Breaking News
light_mode
Trending HasTags
Beranda » Organisasi » Ivan Haikal: Demokrasi Terancam, Pemuda Harus Tegak Luruskan Kebenaran & Kawal Amanah Reformasi

Ivan Haikal: Demokrasi Terancam, Pemuda Harus Tegak Luruskan Kebenaran & Kawal Amanah Reformasi

  • account_circle Muhammad Yaman
  • calendar_month 10 jam yang lalu
  • visibility 22
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MediaSuaraMabes, Bukittinggi – Menjelang genap 28 tahun perjalanan Reformasi, Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII) menggelar ruang refleksi besar bertajuk Nonton Bareng dan Diskusi Publik film Di Balik 98. Acara yang berlangsung khidmat ini menghadirkan Forkopimda,tokoh pentolan Reformasi, akademisi, pemuka adat dan agama, serta mahasiswa dan pemuda.

Di tengah gelaran yang sarat pesan sejarah dan nilai kebangsaan ini, Ivan Haikal tampil menegaskan posisi kritisnya: bahwa semangat perubahan harus terus dikumandangkan, sementara ancaman nyata terhadap demokrasi kini kian terang tampak di depan mata.

Sebagai sosok yang pernah terjun langsung meruntuhkan tembok kekuasaan lama dan hingga kini masih menjadi momok, Ivan Haikal mengawali pemaparannya dengan mengutip firman Allah SWT dalam Surah Ar-Ra’d ayat 11 sebagai landasan mutlak peradaban: “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri.”

Dengan lantang dan penuh keyakinan, Ivan mengingatkan: “Seperti cahaya matahari yang pasti terbit, perubahan tak bisa dibendung oleh siapa pun. Sejarah telah mencatat dengan tinta emas: perubahan besar di tahun 1945, 1965, hingga 1998, selalu digerakkan oleh kekuatan utama yang sama, yaitu pemuda. Maka jangan pernah takut untuk berbicara kebenaran, karena diam di hadapan kesalahan sama saja membiarkan kezaliman beranak-pinak.”

Namun, nada suaranya berubah menjadi peringatan keras saat menyoroti realitas hari ini. Menurutnya, demokrasi yang diperjuangkan dengan darah dan air mata itu kini berada di ujung tanduk.

“Coba kita lihat fakta di depan mata: ada upaya pelarangan penayangan film sejarah seperti ini, ada institusi yang seolah menutup rapat telinganya dari suara kritik, muncul wacana pemakzulan yang justru dijawab dengan ancaman penjara, hingga gejala sentralisasi kekuasaan yang perlahan namun pasti merampas kembali kewenangan daerah. Padahal, otonomi daerah adalah janji suci Reformasi 1998 yang harus dijaga agar kekuasaan tidak lagi menumpuk di satu tangan,” tegas Ivan.

Ia juga menyoroti sejumlah isu strategis yang mengancam jati diri bangsa, mulai dari wacana sekularisasi, rancangan sistem pemilihan kepala daerah yang dianggap berpotensi melemahkan kedaulatan rakyat, hingga ketakutan para calon pemimpin untuk berbicara jujur karena terikat kepentingan partai pengusung.

Ivan melontarkan pertanyaan tajam yang menggema di ruangan: “Pertanyaan besar kita bersama: apakah kekuatan militer masih menjadi bayang-bayang ancaman bagi demokrasi sipil kita? Harus ditegaskan dengan tegas dan lantang: presiden atau pemimpin mana pun, tidak berhak dan tidak boleh membungkam kebebasan berekspresi.

Kebenaran harus bisa disampaikan tanpa rasa takut, dan jika ada penyimpangan yang nyata, hukum haruslah tegak lurus, tidak boleh ditekuk oleh kekuasaan apa pun.”

Menanggapi kecenderungan pembatasan ruang kebebasan berpendapat, Ivan menegaskan sikap tegas kaum muda: “Tidak ada larangan bagi kita untuk menonton sejarah atau menyuarakan kebenaran, selama itu berada dalam koridor kritis dan bertujuan membangun peradaban yang lebih baik.

Perubahan hanya akan terjadi ketika negara berjalan pada rel konstitusi yang benar. Kami berterima kasih atas apresiasi terhadap momen sejarah berharap Dinas Pemuda dan Olahraga dan kesbangpol serta lembaga terkait memastikan negara tetap berjalan di jalur yang benar lewat kritik yang membangun, bukan dengan cara membungkam mulut rakyat.

Di sesi yang sama, Buya Marpendi hadir memperkaya diskusi dengan pandangan mendalam mengenai politik, kebijakan, dan krisis karakter pemimpin bangsa yang menjadi tantangan terberat pasca-Reformasi.

