Breaking News
light_mode
Trending HasTags
Beranda » Opini » The Prabowonomic Institute / The Print “Pasal VS Pasar: Kami Pilih Konstitusi”

The Prabowonomic Institute / The Print “Pasal VS Pasar: Kami Pilih Konstitusi”

  • account_circle Suwoto
  • calendar_month Jumat, 7 Agt 2026
  • visibility 184
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MediaSuaraMabes | Jakarta – The Prabowonomics Institute (The PRINT), yang diketuai oleh Yonge Sihombing, Penulis Buku Bilingual “Prabowonomics”, menyampaikan sikap resmi terkait pemberitaan The Australian 31 Juli 2026 karya Amanda Hodge berjudul “Bagaimana Pesona Prabowonomics Pudar” dan ulasan De Volkskrant 29-31 Juli 2026 yang menyebut adanya “krisis kepercayaan” terhadap ekonomi Indonesia.

Kami menghargai kritik media internasional, namun menolak framing yang menyamakan koreksi kebijakan dengan kegagalan. Penilaian terhadap Prabowonomics harus dilakukan secara utuh, bukan sepotong-sepotong.

Inti perbedaan kami sederhana: The Australian dan De Volkskrant menilai dari sisi Pasar. Kami menilai dari sisi Pasal. Indonesia adalah negara hukum. Ekonomi kami tidak tunduk pada indeks, rating, atau sentimen pasar jangka pendek. Ekonomi kami tunduk pada Pasal 33 UUD 1945: cabang produksi penting dikuasai negara, bumi air dan kekayaan alam untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

Pernyataan Presiden “ekonomi itu sederhana seperti warung kopi” disebut The Australian sebagai “Marie Antoinette moment”. Kami luruskan. Itu bukan penyederhanaan, itu prinsip. Warung kopi bertahan karena ada manajemen arus kas, harga, dan pelanggan. Sama dengan negara. Yang diutamakan bukan spekulasi, tapi perut rakyat. Itulah ekonomi kerakyatan.

Soal rupiah, suku bunga, dan PHK: semua negara sedang hadapi tekanan dolar AS dan ketidakpastian global. Tapi fondasi kita kuat. Utang terkendali, cadangan devisa besar, perbankan sehat. Mundurnya Gubernur BI adalah keputusan pribadi dan dinamika kelembagaan. Independensi BI tetap dijamin UU. Tidak ada intervensi politik dalam kebijakan moneter.

Yang disebut “statisme” oleh De Volkskrant seperti DSI, Danantara, dan Koperasi Desa Merah Putih, justru adalah pelaksanaan konstitusi. Selama 30 tahun kita biarkan SDA dan rantai nilai dikuasai pihak asing. Sekarang negara hadir untuk ambil alih komando. Tujuannya bukan mematikan pasar, tapi mengarahkan pasar agar tidak merugikan rakyat sendiri.

Kami dengar kekhawatiran investor, termasuk yang disampaikan KADIN China dan disorot De Volkskrant. Pemerintah terbuka untuk dialog. Tapi dialog harus setara. Indonesia terbuka untuk investasi, bukan untuk eksploitasi. Investor Belanda yang sudah puluhan tahun di RI di bidang agri-food, energi, dan perbankan justru akan diuntungkan oleh stabilitas dan pasar domestik yang kuat.

Penurunan survei popularitas adalah hal wajar di tengah penyesuaian harga pangan dan energi. Tapi program seperti makan bergizi gratis, hilirisasi, dan koperasi desa adalah investasi jangka panjang. Kami tidak akan menunda visi 2045 hanya karena takut tidak populer 1-2 tahun. Rating boleh turun. Gizi anak tidak boleh.

Kepada The Australian dan De Volkskrant: Silakan ukur kami dengan parameter Anda. Tapi izinkan kami mengukur diri dengan parameter kami sendiri: Konstitusi.
Prabowonomics bukan anti-pasar. Prabowonomics adalah pasar yang berkeadilan, pasar yang tunduk pada Pasal.

The Australian menyorot program sosial sebagai “membebani”. Kami jawab dengan Pasal 34 Ayat 1 UUD 1945: “Fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara”. Program makan bergizi gratis, bantuan sosial, dan sekolah rakyat adalah perintah konstitusi, bukan populisme. Jika pasar gagal menjangkau, maka negara wajib hadir.

