Breaking News
light_mode
Trending HasTags
Beranda » Opini » Seri 6 Pengetahuan Peradaban Nusantara: Warisan Sejarah Harus Diperiksa, Bukan Sekadar Dipercaya

Seri 6 Pengetahuan Peradaban Nusantara: Warisan Sejarah Harus Diperiksa, Bukan Sekadar Dipercaya

  • account_circle Suwoto
  • calendar_month Minggu, 6 Sep 2026
  • visibility 118
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MediaSuaraMabes | Jakarta — Warisan peradaban Nusantara tidak cukup hanya dihormati dan diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Setiap informasi mengenai masa lalu perlu dibaca secara kritis dengan memperhatikan sumber, konteks, waktu, data, tafsir, serta bukti pembanding.

Gagasan tersebut menjadi pokok bahasan Pengetahuan Peradaban Nusantara Seri 6 bertajuk “Ketika Warisan Harus Diperiksa: Dari Sumber dan Konteks Menuju Perbandingan dan Verifikasi”, yang ditulis oleh Brigjen TNI (Purn.) MJP Hutagaol di Jakarta, 29 Agustus 2026.

Seri ini melanjutkan pembahasan sebelumnya yang menempatkan rasa dan pengalaman sebagai pintu awal untuk mengajukan pertanyaan. Namun, pertanyaan tersebut perlu dilanjutkan melalui proses pemeriksaan agar berkembang menjadi pengetahuan yang dapat dipertanggungjawabkan.

Dalam konteks warisan peradaban, cerita yang diwariskan selama ratusan tahun, manuskrip tua, tradisi antargenerasi, maupun tempat yang dianggap sakral tetap perlu ditempatkan secara proporsional.

“Tertulis belum tentu benar. Diwariskan belum tentu terbukti. Lama belum tentu bijaksana,” menjadi salah satu prinsip yang ditekankan dalam Seri 6.

Memahami Asal Sebuah Informasi

Seri 6 menjelaskan bahwa langkah awal memeriksa pengetahuan masa lalu adalah mengenali sumbernya. Sumber dapat berupa teks, tutur, benda, lanskap, simbol, lembaga, praktik kehidupan, maupun jejak alam.

Masing-masing sumber memiliki nilai sekaligus keterbatasan. Prasasti, misalnya, dapat memberikan informasi mengenai nama, gelar, tempat, peristiwa, aturan, atau pemberian pada suatu masa. Namun, prasasti juga lahir dalam konteks sosial dan kekuasaan tertentu.

Manuskrip dapat menyimpan pengetahuan yang luas, tetapi proses penyalinan, perubahan teks, penafsiran, serta jarak antara peristiwa dan penulisan perlu diperhatikan.

Tradisi lisan juga memiliki peran penting dalam mempertahankan ingatan antargenerasi. Meski demikian, perubahan dalam ingatan manusia tetap perlu diperhitungkan. Sementara benda arkeologis memberikan bukti material, makna benda tersebut tetap memerlukan penafsiran berdasarkan konteks.

Membedakan Usia Peristiwa dan Manuskrip

Seri ini juga mengingatkan pentingnya membedakan usia peristiwa, usia komposisi, usia manuskrip, dan usia tafsir.

Sebuah cerita dapat mengisahkan peristiwa yang sangat lama, sementara bentuk tertulis yang tersedia saat ini baru dibuat jauh setelah peristiwa tersebut. Tafsir terhadap sumber juga dapat muncul pada masa yang berbeda.

Karena itu, usia manuskrip tidak otomatis membuktikan bahwa seluruh peristiwa yang diceritakan benar-benar terjadi sebagaimana narasi tersebut.

Data Tidak Sama dengan Tafsir

Hal lain yang menjadi perhatian adalah pemisahan antara data dan tafsir. Tulisan, bahan, bentuk huruf, nama, serta lokasi penemuan merupakan data yang dapat diperiksa. Sementara kesimpulan mengenai makna atau cara berpikir masyarakat pada masa tertentu sudah masuk dalam wilayah interpretasi.