Menurut Buya, kemasyarakatan sering kali menjadi korban kebijakan, namun dari situlah lahir pembelajaran paling berharga. Ia menyoroti bahwa politik sesungguhnya telah dirancang jauh dari awal, bahkan fenomena hingga mekanisme Pemilihan Kepala Daerah yang kini sarat tanda tangan pimpinan partai, telah menjauhkan kita dari esensi demokrasi sejati.

“Kita telah lupa satu hal yang sangat fundamental: bagaimana cara menciptakan negarawan yang sejati.

Hari ini, kenegarawanan adalah sesuatu yang sangat langka, ibarat benda pusaka yang hampir hilang ditelan zaman.

Kita kekurangan pemimpin yang berpikir jernih demi menyejahterakan negeri, yang mampu merasakan pahit getirnya kehidupan masyarakat seolah itu adalah penderitaan dirinya sendiri. Penguasa tidak boleh terlalu lepas, terpisah jauh, dan merasa lebih tinggi dari rakyatnya,” urai Buya Marpendi dengan nada penuh keprihatinan.

Dafriyon, Akademisi sekaligus Penalis menegaskan mahasiswa harus berjiwa kuat dan tangguh, meneladani semangat pengorbanan bangsa Iran yang menanamkan nilai syahid demi kebenaran sejak dini. Karakter yang konsisten, patriotik, dan siap melayani masyarakat adalah syarat utama, seraya mengingatkan pesan tegas: jangan pernah memuliakan pemimpin, karena banyak di antaranya hanyalah budak kekuasaan dan kepentingan.

Ia mengajak kemandirian demi menjaga idealisme, berani melawan ketidakadilan, dan tetap menyuarakan kebenaran meski data dan fakta belum mampu mewujudkan keadilan yang nyata di tengah kondisi sosial yang masih memprihatinkan.

Mahasiswa sejati lahir dari proses panjang, harus jujur, dan memiliki mental baja, yang salah satu kuncinya adalah berdikari serta tidak menggantungkan hidup pada orang tua.

Ia juga menyoroti ironi bangsa ini: negara lain seperti Iran mampu menciptakan teknologi dan kekuatan sendiri, sementara Indonesia kerap merasa cukup hanya dengan pujian tanpa membangun kemandirian.

Dafriyon juga menyesalkan langkanya negarawan sejati saat ini, di mana segala hal seolah dijalankan dengan uang, padahal kebijaksanaan dan nurani manusiawi kedudukannya jauh lebih tinggi dibandingkan sekadar aturan tertulis.

Di akhir pesannya, Dafriyon mengingatkan agar semangat berjuang tetap dikobarkan dan semangat mati syahid terus ditanamkan dalam dada. Gerakan mahasiswa harus tumbuh menjadi kekuatan yang matang, dewasa, dan senantiasa bersatu, dengan segala tindakan yang didasari kejujuran dan keikhlasan semata-mata karena Allah SWT. Perjuangan tidak boleh berhenti, sebab cita-cita Reformasi belum selesai dan keadilan masih menunggu untuk ditegakkan sepenuhnya.

Ridwan, Ketua Cabang GPII menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar mengenang masa lalu, melainkan mempertajam kesadaran masa kini. “Kita refleksikan kembali semangat para pejuang masa lalu, yang hingga hari ini harus terus dikumandangkan agar nilai-nilai itu tetap hidup dan diwariskan kepada generasi selanjutnya ” ujarnya membuka jalan diskusi yang mendalam.

(Fk/YamanLbs)

Muhammad Yaman

Penulis

Bergabung di Media Suara Mabes (MSM) sejak tanggal 18 April 2024 sebagai Jurnalis Kab. Agam - Sumatera Barat. Email : muhammad.yaman@mediasuaramabes.co.id

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menhan Sjafrie Sjamsoeddin Hadiri Rapat Strategis Presiden Prabowo di Hambalang Baahas Kampus STEM dan Isu Global photo_camera 4

    Menhan Sjafrie Sjamsoeddin Hadiri Rapat Strategis Presiden Prabowo di Hambalang Baahas Kampus STEM dan Isu Global

    • calendar_month Selasa, 10 Mar 2026
    • account_circle Suwoto
    • visibility 11
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes, Jakarta – Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menghadiri rangkaian rapat yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto bersama sejumlah menteri Kabinet Merah Putih di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, pada Minggu (8/3). Dalam pertemuan tersebut, Presiden membahas sejumlah isu strategis, antara lain pembangunan sepuluh kampus baru yang berfokus pada bidang STEM (Sains, Teknologi, Engineering, dan Matematika) serta kedokteran, […]

