Pertahanan Nir-Materi Menjadi Kunci Ketahanan Bangsa di Abad Ke 21
- account_circle Suwoto
- calendar_month Minggu, 28 Jun 2026
- visibility 163
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MediaSuaraMabes | Jakarta – Di tengah perubahan karakter ancaman global abad ke-21, konsep pertahanan negara tidak lagi hanya berfokus pada kekuatan militer dan perlindungan wilayah semata. Kekuatan nonfisik bangsa kini dinilai menjadi faktor strategis dalam menjaga keberlangsungan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Hal tersebut disampaikan oleh Brigjen TNI (Purn.) MJP Hutagaol dalam tulisan berjudul “Pertahanan Indonesia Abad ke-21: Perang Fondasi, Pertahanan Nir-Materi, dan Evolusi Strategi Pertahanan Nasional” bagian ketiga yang diterbitkan di Jakarta, 26 Juni 2026.
Menurut MJP Hutagaol, berbagai dinamika global menunjukkan bahwa ancaman terhadap suatu negara saat ini tidak selalu hadir dalam bentuk agresi militer terbuka. Pelemahan terhadap kepercayaan publik, disinformasi, serangan siber, gangguan energi, kebocoran data strategis, hingga manipulasi persepsi publik dapat berdampak serius terhadap ketahanan nasional.
“Mempertahankan wilayah saja tidak lagi cukup. Bangsa juga harus menjaga fondasi nonfisik yang menjadi sumber kekuatan dan daya tahannya,” ujar MJP Hutagaol.
Ia menjelaskan, fondasi nonfisik bangsa mencakup berbagai aspek penting, antara lain kepercayaan publik, ideologi Pancasila, wawasan kebangsaan, moral dan karakter bangsa, kepemimpinan, tata kelola pemerintahan, ketahanan energi, keamanan data strategis, ruang informasi, kohesi sosial, serta kemampuan beradaptasi terhadap perubahan.
Menurutnya, melemahnya salah satu fondasi tersebut dapat memengaruhi fondasi lainnya dan pada akhirnya mengganggu stabilitas nasional secara keseluruhan.
Dalam konteks itulah, MJP Hutagaol memperkenalkan konsep Pertahanan Nir-Materi, yakni sebuah perspektif strategis yang memandang perlindungan terhadap fondasi nonfisik bangsa sebagai bagian integral dari sistem pertahanan nasional.
Ia menegaskan bahwa konsep Pertahanan Nir-Materi bukanlah doktrin baru yang menggantikan Sistem Pertahanan Semesta (Sishanta), Operasi Militer untuk Perang (OMP), maupun Operasi Militer Selain Perang (OMSP).
“Pertahanan Nir-Materi hadir sebagai perspektif konseptual yang melengkapi sistem pertahanan nasional dalam menghadapi perkembangan ancaman nonfisik di era modern,” jelasnya.
Lebih lanjut, mantan perwira tinggi TNI tersebut menekankan bahwa menjaga fondasi nonfisik bangsa bukan semata tanggung jawab TNI, melainkan membutuhkan sinergi seluruh komponen bangsa, mulai dari Polri, Kejaksaan, kementerian dan lembaga negara, perguruan tinggi, media massa, tokoh agama, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan hingga seluruh warga negara.
Menurutnya, semakin kuat sinergi antarlembaga dan seluruh komponen bangsa, maka semakin kokoh pula ketahanan nasional Indonesia dalam menghadapi berbagai bentuk ancaman global.
“Pada akhirnya, mempertahankan Indonesia bukan hanya menjaga batas wilayah negara, tetapi juga menjaga seluruh nilai, sistem, institusi, dan karakter bangsa yang menjadi fondasi keberlangsungan NKRI,” tegasnya.
MJP Hutagaol menilai, kekuatan suatu bangsa pada abad ke-21 tidak hanya diukur dari besarnya anggaran pertahanan, jumlah prajurit, atau kecanggihan alutsista, tetapi juga ditentukan oleh kemampuan menjaga persatuan nasional, kepercayaan rakyat, supremasi hukum, penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, ketahanan energi, serta keamanan data strategis.
Tulisan ini merupakan bagian ketiga dari rangkaian kajian Pertahanan Indonesia Abad ke-21. Pada bagian selanjutnya, MJP Hutagaol akan mengulas konsep Perang Fondasi, yang membahas perebutan energi, data, informasi, dan persepsi sebagai instrumen strategis dalam persaingan global modern.
Jurnalis : Suwoto
Bergabung di Media Suara Mabes (MSM) sejak tanggal 26 April 2021 sebagai Redaktur. Email : suwoto@mediasuaramabes.co.id

Saat ini belum ada komentar