Breaking News
light_mode
Trending HasTags
Beranda » Daerah » Proyek IJD Lawe Serke Diduga Lewati Masa Kontrak, BPJN Bungkam dan Tuai Kecaman Pemuda Aceh Tenggara

Proyek IJD Lawe Serke Diduga Lewati Masa Kontrak, BPJN Bungkam dan Tuai Kecaman Pemuda Aceh Tenggara

  • account_circle Hanafiah
  • calendar_month Senin, 8 Jun 2026
  • visibility 290
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MediaSuaraMabes, Aceh Tenggara – Proyek Inpres Jalan Daerah (IJD) di Desa Lawe Serke, Kecamatan Lawe Sigala-Gala, Kabupaten Aceh Tenggara, menjadi sorotan publik setelah muncul informasi bahwa pekerjaan tersebut diduga telah melewati masa kontrak yang berakhir pada 27 Mei 2026.

Selain mempertanyakan status penyelesaian proyek, masyarakat juga menyoroti pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) yang dinilai tidak memperhatikan kebutuhan saluran irigasi bagi lahan persawahan warga di sekitar lokasi pekerjaan.

Awak media telah berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh, khususnya PPK 3.5, Jaya Juliadi, yang menangani proyek tersebut. Pertanyaan yang diajukan antara lain terkait apakah proyek telah dikenakan denda keterlambatan sejak 28 Mei 2026, berapa besaran denda yang berlaku, serta apakah informasi tersebut telah disampaikan kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara.

Namun hingga berita ini diterbitkan, Jaya Juliadi selaku PPK 3.5 BPJN Aceh belum memberikan tanggapan atas konfirmasi yang disampaikan awak media. Upaya konfirmasi yang dilakukan tidak mendapat respons, sehingga menimbulkan pertanyaan publik terkait transparansi pelaksanaan proyek yang menggunakan anggaran APBN melalui Kementerian PUPR tersebut.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Aceh Tenggara, Sadli, ST, saat dikonfirmasi awak media menyampaikan bahwa hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan apa pun dari BPJN terkait proyek IJD di Desa Lawe Serke yang kabarnya telah habis masa kontrak.

“Belum ada laporan apa pun yang kami terima dari pihak BPJN terkait proyek tersebut,” Media Suara Mabes Aceh,Senin (08/6/2026).

Selain persoalan masa kontrak, masyarakat juga mengeluhkan pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) di lokasi proyek yang disebut tidak dilengkapi saluran air. Padahal, di sekitar lokasi terdapat jaringan irigasi yang selama ini dimanfaatkan warga untuk mengairi areal persawahan.

Menurut warga, keberadaan TPT tanpa saluran pendukung tersebut dinilai kurang memberikan manfaat bagi kebutuhan irigasi pertanian. Mereka menilai keberadaan aliran irigasi yang sudah ada seolah tidak menjadi pertimbangan dalam pelaksanaan pekerjaan, sehingga memunculkan keluhan dari masyarakat sekitar.

Sikap diam pihak BPJN Aceh juga mendapat sorotan dari Ketua Aliansi Sepuluh Pemuda Aceh Tenggara, Dahrinsyah. Ia mengecam keras pelaksanaan proyek yang menurutnya patut dipertanyakan kualitas pekerjaan maupun pengawasannya.

“Kami mengecam keras apabila benar proyek yang dibiayai oleh uang negara ini dikerjakan secara asal jadi. Selain diduga telah melewati masa kontrak, masyarakat juga mengeluhkan pembangunan TPT yang tidak mengakomodasi kebutuhan saluran irigasi di lokasi. Ini harus menjadi perhatian serius,” tegas hanafiah.

Menurutnya, apabila benar terdapat keterlambatan pekerjaan maupun kekurangan dalam pelaksanaan proyek, maka pihak terkait harus terbuka kepada publik mengenai status pekerjaan tersebut, termasuk kemungkinan penerapan denda keterlambatan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Kami juga meminta BPJN Aceh, khususnya PPK 3.5 Jaya Juliadi, agar tidak tutup mata dan segera memberikan penjelasan kepada masyarakat. Jangan sampai muncul dugaan adanya pembiaran, lemahnya pengawasan, atau indikasi pekerjaan yang tidak sesuai dengan perencanaan dan kebutuhan masyarakat di lapangan,” tambahnya.

Hanafiah menegaskan bahwa setiap proyek yang menggunakan anggaran negara wajib memberikan manfaat maksimal kepada masyarakat dan harus dikerjakan sesuai spesifikasi teknis yang telah ditetapkan.

Karena itu, ia meminta instansi terkait untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan proyek IJD di Desa Lawe Serke, termasuk menindaklanjuti berbagai keluhan yang disampaikan masyarakat.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada penjelasan resmi dari pihak BPJN Aceh maupun PPK 3.5 Jaya Juliadi terkait status proyek, kemungkinan penerapan denda keterlambatan, serta alasan teknis tidak dibangunnya saluran irigasi pada TPT yang menjadi keluhan warga Desa Lawe Serke.

