfer berdasarkan kondisi awal dan prinsip-prinsip fisika yang digunakan dalam model.

Dari proses tersebut, manusia dapat memperoleh prakiraan mengenai arah pergerakan badai, perkembangan sistem cuaca, serta wilayah yang berpotensi terdampak.

Artinya, manusia tidak benar-benar “melihat masa depan”. Yang dilakukan adalah mengukur kondisi saat ini, menerapkan pemahaman mengenai hukum fisika, kemudian memodelkan kemungkinan perkembangan sistem tersebut.

Sensor menjadi mesin penghasil pengetahuan

SENTINEL Seri 4 menggambarkan proses tersebut dalam sebuah rangkaian:

Sensor → Pengukuran → Data → Korelasi → Pola → Model → Prediksi → Keputusan.

Perubahan besar terjadi ketika manusia tidak lagi hanya mengandalkan penglihatan langsung.

Berbagai teknologi sensor kini dapat berfungsi sebagai “indra buatan”, mulai dari radar, inframerah, multispektral, hiperspektral, gravitasi, magnetik, seismik hingga radio.

Masing-masing sensor menangkap karakteristik fenomena yang berbeda. Ketika data tersebut digabungkan dan diproses menggunakan komputasi, algoritma, kecerdasan buatan atau model ilmiah, sinyal yang semula berdiri sendiri dapat diolah menjadi informasi dan pengetahuan.

Inilah pergeseran dari “melihat” menjadi “memahami”.

Prediksi bukan kepastian

Namun, kemampuan teknologi tersebut tetap memiliki batas.

Model sebaik apa pun dibangun berdasarkan data, asumsi dan parameter tertentu. Karena itu, hasil prediksi selalu memiliki tingkat ketidakpastian.

Menurut gagasan yang disampaikan dalam SENTINEL Seri 4, teknologi yang matang bukan hanya menghasilkan prediksi, tetapi juga harus mampu menjawab tiga pertanyaan penting: seberapa kuat bukti yang tersedia, seberapa besar ketidakpastiannya, dan apa yang masih belum diketahui.

Dalam proses tersebut, manusia tetap memiliki peran penting.

Kecerdasan buatan dapat membantu menemukan pola dan komputer dapat memproses data dalam skala yang sangat besar. Sensor juga mampu menangkap fenomena yang tidak dapat ditangkap indera manusia.

Namun data tetap perlu ditafsirkan, model perlu divalidasi, dan keputusan harus mempertimbangkan konteks.

Tantangan Indonesia

Pada akhirnya, pembahasan SENTINEL Seri 4 membawa isu tersebut ke konteks Indonesia.

Pertanyaannya bukan sekadar apakah Indonesia mampu menggunakan teknologi yang telah tersedia, tetapi juga sejauh mana kemampuan nasional dapat dibangun untuk melakukan pengukuran, pengolahan data, pemodelan, serta menghasilkan pengetahuan secara mandiri.

Ekosistem tersebut melibatkan banyak unsur, mulai dari ilmuwan, insinyur, perguruan tinggi, lembaga penelitian, industri, sensor, satelit, data, infrastruktur komputasi, kecerdasan buatan hingga sistem pengambilan keputusan.

Dalam perspektif tersebut, kekuatan teknologi tidak hanya ditentukan oleh siapa yang memiliki sensor atau satelit.

Yang tidak kalah penting adalah kemampuan mengubah sinyal menjadi data, data menjadi informasi, informasi menjadi pengetahuan, pengetahuan menjadi prediksi, dan prediksi menjadi dasar pengambilan keputusan.

SENTINEL dan cara baru membaca bumi

SENTINEL dalam seri ini tidak lagi hanya dipahami sebagai simbol “penjaga”. Ia menggambarkan kemampuan manusia menggunakan teknologi untuk membaca bumi melalui berbagai fenomena yang tidak selalu terlihat secara langsung.

Pesan utamanya sederhana, tetapi mendasar:

Jangan hanya bertanya, “Apa yang kita lihat?”

Pertanyaan berikutnya adalah:

“Apa yang dapat kita ketahui dari apa yang kita ukur?”

Perkembangan teknologi penginderaan, komputasi, pemodelan dan kecerdasan buatan pada akhirnya bukan semata-mata membuat manusia mampu melihat lebih jauh.

Teknologi memungkinkan manusia mengukur lebih banyak, menemukan pola yang sebelumnya sulit dikenali, serta membangun pengetahuan tentang fenomena yang tidak dapat diamati secara langsung.

SENTINEL Seri 4 — Dari Sensor → Data → Model → Pengetahuan.

