Khutbah Jumat di Masjid Rabiatul Adawiyah Cileungsi, Ustadz Indra Saepurahman Ajak Jamaah Jauhi Maksiat dan Perbanyak Istighfar
- account_circle Hapzon Effendi
- calendar_month Sabtu, 4 Jul 2026
- visibility 197
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MediaSuaraMabes | Cileungsi, Bogor – Suasana khidmat dan penuh kekhusyukan menyelimuti pelaksanaan ibadah Sholat Jumat di Masjid Rabiatul Adawiyah, Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jumat (3/7/2026). Bertindak sebagai khatib sekaligus imam Sholat Jumat, Ustadz Indra Saepurahman, S.H.I., yang akrab disapa UIS, menyampaikan khutbah bertema pentingnya menjauhi kemaksiatan dan memperbanyak istighfar sebagai jalan meraih ampunan serta perlindungan Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Dalam khutbahnya, Ustadz Indra mengingatkan bahwa berbagai bentuk kemaksiatan dan kemungkaran saat ini semakin tampak di tengah masyarakat. Berbagai perbuatan yang dilarang agama, seperti korupsi, perzinaan, dan penyimpangan moral lainnya, menurutnya dilakukan secara terang-terangan, bahkan oleh sebagian figur publik. Kondisi tersebut patut menjadi renungan bersama karena dikhawatirkan dapat mengundang murka dan musibah dari Allah SWT apabila tidak segera disikapi dengan taubat dan perbaikan diri.
Beliau juga menyoroti maraknya fenomena LGBT yang dinilainya semakin berkembang di berbagai kalangan. Menurutnya, dalam syariat Islam, perilaku tersebut tidak dibenarkan. Sebagai pelajaran, beliau mengajak jamaah untuk mengambil hikmah dari kisah Nabi Luth ‘alaihissalam, ketika Allah menurunkan azab kepada kaumnya yang tetap membangkang meskipun telah diperingatkan.
Mengutip kandungan ayat Al-Qur’an, Ustadz Indra menjelaskan bahwa selama Rasulullah ﷺ masih berada di tengah umat, Allah menahan azab-Nya. Setelah wafatnya Rasulullah ﷺ, salah satu benteng keselamatan bagi umat adalah memperbanyak istighfar dan bertaubat dengan sungguh-sungguh.
Beliau kemudian mengingatkan sabda Rasulullah ﷺ tentang keutamaan istighfar, bahwa orang yang senantiasa memohon ampun kepada Allah akan diberikan jalan keluar dari setiap kesulitan, dihilangkan kegelisahan dan rasa takutnya, serta diberikan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.
Dalam kesempatan tersebut, Ustadz Indra juga mengajak jamaah untuk memperbanyak doa yang diajarkan Rasulullah ﷺ agar terhindar dari kegelisahan, kesedihan, dan kecemasan hati. Menurutnya, di tengah berbagai persoalan hidup yang semakin kompleks, kekuatan doa dan istighfar menjadi benteng utama bagi setiap Muslim.
Beliau turut mengutip hikmah yang dinisbatkan kepada Sayyidina Ali radhiyallahu ‘anhu, bahwa gunung dapat dihancurkan oleh besi, besi dilelehkan oleh api, api dipadamkan oleh air, air dikalahkan oleh angin, manusia yang kuat dapat dikalahkan oleh mabuk, mabuk dikalahkan oleh tidur, dan tidur pun dapat dikalahkan oleh kegelisahan. Oleh karena itu, obat terbaik bagi hati yang gelisah adalah memperbanyak mengingat Allah, berdoa, dan beristighfar.
Menutup khutbahnya, Ustadz Indra merangkum beberapa keutamaan istighfar, di antaranya:
1. Menjadi sebab terhindarnya azab dan musibah akibat dosa serta kemungkaran.
2. Memberikan ketenangan hati dari kegelisahan, ketakutan, dan kecemasan.
3. Menjadi sebab diampuninya dosa-dosa yang telah lalu.
4. Membuka jalan keluar dari berbagai persoalan hidup dan menghadirkan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.
Di akhir khutbah, beliau mengajak seluruh jamaah untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dengan memperbanyak ibadah, memperbanyak istighfar, segera bertaubat dari segala dosa, serta senantiasa menjaga diri dari berbagai bentuk kemaksiatan.
Jurnalis: Hapzon Effendi, S.Pd.
Media Suara Mabes
Jurnalis : Hapzon Effendi
Bergabung di Media Suara Mabes (MSM) sejak tanggal 9 September 2025 sebagai Jurnalis Pusat. Email : hapson.effendi@mediasuaramabes.co.id

Saat ini belum ada komentar