Brigjen TNI (Purn.) MJP Hutagaol Perkenalkan Konsep “Pertahanan Nir-Materi” untuk Hadapi Tantangan Strategis Abad ke-21
- account_circle Suwoto
- calendar_month Kamis, 2 Jul 2026
- visibility 167
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MediaSuaraMabes | Jakarta – Di tengah perubahan lanskap geopolitik dan perkembangan teknologi global yang semakin kompleks, Brigjen TNI (Purn.) MJP Hutagaol memperkenalkan sebuah kerangka konseptual bertajuk “Pertahanan Nir-Materi” sebagai bagian dari serial pemikiran “Pertahanan Indonesia Abad ke-21: Perang Fondasi, Pertahanan Nir-Materi, dan Evolusi Strategi Pertahanan Nasional.”
Tulisan yang diterbitkan pada 29 Juni 2026 tersebut mengangkat pandangan bahwa ancaman terhadap suatu negara pada era modern tidak lagi hanya berbentuk agresi militer, tetapi juga berkembang pada dimensi nonfisik yang memengaruhi daya tahan bangsa.
Menurut MJP Hutagaol, pelemahan sebuah negara dapat terjadi melalui menurunnya kepercayaan publik, polarisasi sosial, ketergantungan terhadap teknologi asing, kebocoran data strategis, melemahnya kualitas sumber daya manusia, hingga menurunnya kemampuan bangsa dalam beradaptasi terhadap perubahan global.
Ia menegaskan bahwa modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) dan peningkatan profesionalisme prajurit tetap menjadi unsur penting dalam pertahanan negara. Namun demikian, penguatan fondasi-fondasi nonfisik dinilai sama pentingnya dalam menjaga keberlanjutan ketahanan nasional.
Dalam tulisannya, MJP Hutagaol menjelaskan bahwa konsep Pertahanan Nir-Materi bukan merupakan doktrin resmi negara maupun pengganti Sistem Pertahanan Semesta, Operasi Militer untuk Perang (OMP), ataupun Operasi Militer Selain Perang (OMSP). Konsep tersebut disebut sebagai perspektif strategis yang bertujuan memperkaya cara pandang terhadap evolusi ancaman pada abad ke-21.
Ia menguraikan sepuluh pilar utama Pertahanan Nir-Materi yang dinilai menjadi fondasi kekuatan bangsa, yaitu ideologi Pancasila dan wawasan kebangsaan, kepemimpinan nasional dan tata kelola negara, ilmu pengetahuan, teknologi dan inovasi, kedaulatan energi dan sumber daya strategis, data strategis serta ruang siber dan kecerdasan buatan, persatuan dan ketahanan sosial, kemandirian ekonomi dan industri nasional, supremasi hukum, pembangunan manusia Indonesia, serta kemampuan beradaptasi menghadapi perubahan.
Menurutnya, kesepuluh pilar tersebut saling berkaitan dan menjadi penopang utama dalam membangun daya tahan nasional menghadapi dinamika geopolitik, geoekonomi, perang informasi, ancaman siber, hingga persaingan teknologi global.
MJP Hutagaol juga menilai bahwa pada abad ke-21, kekuatan sebuah bangsa tidak hanya ditentukan oleh luas wilayah, jumlah penduduk, kekuatan ekonomi, maupun kemampuan militernya, melainkan juga oleh kualitas kepemimpinan, penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, keamanan data, kepercayaan publik, serta kemampuan berinovasi secara berkelanjutan.
Melalui konsep tersebut, ia mengajak seluruh komponen bangsa untuk memandang pertahanan nasional secara lebih komprehensif, dengan menempatkan pembangunan manusia, penguatan institusi, persatuan nasional, serta penguasaan teknologi sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari strategi menjaga kedaulatan Indonesia.
Pada bagian penutup, MJP Hutagaol menegaskan bahwa pertahanan yang kokoh bukan hanya dibangun melalui kekuatan persenjataan modern, tetapi juga melalui manusia Indonesia yang unggul, institusi yang dipercaya masyarakat, ekonomi yang mandiri, ilmu pengetahuan yang terus berkembang, serta persatuan bangsa yang tetap terjaga.
Ia menyebut pembahasan mengenai Pertahanan Nir-Materi akan berlanjut pada bagian berikutnya yang mengulas integrasi konsep Perang Fondasi, Pertahanan Nir-Materi, dan Sistem Pertahanan Semesta sebagai paradigma baru pertahanan Indonesia menghadapi tantangan strategis abad ke-21.
Catatan Redaksi: Tulisan ini merupakan hasil pemikiran dan kajian konseptual Brigjen TNI (Purn.) MJP Hutagaol. Isi tulisan merupakan pandangan penulis dan tidak merepresentasikan doktrin resmi pemerintah maupun institusi pertahanan negara.
Jurnalis : Suwoto
Bergabung di Media Suara Mabes (MSM) sejak tanggal 26 April 2021 sebagai Redaktur. Email : suwoto@mediasuaramabes.co.id

Saat ini belum ada komentar