Breaking News
light_mode
Trending HasTags
Beranda » Daerah » “Gawat” Puluhan Bahkan Sampai Ratusan Warga Desa Kemuning Biutak Geruduk PT NAA, Sampaikan 10 Tuntutan Ada Apa…?

“Gawat” Puluhan Bahkan Sampai Ratusan Warga Desa Kemuning Biutak Geruduk PT NAA, Sampaikan 10 Tuntutan Ada Apa…?

  • account_circle A'ang Sanjaya
  • calendar_month Rabu, 10 Jun 2026
  • visibility 226
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MediaSuaraMabes, Ketapang Kalbar – Ketegangan antara masyarakat Desa Kemuning Biutak dan pengelola perkebunan PT NAA kembali mencuat ke permukaan pada senen tgl (8 juni 2026),Puluhan warga turun ke jalan membawa spanduk besar berisi 10 poin tuntutan, mendesak perusahaan segera memenuhi komitmen yang disebut telah lama diabaikan sejak masa pengelolaan PT ARRTU. Aksi ini menjadi penanda bahwa persoalan agraria, ketenagakerjaan, hingga tanggung jawab sosial perusahaan masih menjadi pekerjaan rumah yang belum tuntas.

“spanduk bertuliskan. “TUNTUTAN MASYARAKAT DESA KEMUNING BIUTAK KEPADA PT. NAA” diikuti 10 poin tuntutan yang merinci kekecewaan dan harapan masyarakat.

### Inti Tuntutan: Dari Kemitraan hingga Jembatan Permanen

Berdasarkan isi spanduk, tuntutan warga dapat dikelompokkan ke dalam 4 isu besar:

1. Keadilan Agraria dan Kompensasi
Warga menyoroti tiga hal krusial terkait lahan: pertama, belum terealisasinya pola kemitraan yang dijanjikan PT ARRTU/PT NAA untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kedua, masih adanya klaim tumpang tindih lahan antara perusahaan dan masyarakat yang belum diselesaikan bertahun-tahun. Ketiga, transparansi data Ganti Rugi Tanaman Tumbuh (GRTT) atas pembebasan lahan, khususnya untuk lahan yang diklaim warga namun belum dibayar. Warga juga menuntut realisasi janji penyediaan Tanah Kas Desa (TKD) seluas 6 hektare.

2. Transparansi dan Tanggung Jawab Sosial
Program Corporate Social Responsibility (CSR) menjadi sorotan. Warga menuntut agar pelaksanaan CSR dilakukan secara transparan dan benar-benar berpihak pada kepentingan masyarakat, bukan sebatas formalitas perusahaan. Selain itu, PT NAA diminta memfasilitasi kegiatan adat di desa sebanyak lima kali dalam setahun sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya lokal.

3. Ketenagakerjaan dan Tata Kelola Wilayah
Poin keenam dan ketujuh menegaskan desakan agar perusahaan memprioritaskan tenaga kerja lokal, khususnya putra-putri Desa Kemuning Biutak. Warga juga meminta kejelasan aturan dan batas wilayah konservasi, terutama terkait larangan penanaman di sepanjang aliran sungai. Di sisi lain, warga meminta peninjauan ulang Hak Guna Usaha (HGU) perusahaan agar tumpang tindih lahan dengan permukiman warga dapat segera diselesaikan sesuai ketentuan.

4. Infrastruktur Dasar
Salah satu tuntutan yang paling konkret adalah pembangunan Jembatan Permanen Desa Kemuning Biutak. Warga mendesak pimpinan PT NAA segera duduk bersama Kepala Desa, Tokoh Adat, Tokoh Agama, dan Tokoh Masyarakat di Kantor Desa untuk merealisasikan pembangunan infrastruktur vital tersebut.

Spanduk ditutup dengan pernyataan sikap tegas: “DEMI KEADILAN, TRANSPARANSI DAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT DESA KEMUNING BIUTAK. KAMI BERSATU, KAMI BERSUARA, KAMI MENUNTUT HAK KAMI!”

### Latar Belakang Konflik Berkepanjangan

Meski detail kronologi tidak tercantum dalam aksi ini, pola tuntutan yang diajukan mengindikasikan adanya akumulasi kekecewaan masyarakat terhadap pengelolaan perkebunan sawit di wilayah mereka. Pergantian pengelola dari PT ARRTU ke PT NAA tampaknya belum menjawab persoalan lama, terutama terkait2 pembebasan lahan dan pembagian manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Isu tumpang tindih lahan, keterlambatan pembayaran GRTT, dan minimnya penyerapan tenaga kerja lokal merupakan problem klasik yang kerap muncul di daerah konsesi perkebunan. Jika tidak segera ditangani, konflik semacam ini berpotensi mengganggu operasional perusahaan sekaligus memperlebar jurang ketidakpercayaan antara perusahaan dan masyarakat.

