Breaking News
light_mode
Trending HasTags
Beranda » TNI-POLRI » Arsitektur Kesadaran Nusantara, Merawat Warisan Karuhun untuk Menjawab Tantangan Abad ke-21

Arsitektur Kesadaran Nusantara, Merawat Warisan Karuhun untuk Menjawab Tantangan Abad ke-21

  • account_circle Suwoto
  • calendar_month Selasa, 1 Sep 2026
  • visibility 127
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MediaSuaraMabes | Jakarta — Brigjen TNI (Purn.) MJP Hutagaol kembali melanjutkan Seri Kesadaran Nusantara melalui tulisan keempat berjudul “Arsitektur Kesadaran Nusantara: Dari Warisan Karuhun Menuju Manusia Abad ke-21”. Tulisan tersebut diterbitkan di Jakarta pada 28 Agustus 2026.

Dalam tulisan ini, MJP Hutagaol mengajak pembaca meninjau kembali sejumlah gagasan yang berkembang dalam tradisi Nusantara. Peninjauan tersebut tidak dimaksudkan untuk menyeragamkan keragaman budaya, melainkan mencari nilai dan fungsi kesadaran yang masih relevan bagi manusia Indonesia dalam menghadapi perubahan zaman.

Seri Kesadaran Nusantara sebelumnya membahas sejumlah gagasan dan simbol budaya, antara lain Jayabaya, Sabdo Palon, Ranggawarsita, Wangsit Siliwangi dan Budak Angon. Pembahasan kemudian diperluas dengan nilai-nilai dari berbagai tradisi seperti Dalihan Na Tolu, Alam Takambang Jadi Guru, Tri Hita Karana, serta siri’ dan pesse/pacce.

Menurut MJP Hutagaol, keberagaman bahasa, sejarah dan simbol budaya Nusantara dapat menjadi sumber pembelajaran dalam memahami hubungan manusia dengan perubahan, kekuasaan, alam, sesama dan masa depan.

“Bukan satu ajaran, bukan satu agama, bukan satu ramalan. Melainkan cara manusia menjaga kesadaran ketika berhadapan dengan perubahan, kekuasaan, alam, sesama, dan masa depan.”

Delapan Lapisan Kesadaran

Dalam tulisan tersebut, MJP Hutagaol menyusun delapan lapisan kesadaran sebagai kerangka pemikiran.

Pertama, membaca zaman, yakni kemampuan memahami perubahan teknologi, ekonomi, lingkungan, demografi, politik dan informasi. Kedua, menjaga arah, agar kemampuan membaca perubahan tetap disertai tujuan yang jelas.

Ketiga, eling lan waspada, yang dimaknai sebagai kesadaran terhadap diri sekaligus kewaspadaan terhadap lingkungan. Keempat, ngorehan, yaitu upaya menelusuri kembali pengalaman masa lalu, memilah dan mengambil nilai yang masih relevan.

Kelima, menempatkan diri, yang dikaitkan dengan nilai Dalihan Na Tolu mengenai hubungan, posisi, hak, kewajiban dan tanggung jawab. Keenam, belajar dari kehidupan, dengan mengambil inspirasi dari Alam Takambang Jadi Guru.

Ketujuh, menjaga keseimbangan, sebagaimana tercermin dalam Tri Hita Karana. Kedelapan, menjaga martabat, yang dikaitkan dengan nilai siri’ dan pesse/pacce mengenai kepatutan, solidaritas dan kepedulian terhadap sesama.

Delapan lapisan tersebut kemudian diarahkan pada tiga unsur utama, yakni Akal, Budi dan Laku. Akal digunakan untuk menilai kebenaran, budi untuk mempertimbangkan kepatutan, sedangkan laku menjadi pembuktian nilai melalui tindakan.

Tantangan Era Kecerdasan Buatan

Gagasan tersebut juga dikaitkan dengan perkembangan kecerdasan buatan, algoritma, data dan teknologi informasi. Menurut MJP Hutagaol, semakin besar kemampuan manusia memengaruhi kehidupan, semakin penting pula memastikan kecerdasan tetap diarahkan oleh budi.

