Libas : Selamatan Sunatan dan Silaturahmi, Wujud Komitmen Lestarikan Nilai Agama dan Persaudaraan
- account_circle Muhammad Yaman
- calendar_month Minggu, 5 Jul 2026
- visibility 344
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MediaSuaraMabes | Agam – Suasana haru, khusyuk, dan diliputi limpahan rahmat menyelimuti rangkaian acara selamatan sunatan serta syukuran dari keluarga Bapak Kang Isrul Lubis, yang digabungkan dengan pertemuan rutin arisan keluarga besar Libas. Kegiatan ini bukan sekadar pertemuan biasa, melainkan bukti nyata komitmen bersama dalam menjaga ukhuwah, menanam nilai kebaikan, dan merayakan momen bahagia secara bersama-sama.
Acara berjalan tertib dan berkesan, dibuka dengan ketenangan serta keyakinan penuh. Sebagai protokol, Kang Budi memandu seluruh rangkaian kegiatan dengan sigap, teliti, dan penuh tanggung jawab, menata suasana agar nyaman dan khidmat sejak awal pertemuan.
Kemudian, hati hadirin seakan terbuai oleh lantunan ayat suci Al-Qur’an yang dibawakan oleh Ustadz Deri. Suara yang merdu dan dilantunkan dengan kekhusyukan mendalam itu membuka pintu-pintu rahmat Allah SWT, menjadi pembuka yang paling indah bagi seluruh pertemuan ini.
Dalam sambutannya, Ketua Libas Asep Susanto menyampaikan rasa syukur yang mendalam dan ucapan selamat datang yang tulus kepada seluruh tamu undangan. “Terima kasih telah meluangkan waktu hadir di sini—kehadiran Bapak/Ibu sekalian menjadikan sukacita ini berlipat ganda,” ujarnya. Khusus untuk momen syukuran sunatan, beliau berdoa dengan harapan besar: semoga putra yang dikhitan kelak tumbuh menjadi pribadi yang saleh, berilmu luas, berakhlak mulia, dan senantiasa berada dalam lindungan serta kasih sayang Allah SWT.
Beliau juga tak lupa menyambut hangat kehadiran Kang Egi yang baru bergabung dalam wadah Libas. “Selamat datang di keluarga besar kita, Kang Egi. Semoga kehadiran Saudara membawa semangat baru, kekuatan tambahan, dan kita semua bergandengan tangan erat untuk membangun, memajukan Libas menuju hal yang lebih gemilang ke depannya,” tuturnya dengan semangat membara.
Suasana semakin tenang dan menyejukkan ketika seluruh hadirin bersama-sama melantunkan salawat kepada Baginda Nabi Muhammad SAW, yang dipandu dengan apik oleh Ustadz Handi. Rangkaian ini ditutup dengan doa bersama, yang diyakini pahalanya akan dilipatgandakan Allah SWT—bahkan mencapai sepuluh kali lipat atau lebih—sebagai permohonan agar segala niat baik dan kebaikan yang kita tanam senantiasa diberkahi.
Momen penguatan iman kemudian disampaikan oleh Ustadz Ade Jalaluddin yang didaulat menyampaikan tausiyah. Beliau mengajak kita semua untuk senantiasa memperkokoh keimanan dan ketakwaan, serta kembali meneladani jejak Rasulullah SAW dalam setiap langkah kehidupan.
Inti Tausiyah: Kasih Sayang Rasul dan Hikmah Khitan
Dalam nasihatnya yang menyentuh hati, Ustadz Ade menyampaikan pesan-pesan mendalam:
– Rindu Rasulullah pada Umatnya: Beliau menjelaskan betapa besarnya kasih sayang Rasulullah SAW yang selalu merindukan umatnya, dan kelak akan menunggu kita di Telaga Al-Kautsar agar tidak haus, hingga selamat masuk surga dan meraih syafaat-Nya. Rasulullah mengenali umatnya dari cahaya yang bersinar di bekas wudhu, tanda kesetiaan pada ajaran-Nya. Sebaliknya, mereka yang menelantarkan sunnah atau melanggar jejak beliau akan diusir bagaikan unta tersesat—maka, mengikuti Rasul adalah jalan terang yang tak boleh kita tinggalkan.
– Hukum dan Adab Khitan: Mengambil rujukan Surah An-Nahl ayat 123, beliau menjelaskan khitan sebagai bagian dari fitrah lurus Nabi Ibrahim AS—yang tetap melaksanakannya meski berusia lanjut. Para ulama berpendapat wajib bagi laki-laki, sedangkan bagi perempuan berstatus sunnah muakkadah. Beliau juga mengingatkan adab membawa anak ke tempat ibadah: usahakan dalam keadaan bersih, tidak sedang menggunakan popok, dan dirawat dengan hati-hati agar tidak mengganggu kekhusyukan. Khitan pun membawa manfaat besar, baik bagi kesehatan jasmani maupun kesempurnaan rohani.
Di penghujung tausiyah, Ustadz Ade menutup dengan doa yang menyentuh jiwa: semoga anak yang dikhitan senantiasa taat kepada Allah, berbakti kepada orang tua, dan kelak menjadi insan yang berguna bagi agama, nusa, serta bangsa. Acara dilanjutkan dengan doa penutup dan santap bersama dalam kebersamaan.
Sambil menikmati hidangan lezat, suasana makin hangat dan akrab saat Ustadz Asep Nurdin mengambil kesempatan untuk memperkuat pesan yang telah disampaikan. Beliau menyampaikan nasihat ringan namun sarat makna tentang nilai khitan dan amal sehari-hari, diselingi canda tawa yang menyejukkan hati. Gaya penyampaian yang luwes dan penuh kekeluargaan membuat pesan agama terasa dekat, tidak kaku, dan mudah meresap ke dalam sanubari.
Tak ketinggalan, Nyiak Datuk Gudangguang, tokoh masyarakat setempat, turut hadir dan memberikan dukungan penuh serta semangat motivasi. Beliau menilai kegiatan seperti ini sangat berharga sebagai perekat persaudaraan dan pelestarian nilai luhur di tengah masyarakat.
Kegiatan ini pun berakhir dengan hati yang tenang, jiwa yang diberkahi, dan ikatan persaudaraan yang semakin erat.
(FK/YamanLbs)


Jurnalis : Muhammad Yaman
Bergabung di Media Suara Mabes (MSM) sejak tanggal 18 April 2024 sebagai Jurnalis Kab. Agam - Sumatera Barat. Email : muhammad.yaman@mediasuaramabes.co.id

Saat ini belum ada komentar