Tafsir tetap diperlukan untuk memahami sebuah sumber, tetapi tidak seharusnya disampaikan seolah-olah merupakan fakta yang secara langsung ditemukan.

Pentingnya Perbandingan dan Verifikasi

Seri 6 mendorong penggunaan berbagai sumber secara bersamaan. Naskah dapat dibandingkan dengan prasasti dan temuan arkeologi, tradisi lisan dengan catatan sejarah, serta cerita perjalanan dengan kondisi geografis.

Pengetahuan mengenai tanaman dapat ditelaah melalui botani dan farmakologi. Pengetahuan mengenai musim dapat dibandingkan dengan data meteorologi dan iklim. Sementara pengalaman manusia dapat dikaji melalui disiplin yang relevan sesuai pertanyaan yang hendak dijawab.

Semakin banyak sumber independen menunjukkan pola yang konsisten, semakin kuat dasar untuk menyusun kesimpulan. Namun, kesamaan pola tidak otomatis membuktikan hubungan sebab-akibat.

Berani Mengatakan “Belum Tahu”

Pesan penting lainnya adalah keberanian mengatakan “belum tahu” ketika bukti belum mencukupi.

Informasi dapat dikategorikan berdasarkan kekuatan buktinya, mulai dari sesuatu yang terdukung kuat, terdokumentasi, tafsir, hipotesis, hingga kepercayaan. Klasifikasi tersebut bukan untuk merendahkan tradisi, melainkan menempatkan setiap informasi sesuai tingkat kekuatan bukti yang tersedia.

“Belum diketahui bukan berarti tidak ada. Tetapi belum diketahui juga bukan bukti bahwa dugaan kita benar,” demikian prinsip yang ditekankan dalam tulisan tersebut.

Pada akhirnya, Seri 6 mengajak masyarakat menghormati leluhur dengan cara yang lebih dewasa: memahami sumber, membaca konteks, memeriksa bukti, mengakui hal yang terbukti bernilai, serta terbuka terhadap koreksi.

Dengan demikian, warisan peradaban Nusantara tidak berhenti sebagai sesuatu yang hanya diwarisi, tetapi dapat menjadi bahan pembelajaran bagi kehidupan masa kini dan masa depan.

Pengetahuan Peradaban Nusantara Seri 7 akan melanjutkan pembahasan dengan tema “Memilah Pengetahuan Peradaban Nusantara: Dari Bukti, Dokumentasi, dan Tafsir Menuju Pengetahuan yang Dapat Dipertanggungjawabkan.”

Penulis: Brigjen TNI (Purn.) MJP Hutagaol
Tempat/Tanggal: Jakarta, 29 Agustus 2026

Suwoto

Jurnalis :

Bergabung di Media Suara Mabes (MSM) sejak tanggal 26 April 2021 sebagai Redaktur. Email : suwoto@mediasuaramabes.co.id

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mazhab Nusantara Seri 10: Brigjen (Purn) MJP Hutagaol Dorong Pemikiran Nusantara Berkontribusi Bagi Peradaban Dunia

    Mazhab Nusantara Seri 10: Brigjen (Purn) MJP Hutagaol Dorong Pemikiran Nusantara Berkontribusi Bagi Peradaban Dunia

    • calendar_month Selasa, 13 Okt 2026
    • account_circle Suwoto
    • visibility 115
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Jakarta – Gagasan Mazhab Nusantara memasuki seri penutup dengan mengangkat tema “Mazhab Nusantara: Sumbangan bagi Peradaban Dunia”. Dalam tulisan yang bertanggal 12 Oktober 2026, Brigjen (Purn) MJP Hutagaol ’86 mengajak masyarakat Indonesia menggali pengalaman sejarah Nusantara, mengembangkan kemandirian intelektual, serta memperkuat kontribusi bangsa melalui ilmu pengetahuan, teknologi, dan kebijaksanaan. Seri ke-10 ini menjadi […]

  • Peduli Penyakit TB Paru; Polda Jateng Luncurkan Program Polda Jateng Peduli Berantas TB Paru

    Peduli Penyakit TB Paru; Polda Jateng Luncurkan Program Polda Jateng Peduli Berantas TB Paru