### Kesaksian dan tuntutan juru bicara aksi.

Kepala desa kemuning-Biutak: SUANDIN”Aksi yang dilakukan oleh warga hari ini merupakan puncak dari sumbatan aspirasi yang selama ini tidak mendapkan respon konkret,dari pihak manajemen. Selaku kepala desa,saya menegaskan bahwa pemerintah desa berdiri bersama masyarakat.

AHMAD KURNIAWAN (Tokoh Masyarakat / Bendahara Koperasi): “Kami mendatangi kantor Kemuning Estate untuk menanyakan surat tuntutan 10 poin, tetapi pimpinan PT Nova (PT NAA), Pak Nainggolan, tidak hadir sehingga masyarakat kecewa. Sejak perusahaan ini di-takeover dari PT ARRTU ke PT NAA, pola kemitraan plasma dan gaji belum terpenuhi serta belum menyejahterakan masyarakat. Kami memberikan tenggat waktu 3 hari dari sekarang. Jika tidak ada jawaban, kami akan melakukan pemortalan (blokade) di jalan negara.”

Juru Bicara Kedua,SAMAD (Perwakilan Warga): “Surat balasan dari perusahaan pada 4 Juni 2026 tidak memuaskan dan pimpinan tidak ada di tempat, hanya manajer yang menemui kami. Kami menuntut kejelasan klaim lahan dan meminta perusahaan menunjukkan data GRTT (pembebasan lahan) yang akurat karena masalah ini menggantung sejak zaman PT ARRTU. Selain itu, belum ada kejelasan soal evakuasi lahan TKD ke desa, program CSR tidak berdampak luas untuk perbaikan jalan, serta perusahaan tidak pernah transparan menunjukkan batas HGU dan IUP mereka kepada masyarakat awam.”

AHMAD KURNIAWAN (Pernyataan Penutup):

“Kami mendesak perusahaan memprioritaskan tenaga kerja lokal karena saat ini tidak sampai 5% putra daerah yang dipekerjakan di Estate Kemuning dan Padang Bunga. Kami juga mempertanyakan HGU, karena ada lahan yang ditanam perusahaan tetapi bisa terbit sertifikat, yang mengindikasikan aktivitas di luar HGU atau IUP. Terakhir, bantuan untuk kegiatan adat sangat minim (hanya Rp500 ribu – Rp1 juta) padahal nilai investasi di desa ini ratusan miliar. Jika 10 poin tuntutan ini tidak segera direalisasikan dalam 3 hari, kami memastikan akan melakukan pemortalan jalan.”

Melalui aksi ini, warga Desa Kemuning Biutak tidak sekadar menuntut, tetapi juga membuka ruang dialog. Poin kesembilan secara eksplisit meminta pertemuan resmi dengan manajemen PT NAA. Harapannya sederhana: ada kejelasan, ada komitmen, dan ada bukti nyata bahwa kehadiran perusahaan membawa kesejahteraan, bukan hanya eksploitasi sumber daya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak PT NAA. Publik kini menunggu langkah konkret perusahaan untuk merespons 10 tuntutan warga. Sebab seperti tertulis di spanduk, masyarakat sudah bersatu dan bersuara – kini giliran perusahaan membuktikan itikad baiknya.

A’ANG SANJAYA / RED

A'ang Sanjaya

Jurnalis :

Bergabung di Media Suara Mabes (MSM) sejak tanggal 23 April 2021 sebagai Kepala Biro (Kabiro) Kab. Ketapang - Kalimantan Barat. Email : aang.sanjaya@mediasuaramabes.co.id

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Lolos dari Portal PT BEK, Tim Media Kawal Pemilik Ladang Masuk Lahan Sengketa PT NPR photo_camera 2

    Lolos dari Portal PT BEK, Tim Media Kawal Pemilik Ladang Masuk Lahan Sengketa PT NPR

    • calendar_month Senin, 8 Jun 2026
    • account_circle Ron
    • visibility 384
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes, Barito Utara – Setelah tertahan 5 jam di Pos Lampanang PT BEK, tim media Barito Utara melanjutkan perjalanan mengawal Pak Prianto beserta 5 pemilik ladang yang bersengketa dengan PT Nusa Persada Resources (NPR), Rabu (4/6/2026) dini hari. Rombongan tidak bisa melintas dengan mobil setelah Km 90 PT MBL, tepat di muara jalan tambang PT […]