“Apakah kecerdasan manusia masih dipimpin oleh budi?” menjadi salah satu pertanyaan reflektif dalam tulisan tersebut.

MJP Hutagaol menegaskan bahwa warisan budaya tidak harus dimaknai sebagai ajakan kembali menjalani kehidupan masa lalu secara literal. Warisan karuhun dapat dipahami sebagai pengalaman dan nilai yang perlu diperiksa kembali dengan pengetahuan modern serta diuji melalui kenyataan.

Ia menggambarkannya melalui perumpamaan bahwa pohon tidak tumbuh dengan kembali menjadi akar, tetapi tanpa akar pohon juga tidak akan pernah menjadi pohon. Masa lalu, dengan demikian, dipandang sebagai sumber nilai, bukan belenggu bagi masa depan.

Ruang Pemikiran yang Terbuka

MJP Hutagaol juga menyebut Arsitektur Kesadaran Nusantara sebagai konsep yang masih terbuka untuk dikembangkan. Keragaman tradisi di berbagai wilayah Indonesia, mulai dari Aceh, Melayu, Kalimantan, Maluku, Nusa Tenggara hingga Papua, dinilai masih menyimpan kekayaan pemikiran yang perlu terus dikaji.

Pada akhirnya, tulisan tersebut mengajak pembaca merefleksikan sejumlah pertanyaan: bagaimana membaca perubahan tanpa kehilangan arah, menjadi modern tanpa kehilangan ingatan, menjadi cerdas tanpa kehilangan budi, serta menjadi kuat tanpa kehilangan martabat.

Pesan itu dirangkum dalam sebuah alur: baca zamannya, jaga arahnya, eling lan waspada, ngorehan, periksa dengan akal, timbang dengan budi, buktikan dalam laku, dan wariskan kepada generasi berikutnya.

“Yang harus kembali bukanlah sosok dari masa lalu. Yang harus kembali adalah kesadaran manusia.”

MJP Hutagaol ’86
Jakarta, 28 Agustus 2026

Suwoto

Jurnalis :

Bergabung di Media Suara Mabes (MSM) sejak tanggal 26 April 2021 sebagai Redaktur. Email : suwoto@mediasuaramabes.co.id

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • SEMBUH DENGAN RUQYAH: Ikhtiar Penyembuhan Islami dengan Al-Qur’an dan Sunnah

    SEMBUH DENGAN RUQYAH: Ikhtiar Penyembuhan Islami dengan Al-Qur’an dan Sunnah

    • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
    • account_circle Hapzon Effendi
    • visibility 561
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes, Jakarta – Di tengah perkembangan dunia modern saat ini, manusia semakin dihadapkan pada berbagai persoalan kehidupan, mulai dari penyakit fisik, tekanan mental, gangguan emosional, hingga problem spiritual yang sering kali sulit dijelaskan secara logika maupun medis. Tidak sedikit orang yang merasa gelisah berkepanjangan, sulit tidur, ketakutan tanpa sebab, kehilangan semangat hidup, bahkan mengalami gangguan […]

  • Pertemuan FKKPBM 2026: Ketum Heros Paduppai Dorong Penguatan Organisasi dan Soliditas Anggota photo_camera 4

    Pertemuan FKKPBM 2026: Ketum Heros Paduppai Dorong Penguatan Organisasi dan Soliditas Anggota

    • calendar_month Senin, 18 Mei 2026
    • account_circle Suwoto
    • visibility 300
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes, Jakarta – Forum Komunikasi Keluarga Purnawirawan Baret Merah menggelar kegiatan koordinasi dan pengarahan Satuan Tugas (Satgas) yang dihadiri jajaran DPP dan DPD sebagai bagian dari persiapan agenda besar pertemuan Ketua Umum. Kegiatan yang berlangsung pada Minggu, 17 Mei 2026, pukul 15.30 WIB, di Jalan H. Hadidji, Kampung Rambutan, Jakarta, menjadi momentum penting untuk memperkuat […]

