Pertahanan Nir-Materi Jadi Pilar Strategis Indonesia Abad ke-21, Industri, Perdagangan, dan Pekerja Migran Dinilai Berperan Vital
- account_circle Suwoto
- calendar_month Rabu, 8 Jul 2026
- visibility 174
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MediaSuaraMabes | Jakarta – Penguatan pertahanan Indonesia pada abad ke-21 tidak lagi hanya bertumpu pada kekuatan militer, tetapi juga ditentukan oleh kokohnya fondasi nonfisik yang menopang daya tahan bangsa. Hal tersebut disampaikan Brigjen TNI (Purn.) MJP Hutagaol dalam tulisan bertajuk “Pertahanan Indonesia Abad ke-21: Perang Fondasi, Pertahanan Nir-Materi, dan Evolusi Strategi Pertahanan Nasional” Bagian 6E, yang membahas peran strategis Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, dan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI).
Menurutnya, pembangunan kekuatan nasional harus diarahkan pada penguatan industri nasional, sistem perdagangan yang tangguh, serta perlindungan dan peningkatan kualitas pekerja migran Indonesia sebagai bagian dari strategi memperkuat Pertahanan Nir-Materi dalam kerangka Sistem Pertahanan Semesta.
Brigjen (Purn.) MJP Hutagaol menjelaskan, sektor industri merupakan fondasi utama bagi kemandirian bangsa. Negara yang memiliki industri kuat akan lebih mampu menguasai teknologi, meningkatkan nilai tambah sumber daya alam, memperluas lapangan kerja, serta mengurangi ketergantungan terhadap produk dan teknologi asing.
Dalam perspektif “Perang Fondasi”, industrialisasi dipandang tidak hanya sebagai kebijakan ekonomi, tetapi juga sebagai strategi memperkuat ketahanan nasional melalui penguasaan teknologi, inovasi, digitalisasi, dan penguatan rantai pasok nasional. Pengembangan hilirisasi sumber daya alam, transformasi menuju Industri 4.0, hingga peningkatan penggunaan produk dalam negeri menjadi bagian dari upaya membangun kekuatan nasional yang berkelanjutan.
Selain sektor industri, perdagangan juga dinilai memiliki posisi strategis dalam menjaga stabilitas ekonomi sekaligus memperkuat posisi Indonesia di tengah persaingan geoekonomi global. Perdagangan modern tidak lagi sekadar aktivitas jual beli, tetapi telah berkembang menjadi instrumen geopolitik melalui penguasaan rantai pasok, logistik, perdagangan digital, serta diplomasi ekonomi.
Kementerian Perdagangan berperan menjaga stabilitas distribusi barang, memperluas akses pasar ekspor, melindungi konsumen, serta meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar internasional. Keberhasilan sektor perdagangan diyakini mampu membangun kepercayaan dunia terhadap Indonesia sekaligus memperkokoh ketahanan ekonomi nasional.
Di sisi lain, pekerja migran Indonesia dipandang sebagai aset strategis bangsa yang berkontribusi tidak hanya melalui devisa, tetapi juga transfer pengetahuan, keterampilan, pengalaman internasional, serta perluasan jejaring global.
Karena itu, Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia memiliki tanggung jawab besar dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan, pelatihan, sertifikasi profesi, penguasaan bahasa asing, hingga perlindungan hukum bagi pekerja migran sebelum, selama, dan setelah bekerja di luar negeri.
Dalam kajiannya, Brigjen (Purn.) MJP Hutagaol juga menekankan pentingnya pemberantasan praktik perdagangan orang (human trafficking), penempatan tenaga kerja ilegal, eksploitasi pekerja, serta berbagai bentuk kejahatan transnasional yang dapat merugikan negara sekaligus mencoreng martabat bangsa.
Ia menilai bahwa kualitas sumber daya manusia merupakan fondasi utama kekuatan nasional. Oleh sebab itu, pembangunan manusia Indonesia yang profesional, kompeten, dan berdaya saing global harus menjadi bagian integral dari strategi pertahanan nasional.
Melalui penguatan sektor industri, perdagangan, dan pelindungan pekerja migran, Indonesia diharapkan mampu membangun Pertahanan Nir-Materi yang semakin kokoh untuk menghadapi dinamika geopolitik, geoekonomi, serta berbagai ancaman nonfisik pada abad ke-21.
(Suwoto)
Jurnalis : Suwoto
Bergabung di Media Suara Mabes (MSM) sejak tanggal 26 April 2021 sebagai Redaktur. Email : suwoto@mediasuaramabes.co.id

Saat ini belum ada komentar