  • BPKS Sabang Beli Kapal Pandu Rp4,9 Miliar Diduga Cepat Rusak, Media Suara Mabes Desak APH Periksa PPK dan Rekanan photo_camera 3

    BPKS Sabang Beli Kapal Pandu Rp4,9 Miliar Diduga Cepat Rusak, Media Suara Mabes Desak APH Periksa PPK dan Rekanan

    • calendar_month Selasa, 19 Mei 2026
    • account_circle Hanafiah
    • visibility 124
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes, Sabang – Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS) diduga membeli kapal pandu multi purpose yang cepat rusak, meski anggaran pengadaannya mencapai Rp4,9 miliar. Media Suara Mabes Aceh mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) segera memanggil Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan rekanan terkait. Berdasarkan hasil investigasi lapangan, BPKS Sabang pada 2022 menganggarkan pengadaan kapal multi purpose senilai […]

  • Prajurit Kompi Komposit Marinir Natuna Sambut Hangat Kunker Pangkogabwilhan I di Garda Terdepan NKRI photo_camera 5

    Prajurit Kompi Komposit Marinir Natuna Sambut Hangat Kunker Pangkogabwilhan I di Garda Terdepan NKRI

    • calendar_month Minggu, 17 Mei 2026
    • account_circle Suwoto
    • visibility 55
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes, Natuna – Dispen Kormar, TNI Angkatan Laut (Natuna) Semangat juang dan loyalitas prajurit Satgas Kompi Komposit Marinir TNI AL Laut Natuna Utara (LNU) semakin terpacu dengan kunjungan kerja Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I (Pangkogabwilhan I), Letnan Jenderal TNI Kunto Arief Wibowo, di Mako Jala Wira Natuna, Ranai, Kepulauan Riau, Minggu (17/05/2026). Kedatangan Pangkogabwilhan […]

  • Rapim TNI 2026: Menhan Tekankan Revitalisasi Kekuatan dan Kesiapan OMP–OMSP

    Rapim TNI 2026: Menhan Tekankan Revitalisasi Kekuatan dan Kesiapan OMP–OMSP

    • calendar_month Selasa, 10 Feb 2026
    • account_circle Suwoto
    • visibility 12
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes, Jakarta – Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin memberikan pengarahan strategis pada Rapim TNI Tahun 2026 di GOR A.j Yani, Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, pada Selasa (10/2). Menhan menegaskan TNI sebagai garda terdepan dan benteng terakhir kedaulatan NKRI. Memasuki 2026, pembangunan kekuatan TNI harus direvitalisasi secara mendasar dan berorientasi ke depan. Kebijakan pertahanan dituntut adaptif […]

  • Peresmian Monumen Jenderal Besar TNI (Purn) H.M. Soeharto di Brigif 6 Divif 2 Kostrad

    Peresmian Monumen Jenderal Besar TNI (Purn) H.M. Soeharto di Brigif 6 Divif 2 Kostrad

    • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
    • account_circle Wajidi Adiansyah
    • visibility 15
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes, Surakarta – Panglima Divisi Infanteri 2 Kostrad Mayjen TNI Primadi Saiful Sulun, S. Sos., M. Si. bersama Ibu Siti Hediati Soeharto mewakili keluarga besar, meresmikan Monumen Jenderal Besar TNI (Purn) M.H. Soeharto di Brigif 6. Acara ini dihadiri jajaran pejabat Divif 2 Kostrad, jajaran Forkopimda Surakarta, tokoh masyarakat, serta para tamu undangan, dalam suasana […]

  • Aipda Raja Faisal Mushawir Hadir di Saat Duka Warga : Polri Untuk Masyarakat photo_camera 6

    Aipda Raja Faisal Mushawir Hadir di Saat Duka Warga : Polri Untuk Masyarakat

    • calendar_month Sabtu, 16 Mei 2026
    • account_circle Suwoto
    • visibility 18
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes, ‎Batam – Kepolisian Daerah Kepulauan Riau terus menunjukkan komitmennya hadir di tengah masyarakat melalui aksi kemanusiaan yang dilakukan oleh Aipda Raja Faisal Mushawir, S.H., personel Polsek Siantan, Polres Kepulauan Anambas. Sejak tahun 2017, yang bersangkutan secara sukarela melayani masyarakat dengan mengemudikan mobil jenazah untuk mengantar warga dalam proses pemakaman. ‎ ‎Aksi kemanusiaan tersebut dilakukan […]

expand_less