Strategi Perang Nusantara: Brigjen (Purn) MJP. Hutagaol Ajak Bangsa Menggali Pelajaran Strategis dari Sejarah Sendiri
- account_circle Suwoto
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 38
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MediaSuaraMabes | Jakarta — Sejarah peperangan di Nusantara menyimpan berbagai pelajaran tentang kepemimpinan, politik, geografi, ketahanan, dan pengambilan keputusan. Pengalaman tersebut dinilai dapat menjadi bahan kajian untuk memperkaya pemikiran strategis Indonesia dalam menghadapi tantangan masa kini dan mendatang.
Gagasan itu diangkat Brigjen (Purn) MJP. Hutagaol dalam tulisan pembuka bertajuk “Strategi Perang Nusantara—Seri 1: Mengapa Kita Perlu Menggali Strategi Perang Nusantara?” yang ditulis di Jakarta, 28 Oktober 2026.
Tulisan tersebut mengajak masyarakat untuk tidak hanya mengenang tokoh dan peristiwa sejarah, tetapi juga menelaah kepentingan para pihak, pembentukan aliansi, pemanfaatan sumber daya, serta konsekuensi dari keputusan strategis yang diambil.
Menelaah Pengalaman Sejarah Nusantara
Sejumlah peristiwa menjadi bahan kajian, mulai dari perkembangan Sriwijaya sebagai kekuatan yang berkaitan dengan jaringan perdagangan dan jalur perairan, strategi politik Raden Wijaya dalam pendirian Majapahit pada 1293, hingga perlawanan terhadap kolonialisme dan perjuangan mempertahankan kemerdekaan.
Pengalaman Perang Diponegoro pada 1825–1830, perlawanan Sisingamangaraja XII, serta perang gerilya pada masa revolusi kemerdekaan juga membuka ruang pembelajaran mengenai kepemimpinan, dukungan masyarakat, kondisi geografis, logistik, dan kemampuan beradaptasi.
Pemikiran pertahanan Jenderal A.H. Nasution turut menjadi bagian dari rujukan, khususnya melalui karyanya Pokok-pokok Gerilya dan Pertahanan Republik Indonesia di Masa yang Lalu dan yang Akan Datang.
Menurut gagasan yang disampaikan, setiap peristiwa perlu ditelaah berdasarkan sumber sejarah yang dapat dipertanggungjawabkan. Lamanya perlawanan atau keberhasilan militer tidak serta-merta menunjukkan keberhasilan strategis secara keseluruhan. Penilaian juga perlu memperhatikan tujuan politik, hasil yang dicapai, pengorbanan, dan dampaknya terhadap masyarakat.
Jurnalis : Suwoto
Bergabung di Media Suara Mabes (MSM) sejak tanggal 26 April 2021 sebagai Redaktur. Email : suwoto@mediasuaramabes.co.id

Saat ini belum ada komentar