Asam Urat: Kenali Penyebab, Bahaya, Pencegahan, dan Pengobatannya
- account_circle Hapzon Effendi
- calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
- visibility 70
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MediaSuaraMabes, Jakarta – Asam urat merupakan salah satu penyakit yang sering dialami masyarakat, terutama pada usia di atas 40 tahun. Penyakit ini terjadi akibat tingginya kadar asam urat dalam darah yang kemudian membentuk kristal tajam di persendian sehingga menimbulkan nyeri, pembengkakan, dan peradangan.
Asam urat sebenarnya merupakan hasil metabolisme purin di dalam tubuh. Namun ketika produksi asam urat berlebihan atau ginjal tidak mampu membuangnya dengan baik, maka kristal asam urat akan menumpuk pada sendi, terutama di area kaki dan jari.
Gejala yang paling sering dirasakan penderita adalah nyeri hebat secara mendadak, sendi merah, bengkak, terasa panas, hingga sulit bergerak. Bila tidak ditangani dengan baik, asam urat dapat memicu komplikasi serius seperti gangguan ginjal, hipertensi, penyakit jantung, stroke, hingga gangguan metabolik lainnya.
Ada beberapa faktor yang menjadi penyebab meningkatnya kadar asam urat, antara lain: konsumsi makanan tinggi purin seperti jeroan, seafood, daging merah, konsumsi alkohol dan kafein berlebihan, obesitas, faktor keturunan, serta gangguan fungsi ginjal. Bahkan pola hidup tidak sehat dan berat badan berlebih juga menjadi pemicu tersembunyi yang sering diabaikan masyarakat.
Diagnosis asam urat dapat dilakukan melalui pemeriksaan kadar asam urat dalam darah. Pada pria dewasa, kadar normal berkisar 2,5–7,0 mg/dL, sedangkan wanita dewasa sekitar 1,5–6,0 mg/dL. Jika melebihi batas normal, risiko terbentuknya kristal asam urat semakin tinggi.
Untuk mencegah dan mengatasi asam urat, perlunya perubahan gaya hidup sehat.
Beberapa langkah yang dianjurkan antara lain:
Minum air putih yang cukup
Rutin berolahraga
Menjaga berat badan ideal
Menghindari makanan tinggi purin
Mengurangi konsumsi alkohol dan minuman manis
Menghindari penggunaan obat tertentu tanpa pengawasan dokter
Mengonsumsi obat anti radang dan obat penurun asam urat sesuai anjuran medis
Selain itu, menjaga sistem metabolisme dan peredaran tubuh tetap sehat juga menjadi bagian penting dalam pencegahan penyakit ini.
Melalui edukasi kesehatan, masyarakat diharapkan lebih memahami bahwa asam urat bukan sekadar nyeri sendi biasa, tetapi penyakit yang dapat berdampak serius bila diabaikan. Kesadaran untuk menjaga pola makan, rutin berolahraga, dan melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala menjadi kunci utama hidup sehat dan bebas dari asam urat.
Media Suara Mabes. Menginformasikan, Mengedukasi, dan Menginspirasi Masyarakat Indonesia.
Sumber: Diringkas dari materi presentasi dr. Ika Devi, Spesialis Penyakit Dalam & Wellness Influencer.
Penulis: Hapzon Effendi.
Penulis Hapzon Effendi
Bergabung di Media Suara Mabes (MSM) sejak tanggal 9 September 2025 sebagai Jurnalis Pusat. Email : hapson.effendi@mediasuaramabes.co.id

Saat ini belum ada komentar