Pasal 34 Ayat 2 mengamanatkan negara mengembangkan sistem jaminan sosial bagi seluruh rakyat. BPJS Kesehatan, Kartu Prakerja, cek kesehatan gratis adalah turunan langsung dari pasal ini. De Volkskrant khawatir fiskal. Kami khawatir jika 50 juta warga tidak punya akses kesehatan karena takut defisit.

Pasal 34 Ayat 3-4 menegaskan negara bertanggung jawab atas penyediaan fasilitas pelayanan kesehatan dan fasilitas umum yang layak. Itulah mengapa kami bangun rumah sakit di daerah 3T, sekolah unggulan, dan infrastruktur desa. Ini bukan “belanja boros”. Ini investasi SDM agar Indonesia tidak terjebak jadi negara berpenghasilan menengah selamanya.

The Australian menyebut pasar saham kita “tidak transparan”. Kami terbuka untuk audit dan perbaikan tata kelola. Tapi transparansi bukan berarti membuka seluruh aset strategis untuk spekulasi asing. Ada batas. Ada sektor yang wajib dijaga untuk kepentingan nasional. Itu juga bagian dari kedaulatan.

Ancaman penurunan status dari MSCI adalah risiko yang kami hitung. Tapi sejak kapan nasib 280 juta rakyat Indonesia ditentukan oleh 1 lembaga pemeringkat? Kami lebih memilih diturunkan statusnya tapi berhasil membangun industri baterai, smelter, dan pangan. Daripada dapat status “emerging” tapi tetap jadi eksportir bahan mentah.

Program makan gratis, cek kesehatan gratis, sekolah unggulan disebut “membebani negara”. Kami sebut itu “investasi”. Negara yang tidak berani belanja untuk SDM-nya, akan membayar lebih mahal 20 tahun lagi lewat kemiskinan, stunting, dan kriminalitas. Itu pelajaran dari sejarah. Pasar tidak akan bangun sekolah di desa 3T. Negara yang wajib.

Menyamakan situasi hari ini dengan krisis 1998 adalah tidak jujur secara data. Tahun 1998 kita tidak punya cadangan devisa, utang luar negeri meledak, dan perbankan kolaps. Hari ini kebalikannya. Justru karena kita belajar dari 1998, maka hari ini negara hadir lebih awal. Agar krisis tidak terulang.

Terakhir, kepada The Australian, De Volkskrant, dan seluruh mitra internasional: Pintu kami terbuka. Datang, lihat langsung smelter di Morowali, koperasi di Gunungkidul, sekolah rakyat di Papua.

Kesimpulan Akhir:
Dunia boleh punya konsensus Washington. Indonesia punya konsensus Pasal 33 dan Pasal 34 UUD 1945.
Ekonomi Produksi + Jaminan Sosial. Itu Prabowonomics. PASAL VS PASAR. Kami pilih PASAL.

Jakarta, 5 Agustus 2026
Yonge Sihombing
Ketua The Prabowonomics Institute (The PRINT)
Penulis Buku Bilingual “Prabowonomics”

Suwoto

Jurnalis :

Bergabung di Media Suara Mabes (MSM) sejak tanggal 26 April 2021 sebagai Redaktur. Email : suwoto@mediasuaramabes.co.id

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Diduga Minta Puluhan Juta dengan Janji Proses Cepat Kerja ke Luar Negeri, Sejumlah CPMI Pertanyakan Kejelasan Penempatan

    Diduga Minta Puluhan Juta dengan Janji Proses Cepat Kerja ke Luar Negeri, Sejumlah CPMI Pertanyakan Kejelasan Penempatan

    • calendar_month Kamis, 13 Agt 2026
    • account_circle Eddy Susyanto
    • visibility 190
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Indramayu, Jawa Barat — Sejumlah calon pekerja migran Indonesia (CPMI) asal Kabupaten Indramayu mengaku mengalami kerugian materi setelah menyerahkan sejumlah uang kepada seorang pria berinisial N, yang disebut menawarkan pekerjaan ke luar negeri dengan janji proses penempatan secara cepat. Informasi tersebut disampaikan oleh salah seorang CPMI berinisial YD kepada MediaSuaraMabes. Menurut YD, penawaran […]

  • Menaker Tegaskan Pentingnya Sertifikasi Kompetensi bagi Lulusan Magang photo_camera 2