  • Mewakili Kapolres, Wakapolres Ketapang Resmi Buka Open Turnamen Bola Voli Kapolres Ketapang Cup Tahun 2026 photo_camera 2

    Mewakili Kapolres, Wakapolres Ketapang Resmi Buka Open Turnamen Bola Voli Kapolres Ketapang Cup Tahun 2026

    • calendar_month Selasa, 28 Jul 2026
    • account_circle A'ang Sanjaya
    • visibility 167
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Ketapang, Kalbar – Open Turnamen Bola Voli Kapolres Ketapang Cup Tahun 2026 resmi dibuka pada Senin (27/7/2026) sore di Lapangan Bola Voli Bhayangkara, Jalan Urip Sumoharjo, Kelurahan Mulia Baru, Kecamatan Delta Pawan, Kabupaten Ketapang. Pembukaan turnamen berlangsung meriah dan menjadi momentum mempererat sinergi antara Polri, pemerintah daerah, komunitas olahraga, serta masyarakat. Kegiatan pembukaan […]

  • Khianati Kepercayaan: ART di Kalideres Kuras ATM Majikan Lansia Rp450 Juta untuk Foya-foya!

    Khianati Kepercayaan: ART di Kalideres Kuras ATM Majikan Lansia Rp450 Juta untuk Foya-foya!

    • calendar_month Kamis, 16 Jul 2026
    • account_circle Saud Maruntung
    • visibility 162
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Jakarta Barat – Modus kejahatan domestik kembali terjadi di ibu kota. Seorang Asisten Rumah Tangga (ART) berinisial NS (33) nekat menguras tabungan majikannya hingga mencapai Rp450 juta. Pelaku memanfaatkan posisinya sebagai perawat lansia (caregiver) untuk membobol rekening korban secara bertahap. Pelarian dan aksi culas NS berakhir setelah jajaran Polsek Kalideres meringkusnya di tempat […]

  • Wamenhan Terima Audiensi Bupati Nias Barat, Bahas Penguatan Pertahanan Kepulauan dan Infrastruktur

    Wamenhan Terima Audiensi Bupati Nias Barat, Bahas Penguatan Pertahanan Kepulauan dan Infrastruktur

    • calendar_month Sabtu, 12 Sep 2026
    • account_circle Suwoto
    • visibility 124
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Jakarta – Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) Donny Ermawan Taufanto mewakili Menteri Pertahanan menerima audiensi Bupati Nias Barat Dr. Eliyunus Waruwu di Jakarta, Jumat (11/9/2026). Pertemuan tersebut membahas sejumlah hal strategis terkait penguatan pertahanan wilayah kepulauan serta pembangunan infrastruktur pendukung di Kabupaten Nias Barat, Sumatera Utara. Nias Barat dinilai memiliki posisi strategis karena berada […]

  • Pekerjaan Preservasi Jalan Nasional Di Aceh Tenggara Tuai Sorotan, Transparansi Dan Keselamatan Kerja Dipertanyakan

    Pekerjaan Preservasi Jalan Nasional Di Aceh Tenggara Tuai Sorotan, Transparansi Dan Keselamatan Kerja Dipertanyakan

    • calendar_month Selasa, 2 Jun 2026
    • account_circle Hanafiah
    • visibility 250
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes, Aceh Tenggara – Pekerjaan preservasi Jalan Nasional yang berada di Desa Deleng Damar, Kecamatan Ketambe, Kabupaten Aceh Tenggara menuai sorotan dari sejumlah pihak. Proyek yang bertujuan mempertahankan dan meningkatkan kualitas infrastruktur jalan tersebut dinilai perlu mendapat perhatian serius karena diduga terdapat sejumlah persoalan dalam pelaksanaannya di lapangan, Senin (01/06/2026). Berdasarkan hasil pantauan di lokasi, […]

expand_less