    • calendar_month Sabtu, 23 Mei 2026
    • account_circle Supriyono
    • visibility 229
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes, Jateng – Kota Semarang | Polda Jawa Tengah saat ini melaksanakan inovasi program “Polda Jateng Peduli Berantas TB Paru” sebagai bentuk dukungan terhadap upaya pemerintah untuk memperkuat penanganan penyakit menular di wilayah Jawa Tengah. Dalam keterangannya, Kabiddokkes Polda Jateng KBP drg. Agung Hadi Wijanarko, Sp.BM., MARS., FisQua menyampaikan bahwa program tersebut dilatarbelakangi tingginya angka […]

  • Sambut Tahun Baru Islam 1448 H, Yayasan Pendidikan Islam Al-Jihadul Khair Meriahkan dengan Pawai Muharram

    Sambut Tahun Baru Islam 1448 H, Yayasan Pendidikan Islam Al-Jihadul Khair Meriahkan dengan Pawai Muharram

    • calendar_month Senin, 15 Jun 2026
    • account_circle Aan Hermawan
    • visibility 246
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes, Bekasi – Dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah, Yayasan Pendidikan Islam Al-Jihadul Khair menggelar kegiatan Pawai Muharram yang berlangsung meriah dan penuh semangat. Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh siswa dan siswi dari jenjang MI, MTs, dan MA, serta dewan guru dan staf yang berada di bawah naungan Yayasan Pendidikan Islam […]

  • Penasehat Presiden RI Warning! SMSI Diminta Kawal Ketat Program Pemerintah

    Penasehat Presiden RI Warning! SMSI Diminta Kawal Ketat Program Pemerintah

    • calendar_month Minggu, 30 Agt 2026
    • account_circle Supriyono
    • visibility 139
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Jakarta – Penasehat Presiden RI, Hashim Sujono Djojohadikusumo meminta Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) turut mengawal pelaksanaan berbagai program pemerintah, agar kedepan berjalan transparan, tepat sasaran dan tidak disalahgunakan. Hal tersebut disampaikan dalam diskusi bersama Agus Kliwir selaku Ketua Koordinator SMSI Eks Karesidenan Pati, Minggu (30/8/2026). Dalam diskusi tersebut, Agus Kliwir memaparkan pentingnya […]

  • Dukung Program Ketahanan Pangan Nasional Polsek Manis Mata Panen Jagung Hibrida BUMDes Ratu Keramat di Desa Ratu Elok photo_camera 2

    Dukung Program Ketahanan Pangan Nasional Polsek Manis Mata Panen Jagung Hibrida BUMDes Ratu Keramat di Desa Ratu Elok

    • calendar_month Selasa, 21 Jul 2026
    • account_circle A'ang Sanjaya
    • visibility 163
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Ketapang, Kalbar – Kapolres Ketapang AKBP Muhammad Harris S.H., S.I.K., M.I.K., CPHR yang diwakili oleh Kapolsek Manis Mata IPTU Meinardus Yudiansyah S.H., M.H. menghadiri kegiatan pemanenan jagung hibrida milik BUMDes Ratu Keramat yang dilaksanakan di lahan pertanian Desa Ratu Elok, Kecamatan Manis Mata, Kabupaten Ketapang, sebagai bentuk dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional […]

  • Lebih Tiga Puluh Warga Korban PT NPR Datangi Lahan, Desak Bayar: “Jangan Sampai Ada Benangin Jilid II” photo_camera 6

    Lebih Tiga Puluh Warga Korban PT NPR Datangi Lahan, Desak Bayar: “Jangan Sampai Ada Benangin Jilid II”

    • calendar_month Minggu, 7 Jun 2026
    • account_circle Ron
    • visibility 240
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes, Barito Utara – Tiga puluhan warga pemilik ladang berpindah yang jadi korban dugaan perampasan hak oleh tambang batu bara PT Nusa Persada Resources naik ke lahan di kawasan Sei Putih, Kamis (04/06/2026) untuk menentukan sikap. Hadir juga Sukarni, selaku penerima kuasa dari kelompok warga, menyampaikan pernyataan sikap mendesak PT NPR segera membayar lahan yang […]

expand_less