— MJP —

Suwoto

Jurnalis :

Bergabung di Media Suara Mabes (MSM) sejak tanggal 26 April 2021 sebagai Redaktur. Email : suwoto@mediasuaramabes.co.id

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Antusiasme Masyarakat Desa Pantai Makmur Kawal Pendaftaran H. Mursan Hamdani, S.E., Resmi Mencalonkan Diri Melanjutkan Kepemimpinan Tiga Periode

    Antusiasme Masyarakat Desa Pantai Makmur Kawal Pendaftaran H. Mursan Hamdani, S.E., Resmi Mencalonkan Diri Melanjutkan Kepemimpinan Tiga Periode

    • calendar_month Rabu, 29 Jul 2026
    • account_circle Aan Hermawan
    • visibility 210
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Tarumajaya – Antusiasme masyarakat Desa Pantai Makmur terlihat saat mengawal proses pendaftaran H. Mursan Hamdani, S.E., yang secara resmi kembali mencalonkan diri sebagai Kepala Desa Pantai Makmur. Dengan dukungan dan antusiasme masyarakat yang turut mengawal proses pendaftaran tersebut, H. Mursan Hamdani, S.E. menyatakan kesiapannya untuk kembali mengikuti kontestasi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Desa […]

  • Gudang PT Surya Pasifik di Cengkareng Terbakar, 12 Unit Damkar Dikerahkan

    Gudang PT Surya Pasifik di Cengkareng Terbakar, 12 Unit Damkar Dikerahkan

    • calendar_month Selasa, 19 Mei 2026
    • account_circle Saud Maruntung
    • visibility 167
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes, Jakarta – Kebakaran melanda sebuah gudang milik PT Surya Pasifik yang berlokasi di Jalan Peternakan Raya, RT 05/RW 01, Kelurahan Kedaung Kali Angke, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat, pada Senin (18/5/2026) siang. Peristiwa tersebut dilaporkan terjadi sekitar pukul 14.23 WIB. Setelah menerima laporan, petugas Pemadam Kebakaran langsung bergerak menuju lokasi kejadian. Sebanyak 12 unit mobil […]

  • Momentum Idul Adha 1447 H, Polda Kalbar Tebar Kepedulian Lewat Penyaluran 147 Hewan Kurban photo_camera 4

    Momentum Idul Adha 1447 H, Polda Kalbar Tebar Kepedulian Lewat Penyaluran 147 Hewan Kurban

    • calendar_month Rabu, 27 Mei 2026
    • account_circle Hepni Jaya Kusuma
    • visibility 268
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes, Pontianak Kalbar – Kepolisian Daerah Kalimantan Barat melaksanakan Shalat Idul Adha 1447 Hijriah/2026 Masehi di Masjid An-Nur Polda Kalbar, Rabu (27/05). Kegiatan berlangsung khidmat dan dihadiri langsung oleh Kapolda Kalbar Irjen Pol Dr. Pipit Rismanto, S.I.K., M.H., bersama para Pejabat Utama (PJU) Polda Kalbar, personel, serta keluarga besar Polda Kalbar. Pelaksanaan Shalat Idul Adha […]

  • Purnawirawan TNI AD Keluhkan Kompensasi Proyek SUTT di Setiamulya Belum Tuntas

    Purnawirawan TNI AD Keluhkan Kompensasi Proyek SUTT di Setiamulya Belum Tuntas

    • calendar_month Minggu, 6 Sep 2026
    • account_circle Aan Hermawan
    • visibility 122
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Setiamulya — Persoalan kompensasi atas keberadaan proyek Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) di wilayah Desa Setiamulya, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, kembali menjadi perhatian. Seorang purnawirawan TNI AD, Abdul Harris, mengaku masih memperjuangkan penyelesaian hak kompensasi yang menurut keterangannya belum diselesaikan secara tuntas. Abdul Harris menyampaikan keberatan karena dirinya merasa hak yang berkaitan dengan […]

  • Curhat Kamtibmas, Polda Kalbar Hadir Lebih Dekat untuk Mendengar Aspirasi Masyarakat

    Curhat Kamtibmas, Polda Kalbar Hadir Lebih Dekat untuk Mendengar Aspirasi Masyarakat

    • calendar_month Jumat, 9 Okt 2026
    • account_circle Hepni Jaya Kusuma
    • visibility 79
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Pontianak, Kalbar – Polda Kalbar terus memperkuat kedekatan dengan masyarakat melalui kegiatan Curhat Kamtibmas dan Makan Gratis bersama masyarakat serta berbagai komunitas di Taman Akcaya, Kota Pontianak, Jumat (9/10/2026). Kegiatan yang dilaksanakan oleh Ditbinmas Polda Kalbar ini menjadi ruang dialog terbuka bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi, berbagi pengalaman, serta membahas berbagai persoalan keamanan […]

  • Koramil Singkawang Selatan dan Tim Gabungan Padamkan Karhutla di Pangmilang

    Koramil Singkawang Selatan dan Tim Gabungan Padamkan Karhutla di Pangmilang

    • calendar_month Sabtu, 12 Sep 2026
    • account_circle Hepni Jaya Kusuma
    • visibility 231
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Singkawang — Upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terus dilakukan TNI bersama tim gabungan di Kota Singkawang. Personel Koramil 1202-02/Singkawang Selatan bersama Yon TP 839/SA BKO, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api (MPA), pemerintah kelurahan serta unsur terkait turun langsung melakukan pengecekan, pemadaman dan pendinginan di wilayah Kelurahan Pangmilang, Kecamatan Singkawang Selatan, Jumat […]

expand_less