Keir Starmer Resmi Mundur dari Jabatan PM Inggris di Tengah Krisis Kepercayaan
- account_circle Saud Maruntung
- calendar_month Selasa, 23 Jun 2026
- visibility 206
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MediaSuaraMabes, London – Keir Starmer resmi mengumumkan pengunduran dirinya sebagai Perdana Menteri Inggris sekaligus pemimpin Partai Buruh pada Senin (22/6/2026). Keputusan tersebut mengakhiri spekulasi panjang mengenai stabilitas pemerintahannya setelah menghadapi tekanan politik yang semakin besar dalam beberapa bulan terakhir.
Dalam pernyataan emosional yang disampaikan langsung di depan kediaman resmi Perdana Menteri di 10 Downing Street, London, Starmer menegaskan bahwa langkah tersebut diambil demi kepentingan Partai Buruh serta menjaga stabilitas pemerintahan Inggris.
Pengunduran diri Starmer disebut sebagai puncak dari berbagai krisis yang membayangi pemerintahannya. Dalam pidatonya, ia secara terbuka mengakui telah kehilangan kepercayaan dari mayoritas anggota parlemen (MP) Partai Buruh.
Situasi tersebut diperparah oleh sejumlah faktor, di antaranya:
– Krisis Ekonomi – Ketidakpuasan publik terhadap meningkatnya biaya hidup dan menurunnya kualitas layanan publik yang dinilai gagal memenuhi harapan masyarakat.
– Desakan Internal Kabinet – Gelombang pengunduran diri sejumlah pejabat senior serta tekanan dari para menteri, termasuk Menteri Luar Negeri Yvette Cooper, bersama lebih dari 100 anggota parlemen Partai Buruh yang secara terbuka mendesaknya untuk mundur.
– Munculnya Rival Internal – Posisi politik Starmer semakin terancam setelah rival utamanya, Andy Burnham, meraih kemenangan meyakinkan dalam pemilu sela yang memperkuat posisinya sebagai kandidat kuat pengganti kepemimpinan partai.
Momen pengumuman pengunduran diri tersebut berlangsung penuh haru. Suara Starmer beberapa kali terdengar bergetar saat menyampaikan pernyataan terakhirnya. Di luar Downing Street, sejumlah demonstran memutar lagu “Ode to Joy” yang merupakan simbol Uni Eropa sebagai bentuk protes simbolis selama pidato berlangsung.
Meski telah menyatakan mundur, Starmer menegaskan bahwa dirinya akan tetap menjalankan tugas sebagai Perdana Menteri sementara (caretaker prime minister) hingga proses pergantian kepemimpinan selesai.
Langkah tersebut diambil untuk memastikan transisi kekuasaan berlangsung tertib dan menghindari terjadinya kekosongan pemerintahan.
Partai Buruh telah menetapkan tahapan suksesi kepemimpinan sebagai berikut:
– Pembukaan Nominasi: 9 Juli 2026.
– Target Penyelesaian: Proses pemilihan pemimpin baru ditargetkan rampung sebelum masa reses parlemen musim panas.
– Harapan Transisi: Pemimpin baru diharapkan telah terpilih dan siap menjalankan tugas sebelum parlemen kembali bersidang pada September 2026.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Buckingham Palace terkait langkah konstitusional yang akan ditempuh setelah pengumuman pengunduran diri tersebut.
Wartawan: Saud Maruntung Marbun
Media Suara Mabes
Berita Lugas, Tegas, dan Terpercaya.



Jurnalis : Saud Maruntung
Bergabung di Media Suara Mabes (MSM) sejak tanggal 3 November 2025 sebagai Jurnalis Kota Tangerang - Prov. Banten. Email : saud.maruntung@mediasuaramabes.co.id

Saat ini belum ada komentar