Hanafiah

Jurnalis :

Bergabung di Media Suara Mabes (MSM) sejak tanggal 5 Agustus 2023 sebagai Kepala Perwakilan Wilayah (Kaperwil) Prov. Aceh. Email : hanafiah@mediasuaramabes.co.id

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • NCW DPD BEKASI RAYA Soroti Transparansi Fasilitas SPPG Yayasan Arroihan, Muncul Informasi Keterkaitan dengan PT Fyrom

    NCW DPD BEKASI RAYA Soroti Transparansi Fasilitas SPPG Yayasan Arroihan, Muncul Informasi Keterkaitan dengan PT Fyrom

    • calendar_month Sabtu, 12 Sep 2026
    • account_circle Aan Hermawan
    • visibility 115
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Bekasi — Nasional Corruption Watch (NCW) DPD Bekasi Raya melakukan penelusuran lapangan terhadap fasilitas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Arroihan yang berada di kawasan Gang Awis, Kelurahan Ciketing Udik, Kecamatan Bantar Gebang, Kota Bekasi. Penelusuran dilakukan sebagai bagian dari fungsi kontrol sosial NCW terhadap penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), khususnya mengenai […]

  • Brigjen (Purn.) MJP Hutagaol: Nilai Leluhur Harus Menjadi Perilaku untuk Membangun Peradaban Indonesia

    Brigjen (Purn.) MJP Hutagaol: Nilai Leluhur Harus Menjadi Perilaku untuk Membangun Peradaban Indonesia

    • calendar_month Minggu, 13 Sep 2026
    • account_circle Suwoto
    • visibility 134
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Jakarta – Indonesia dinilai tidak kekurangan nilai luhur, baik yang bersumber dari Pancasila, agama, maupun kearifan lokal yang diwariskan leluhur Nusantara. Tantangan terbesar bangsa saat ini adalah bagaimana nilai-nilai tersebut tidak berhenti sebagai pengetahuan atau slogan, tetapi benar-benar diwujudkan dalam perilaku sehari-hari dan kehidupan institusi. Pandangan tersebut disampaikan Brigjen (Purn.) MJP Hutagaol dalam […]

  • Semarak Hari Bhayangkara ke-80, Ratusan Pelari Meriahkan Ketapang Bhayangkara Run 2026 dan Launching Car Free Day photo_camera 2

    Semarak Hari Bhayangkara ke-80, Ratusan Pelari Meriahkan Ketapang Bhayangkara Run 2026 dan Launching Car Free Day

    • calendar_month Minggu, 12 Jul 2026
    • account_circle A'ang Sanjaya
    • visibility 174
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Ketapang, Kalbar – Semangat hidup sehat dan kebersamaan mewarnai pelaksanaan Ketapang Bhayangkara Run 2026 yang dirangkaikan dengan Launching Car Free Day (CFD) Kabupaten Ketapang, Minggu (12/7/2026) pagi. Kegiatan yang dipusatkan di halaman Citimall Ketapang, Jalan Gatot Subroto, Desa Payak Kumang, Kecamatan Delta Pawan, ini diikuti sekitar 687 peserta dari berbagai kalangan. Acara tersebut […]

  • Sat Resnarkoba Polres Ketapang Gencar Edukasi Pelajar SMK Santo Petrus, Ajak Generasi Muda Jauhi Narkoba photo_camera 2

    Sat Resnarkoba Polres Ketapang Gencar Edukasi Pelajar SMK Santo Petrus, Ajak Generasi Muda Jauhi Narkoba

    • calendar_month Kamis, 16 Jul 2026
    • account_circle A'ang Sanjaya
    • visibility 144
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Ketapang, Kalbar – Dalam upaya mencegah penyalahgunaan narkotika di kalangan generasi muda, Satuan Reserse Narkoba (Sat Resnarkoba) Polres Ketapang melaksanakan kegiatan penyuluhan tentang bahaya dan dampak penyalahgunaan narkotika serta sanksi hukum bagi pelaku penyalahgunaan narkotika. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula SMK Santo Petrus, Kecamatan Delta Pawan, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat (14/07/2026). Penyuluhan ini […]

  • Ribuan Warga Iringi Pendaftaran Prima Pradictya, Pilkades Sugih Manik Semarak

    Ribuan Warga Iringi Pendaftaran Prima Pradictya, Pilkades Sugih Manik Semarak

    • calendar_month Selasa, 20 Okt 2026
    • account_circle Arif Rachman Hadi
    • visibility 175
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Grobogan — Suasana begitu hangat dan meriah menyelimuti Jalan Raya Desa Sugih Manik, Kecamatan Tanggung Harjo, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah pada hari Senin 19 Oktober 2026. Ribuan warga, simpatisan, dan relawan memadati jalanan untuk turut mengantarkan Prima Pradictya yang pagi itu resmi mendaftarkan diri sebagai calon Kepala Desa dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) […]

  • Polda Kalbar Imbau Masyarakat Tidak Membakar Hutan dan Lahan, Waspadai Potensi Karhutla

    Polda Kalbar Imbau Masyarakat Tidak Membakar Hutan dan Lahan, Waspadai Potensi Karhutla

    • calendar_month Minggu, 19 Jul 2026
    • account_circle Hepni Jaya Kusuma
    • visibility 173
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Pontianak, Kalbar – Polda Kalbar mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar serta tetap waspada terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), meskipun sejumlah wilayah di Kalimantan Barat diprakirakan akan diguyur hujan dalam beberapa hari ke depan. Minggu(19/7). Berdasarkan prakiraan cuaca, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi terjadi pada Minggu […]

expand_less