Breaking News
light_mode
Trending HasTags
Beranda » Budaya & Pariwisata » Burung Pleci Atau Burung Kacamata Di Pacitan Diambang Kepunahan

Burung Pleci Atau Burung Kacamata Di Pacitan Diambang Kepunahan

  • account_circle Moh Mujahid
  • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
  • visibility 201
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MediaSuaraMabes, Pacitan – Maraknya penggemar burung Pleci dari Pacitan yang mempunyai suara jernih, cerdas, gampang diisi materi dan tidak ngetem semakin digemari di seluruh Indonesia namun khabitatnya diambang kepunahan.

Di Pacitan sekarang tinggal 4 Kecamatan yaitu Kec. Bandar, Kec. Nawangan, Kec. Kebonagung, Kec.Tulakan itupun hanya beberapa desa saja. Dulu, sekali memasang pikat bisa dapat 15 sampai 20 ekor, sekarang sehari cari satu ekor belum tentu dapat, begitu juga mencari sarang burung tldak semudah dulu karena baru menetas sudah diambil orang.

“Burung ini sudah banyak berkurang karena sudah jarang yang mau turun di pikat sehingga harga Pleci dakun dari Pacitan jadi mahal, contohnya yang masih lolohan (masih disuap) rata” diatas 800.000 sedangkan harga pleci prestasi nama burung maskot dari Pacitan tembus Rp.55.000.000 dan mungkin ada yang lebih tinggi harganya.” ungkapnya.

“Soal pedagang pleci dari luar Pacitan yang mengaku punya dakun Pleci dari Pacitan yang pikatan sebaiknya hati – hati karena di Pacitan sudah dilarang dan jangan mudah tergiur dengan kata – kata burung Pacitan.” kata Herry PJP salah satu warga Pacitan saat di klarifikasi di rumahnya.(20/5/2026)

Dirinya mengaku sebagai pemain gantangan dan bukan pedagang atau pemikat namun sebagai pencetak burung pleci untuk lomba gacoan sendiri di tim gubuk jahanam miliknya bertujuan mengangkat vitamin burung saya sendiri namanya “Liquid Power ” dan punya tujuan mengangkat burung pleci dakun dari Pacitan berkualitas.

Selain itu Herry mengajak untuk menjaga kelestarian burung Pleci di Pacitan dan menghindari mengambil dengan cara memikat karena banyak Desa yang melarang keras salah satunys Desa Sanggrahan Kec. Kebonagung Kab. Pacitan, Jawa – Timur, semoga ke depan semakin berkembang biak tambah banyak sehingga anak cucu bisa menikmati suara kicauan indah burung Pleci di hutan. (Mj)

Moh Mujahid

Jurnalis :

Bergabung di Media Suara Mabes (MSM) sejak tanggal 30 Mei 2024 sebagai Jurnalis Kab. Pacitan - Jawa Timur. Email : moh.mujahid@mediasuaramabes.co.id

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rakor KAN se-Kurai Lahirkan Gagasan Pengakuan Masyarakat Hukum Adat Melalui Perda

    Rakor KAN se-Kurai Lahirkan Gagasan Pengakuan Masyarakat Hukum Adat Melalui Perda

    • calendar_month Selasa, 15 Sep 2026
    • account_circle Muhammad Yaman
    • visibility 111
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Bukittinggi — Adat tidak cukup hanya diwariskan lewat tambo dan petuah niniak mamak. Di tengah perubahan zaman dan derasnya regulasi negara, masyarakat adat Kurai Limo Jorong mulai menyiapkan pijakan baru: aturan tertulis yang mampu menjaga adat tetap hidup tanpa kehilangan jati dirinya. Semangat itu mengemuka dalam Rapat Koordinasi Kerapatan Adat Nagari (KAN) se-Kurai […]

  • Dukung Program Ketahanan Pangan Nasional Polsek Manis Mata Panen Jagung Hibrida BUMDes Ratu Keramat di Desa Ratu Elok photo_camera 2

    Dukung Program Ketahanan Pangan Nasional Polsek Manis Mata Panen Jagung Hibrida BUMDes Ratu Keramat di Desa Ratu Elok

