Yonge Sihombing Pendiri PIM,Mengirim Surat kepada Elliot Brandt CEO AIPAC
- account_circle M. Siringo Ringo
- calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
- visibility 25
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MediaSuaraMabes, Jakarta – Elliot Brandt adalah,CEO American Israel Public Affairs Committee (AIPAC), Elliot Brandt,mengambil alih posisi yang sebelumnya dipegang oleh mantan CEO Howard Kohr pada akhir tahun 2024, menggantikan veteran lobi pro-Israel selama 27 tahun tersebut pada saat hubungan AS-Israel tidak pernah sepenting ini.(dlansir dari The Jerusalem Post).
Yonge Sihombing Pendiri Partai Indonesia Maju(PIM)sebagaimana penulis (Ringo) beritakan di Media Suara Mabes (MSM) edisi Mei dibawah judul “Yonge Sihombing Pendiri PIM, ingin wujudkan Indonesia emas 2045”
Yonge yang juga ketua The Print, mengirim surat kepada Elliot Brandt, CEO AIPAC, untuk membagikan visi partai PIM ini: untuk memperkuat demokrasi, memajukan pembangunan ekonomi, dan membangun jembatan antara Indonesia dengan komunitas internasional.
Yonge penulis yang juga penulis buku “Prabowonomic” ini ,menulis surat dalam bahasa Ibrani : petikannya
,שלום וברכה,
שמי יונגה סיהומבינג, יוזם הקמת מפלגת “אינדונזיה מתקדמת” (PIM). אני כותב אליך כדי לשתף את חזון המפלגה: חיזוק הדמוקרטיה, קידום פיתוח כלכלי, ובניית גשרים בין אינדונזיה לקהילה הבינלאומית.
אני מאמין שדיאלוג פתוח עם מנהיגים ומומחים ברחבי העולם חשוב להצלחתנו. אשמח לשמוע את דעתך על היוזמה.
בברכה,
יונגה סיהומבינג
Yang menurutnya terjemahannya Adalah sebagai berikut :
Yang terhormat Bapak Elliot Brandt,
Salam sejahtera,
Nama saya Yonge Sihombing, penggagas pendirian Partai “Indonesia Maju” (PIM). Saya menulis kepada Anda untuk membagikan visi partai ini: memperkuat demokrasi, memajukan pembangunan ekonomi, dan membangun jembatan antara Indonesia dengan komunitas internasional.
Saya percaya bahwa dialog terbuka dengan para pemimpin dan ahli di seluruh dunia penting bagi keberhasilan kami. Saya akan senang mendengar pendapat Anda mengenai inisiatif ini.
Hormat saya,
Saat ini saya ujar Yonge, berada pada posisi menunggu balasan. Jika ada respon masuk, komunikasi selanjutnya akan difokuskan pada penyampaian visi PIM secara ringkas, kejelasan agenda kepentingan Indonesia, dan penjajakan ruang dialog yang profesional sesuai etika lobi.
Bagi Indonesia, memahami cara kerja lobi di AS penting untuk isu perdagangan, investasi, HAM, dan kerja sama pertahanan. Pendekatan yang dilakukan biasanya melalui Kedutaan Besar RI di Washington, dialog antar-parlemen, kerja sama think tank, dan komunikasi dengan diaspora Indonesia.yang berlaku di AS.
Mendekat kepada figur kunci seperti Elliot Brandt bukan soal mencari restu, tapi soal memastikan bahwa kepentingan nasional dan visi partai baru seperti PIM bisa disampaikan dengan benar di meja yang sama tempat kebijakan itu dibentuk.
Etika dan Strategi Pendekatan
1. Transparansi: Semua komunikasi dan kerja sama harus sesuai hukum AS dan Indonesia.
2. Kepentingan Nasional: Pastikan agenda yang dibawa selaras dengan kepentingan jangka
panjang Indonesia.
3. Dialog Dua Arah: Lobi bukan sekadar meminta, tapi juga menawarkan nilai tambah bagi mitra.
4. Jangka Panjang: Hubungan dibangun lewat konsistensi, bukan pendekatan sesaat.
Penutup
Membahas “lobby Yahudi” atau figur seperti Elliot Brandt sering kali memicu spekulasi. Cara yang lebih produktif adalah melihatnya dalam kerangka sistem politik AS yang memang terbuka untuk advokasi kelompok. Bagi aktor Indonesia, termasuk penggagas partai baru seperti PIM, kuncinya ada pada persiapan data, kejelasan agenda, dan kemampuan membangun relasi yang profesional.
Mendekat bukan untuk tunduk. Mendekat untuk didengar.(Ring-o)


Penulis M. Siringo Ringo
Bergabung di Media Suara Mabes (MSM) sejak tanggal 7 April 2023 sebagai Jurnalis Pusat. Email : siringo.ringo@mediasuaramabes.co.id

Saat ini belum ada komentar