    Menaker Tegaskan Pentingnya Sertifikasi Kompetensi bagi Lulusan Magang

    • calendar_month Kamis, 7 Mei 2026
    • account_circle Suwoto
    • visibility 120
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes, Bogor — Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan pentingnya sertifikasi kompetensi bagi lulusan program pemagangan nasional sebagai pengakuan formal atas keterampilan yang dimiliki, sekaligus untuk memperkuat posisi mereka di pasar kerja. Untuk itu, pemerintah memfasilitasi sertifikasi bagi peserta yang telah menyelesaikan program pemagangan guna meningkatkan daya saing tenaga kerja. “Sertifikasi kompetensi ini kami berikan secara cuma-cuma […]

  • HUT ke-81 TNI, Babinsa Sagatani Sertu Muntoha Hadir di Tengah Rakyat, Jaga Situasi Tetap Kondusif

    HUT ke-81 TNI, Babinsa Sagatani Sertu Muntoha Hadir di Tengah Rakyat, Jaga Situasi Tetap Kondusif

    • calendar_month Rabu, 7 Okt 2026
    • account_circle Hepni Jaya Kusuma
    • visibility 99
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Singkawang — Semangat memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) tahun 2026 terasa semakin bermakna dengan hadirnya Babinsa di tengah masyarakat. Di Kelurahan Sagatani, Kecamatan Singkawang Selatan, Babinsa Kelurahan Sagatani, Sertu Muntoha dari Koramil 1202-02/Singkawang Selatan, hadir langsung dalam kegiatan inventarisasi tanaman sawit milik warga yang terdampak aktivitas perluasan jaringan […]

  • Polres Pelalawan Gagalkan Penyelundupan 12 Kubik Kayu Ilegal, Dua Truk dan Pelaku Diamankan

    Polres Pelalawan Gagalkan Penyelundupan 12 Kubik Kayu Ilegal, Dua Truk dan Pelaku Diamankan

    • calendar_month Rabu, 5 Agt 2026
    • account_circle Anggiat Sianturi
    • visibility 262
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Pelalawan – Kepolisian Resor (Polres) Pelalawan melalui Unit Tipidter Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) kembali berhasil membongkar praktik illegal logging di wilayah hukumnya. Dalam pengungkapan tersebut, petugas mengamankan dua unit truk yang mengangkut belasan meter kubik kayu tanpa dokumen sah serta dua orang tersangka. Pengungkapan kasus pembalakan liar ini didasarkan pada Laporan Polisi Nomor: […]

  • Penuhi Undangan International Meeting WRC di Malaysia, Ketum PRSI : Tingkatkan Investasi Industri Robotik di Indonesia

    Penuhi Undangan International Meeting WRC di Malaysia, Ketum PRSI : Tingkatkan Investasi Industri Robotik di Indonesia

    • calendar_month Sabtu, 23 Nov 2024
    • account_circle Ichsan
    • visibility 60
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Malaysia – Ketua umum Persatuan Robotika Seluruh Indonesia (PRSI) Wahyu Hidayat memenuhi undangan dari organisasi robotik dunia yakni World Robotic Center (WRC) di Malaysia, dalam pertemuan itu hadir juga perwakilan pengurus WRC dari negara Brunei darussalam dan Singapore. Rabu ( 20/11/2024) World Robotic Center sendiri adalah Organisasi di bidang robotik yang punya tujuan […]

  • Dua Bandar Sabu Jaringan Sandai Di Bekuk, Polres Ketapang Amankan 379,91 Gram Sabu

    Dua Bandar Sabu Jaringan Sandai Di Bekuk, Polres Ketapang Amankan 379,91 Gram Sabu

    • calendar_month Rabu, 30 Sep 2026
    • account_circle A'ang Sanjaya
    • visibility 92
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Ketapang, Kalbar – Polres Ketapang berhasil menangkap dua terduga bandar sabu di Kecamatan Sandai dan menyita barang bukti Narkotika jenis Sabu seberat total 379,91 gram brutto pada Senin (21/9/2026) malam. Dua tersangka berinisial J (42) dan DD (27) diringkus tanpa perlawanan sekitar pukul 20.00 WIB berkat laporan masyarakat yang melaporkan aktivitas peredaran Narkoba […]

expand_less