    • calendar_month Selasa, 21 Jul 2026
    • account_circle A'ang Sanjaya
    • visibility 164
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Ketapang, Kalbar – Kapolres Ketapang AKBP Muhammad Harris S.H., S.I.K., M.I.K., CPHR yang diwakili oleh Kapolsek Manis Mata IPTU Meinardus Yudiansyah S.H., M.H. menghadiri kegiatan pemanenan jagung hibrida milik BUMDes Ratu Keramat yang dilaksanakan di lahan pertanian Desa Ratu Elok, Kecamatan Manis Mata, Kabupaten Ketapang, sebagai bentuk dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional […]

  • Macet dan Semrawut di Lokasi PRJ, Perlu Tata Kelola Lebih Profesional

    Macet dan Semrawut di Lokasi PRJ, Perlu Tata Kelola Lebih Profesional

    • calendar_month Sabtu, 13 Jun 2026
    • account_circle Hapzon Effendi
    • visibility 286
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes, Jakarta – Kemacetan dan kondisi lalu lintas yang semrawut tampak terjadi di kawasan sekitar lokasi Pekan Raya Jakarta (PRJ). Padatnya kendaraan yang keluar-masuk area pameran menyebabkan antrean panjang, terutama pada jam-jam ramai menjelang sore hingga malam hari. Berdasarkan pantauan di lapangan, sejumlah kendaraan terlihat saling berebut jalur, sementara arus lalu lintas berjalan sangat lambat. […]

  • Ormas, OKP dan LSM KBB Siapkan Aksi Lanjutan: Kesepakatan Jangan Sekadar Janji

    Ormas, OKP dan LSM KBB Siapkan Aksi Lanjutan: Kesepakatan Jangan Sekadar Janji

    • calendar_month Rabu, 9 Sep 2026
    • account_circle Sudirman
    • visibility 196
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Bandung Barat, Jawa Barat — Sejumlah organisasi masyarakat (Ormas), organisasi kepemudaan (OKP), LSM, dan aktivis di Kabupaten Bandung Barat (KBB) kembali menyatakan sikap tegas. Mereka memastikan akan menggelar aksi lanjutan apabila hasil audiensi dan kesepakatan bersama DPRD KBB belum direalisasikan. Mereka menilai, hasil pertemuan dan kesepakatan tidak boleh berhenti sebatas pembahasan di ruang […]

  • Menhan Sjafrie Kunjungi Mantan Panglima TNI Widodo AS, Bahas Keteladanan dan Pertahanan Nasional

    Menhan Sjafrie Kunjungi Mantan Panglima TNI Widodo AS, Bahas Keteladanan dan Pertahanan Nasional

    • calendar_month Sabtu, 14 Feb 2026
    • account_circle Suwoto
    • visibility 113
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes, Jakarta – Sjafrie Sjamsoeddin melaksanakan kunjungan silaturahmi kepada Widodo AS di Jakarta, Kamis (12/2). Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kesinambungan nilai pengabdian dan keteladanan dalam tubuh Tentara Nasional Indonesia (TNI). Dalam suasana hangat dan penuh penghormatan, Menhan menegaskan pentingnya menjaga tradisi menghargai para pendahulu sebagai sumber pembelajaran strategis bagi generasi penerus. Menurutnya, pengalaman […]

  • Pertahanan Nir-Materi Jadi Pilar Strategis Indonesia Abad ke-21, Industri, Perdagangan, dan Pekerja Migran Dinilai Berperan Vital

    Pertahanan Nir-Materi Jadi Pilar Strategis Indonesia Abad ke-21, Industri, Perdagangan, dan Pekerja Migran Dinilai Berperan Vital

    • calendar_month Rabu, 8 Jul 2026
    • account_circle Suwoto
    • visibility 176
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Jakarta – Penguatan pertahanan Indonesia pada abad ke-21 tidak lagi hanya bertumpu pada kekuatan militer, tetapi juga ditentukan oleh kokohnya fondasi nonfisik yang menopang daya tahan bangsa. Hal tersebut disampaikan Brigjen TNI (Purn.) MJP Hutagaol dalam tulisan bertajuk “Pertahanan Indonesia Abad ke-21: Perang Fondasi, Pertahanan Nir-Materi, dan Evolusi Strategi Pertahanan Nasional” Bagian 6E, […]

expand_less