  • Dinas Pendidikan Dayah Aceh Tegaskan Pembangunan Dayah Tetap Lewat Skema Swakelola, Hanafiah: “Harus Komitmen Jangan Berubah di Lapangan”

    Dinas Pendidikan Dayah Aceh Tegaskan Pembangunan Dayah Tetap Lewat Skema Swakelola, Hanafiah: “Harus Komitmen Jangan Berubah di Lapangan”

    • calendar_month Rabu, 22 Jul 2026
    • account_circle Hanafiah
    • visibility 200
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Aceh – Dinas Pendidikan Dayah Aceh menegaskan bahwa pembangunan dan pengembangan prasarana dayah di Aceh tetap dilaksanakan melalui mekanisme swakelola sesuai ketentuan regulasi yang berlaku. Penegasan itu disampaikan untuk meluruskan informasi yang berkembang di publik terkait dugaan pengalihan proyek pembangunan fasilitas dayah dari skema swakelola menjadi kontrak jasa konstruksi. Dalam keterangannya, Dinas Pendidikan […]

  • Asops Kasal Pimpin Evaluasi Operasi TNI AL Semester I 2026, Perkuat Efektivitas Operasi dan Keamanan Maritim photo_camera 5

    Asops Kasal Pimpin Evaluasi Operasi TNI AL Semester I 2026, Perkuat Efektivitas Operasi dan Keamanan Maritim

    • calendar_month Kamis, 30 Jul 2026
    • account_circle Suwoto
    • visibility 149
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Jakarta – Asisten Operasi Kepala Staf Angkatan Laut (Asops Kasal), Laksamana Muda TNI Yayan Sofiyan, S.T., M.Si., CHRMP., M.Tr.Opsla., memimpin Rapat Evaluasi Operasi TNI Angkatan Laut Semester I Tahun Anggaran 2026 yang berlangsung di Selasar Atas Denma Mabesal, Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (30/7/2026). Rapat evaluasi tersebut diselenggarakan sebagai bagian dari pembinaan operasi TNI […]

  • Perkuat Antisipasi Karhutla, Polres Ketapang Bangun Sumur Bor Presisi Di Desa Pebihingan

    Perkuat Antisipasi Karhutla, Polres Ketapang Bangun Sumur Bor Presisi Di Desa Pebihingan

    • calendar_month Rabu, 23 Sep 2026
    • account_circle A'ang Sanjaya
    • visibility 92
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Ketapang, Kalbar – Polres Ketapang kembali memperkuat langkah pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dengan membangun Sumur Bor Presisi di Desa Pebihingan, Kecamatan Pemahan, Kabupaten Ketapang. Sumur bor tersebut telah dilakukan pengecekan dan peresmian oleh personel Polsek Tumbang Titi bersama masyarakat pada Jumat (18/9/2026). Kapolres Ketapang AKBP Putra Pratama, S.H., S.I.K., […]

  • Sentinel Seri 8: Ketika Satelit Menjadi Sasaran, Ancaman Jamming hingga Sampah Antariksa

    Sentinel Seri 8: Ketika Satelit Menjadi Sasaran, Ancaman Jamming hingga Sampah Antariksa

    • calendar_month Rabu, 30 Sep 2026
    • account_circle Suwoto
    • visibility 79
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Jakarta – Satelit selama ini dikenal sebagai “mata di langit” yang mendukung berbagai kebutuhan manusia, mulai dari komunikasi, navigasi, pemantauan cuaca hingga pengumpulan data strategis. Namun, perkembangan teknologi ruang angkasa juga menghadirkan tantangan baru. Bagaimana jika satelit yang selama ini menjadi pendukung berbagai aktivitas justru menjadi sasaran? Pertanyaan tersebut menjadi pokok bahasan SENTINEL […]

  • Antisipasi Balap Liar, Polres Jepara Gelar Patroli Skala Besar pada Minggu Dini Hari

    Antisipasi Balap Liar, Polres Jepara Gelar Patroli Skala Besar pada Minggu Dini Hari

    • calendar_month Senin, 13 Jul 2026
    • account_circle Supriyono
    • visibility 132
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Jepara – Guna menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) serta mengantisipasi aksi balap liar yang kerap meresahkan warga, Kepolisian Resor (Polres) Jepara menggelar patroli skala besar pada Minggu (12/7/2026) dini hari. Patroli ini menyasar sejumlah titik rawan yang sering dijadikan ajang adu kecepatan ilegal oleh kalangan remaja, di antaranya jalur protokol pusat […]

expand_less