Breaking News
light_mode
Trending HasTags
Beranda » Opini » Strategic Options, Brigjen TNI (Purn.) MJP Hutagaol: Negara Harus Membangun Pilihan Sebelum Krisis

Strategic Options, Brigjen TNI (Purn.) MJP Hutagaol: Negara Harus Membangun Pilihan Sebelum Krisis

  • account_circle Suwoto
  • calendar_month Senin, 7 Sep 2026
  • visibility 125
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MediaSuaraMabes | Jakarta – Kemampuan strategis suatu negara tidak hanya ditentukan oleh seberapa besar kapasitas yang dimiliki, tetapi juga oleh seberapa banyak pilihan yang tersedia ketika lingkungan strategis berubah. Prinsip tersebut menjadi pokok bahasan dalam Seri Memahami ESTOM #19 berjudul “Strategic Options – Pilihan Strategis” yang ditulis Brigjen TNI (Purn.) MJP Hutagaol.

Dalam tulisan tersebut, MJP Hutagaol menekankan pentingnya negara membangun pilihan strategis jauh sebelum krisis terjadi. Menurutnya, krisis akan menjadi semakin sulit dihadapi ketika waktu menyempit, tekanan meningkat, dan pilihan tindakan yang tersedia semakin terbatas.

“Jangan menunggu krisis untuk menciptakan pilihan,” menjadi salah satu pesan utama dalam Seri Memahami ESTOM #19.

Konsep Strategic Options dalam tulisan itu dijelaskan sebagai pilihan tindakan yang telah dipikirkan, dipersiapkan, dan sebagian telah dibangun sebelum keadaan memaksa negara untuk menentukan langkah.

Pilihan tersebut tidak hanya berupa rencana alternatif, tetapi dapat mencakup kapasitas pengganti, jalur distribusi lain, pemasok alternatif, mitra berbeda, teknologi pengganti, cadangan serta ruang untuk melakukan manuver.

Pilihan Harus Dibangun Sebelum Krisis

MJP Hutagaol menjelaskan, ketika krisis terjadi, waktu untuk membangun kemampuan baru biasanya jauh lebih terbatas. Infrastruktur, industri, sumber daya manusia, teknologi, sistem energi maupun jaringan logistik membutuhkan proses dan tidak dapat diwujudkan secara instan.

Karena itu, kesiapan menghadapi berbagai kemungkinan perlu dibangun melalui proses yang berlangsung sebelum krisis.

Pendekatan tersebut juga berkaitan dengan cara membaca perubahan lingkungan strategis. Negara tidak cukup hanya bertanya mengenai apa yang akan terjadi, tetapi perlu mempertimbangkan berbagai kemungkinan dan menyiapkan respons terhadap skenario yang masuk akal.

Dalam kerangka ESTOM, Sensing berperan menangkap sinyal awal perubahan, sementara Thinking digunakan untuk memahami perkembangan dan membangun berbagai skenario.

Dari sana, negara dapat menentukan pilihan yang perlu dipersiapkan melalui Operation, kemudian melakukan penyesuaian melalui Maneuver ketika kondisi berubah.

Energi, Pangan dan Data Menjadi Contoh

Tulisan Seri Memahami ESTOM #19 memberikan sejumlah contoh sektor yang membutuhkan pilihan strategis.

Pada sektor energi, diversifikasi sumber, pemasok, jalur distribusi, cadangan dan kemampuan pemulihan dinilai penting untuk mengurangi ketergantungan pada satu jalur.

Pada sektor pangan, ketahanan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan produksi. Rantai pangan juga mencakup panen, penyimpanan, pengolahan, transportasi, distribusi, pasar, sumber alternatif dan kemungkinan substitusi.

Sementara pada sektor data, digitalisasi yang meningkatkan efisiensi juga perlu disertai perhatian terhadap risiko single point of failure. Karena itu, sistem strategis membutuhkan pencadangan, pemulihan, redundansi, ketahanan siber serta komunikasi alternatif.

“Kapasitas memberikan kemampuan untuk bertindak. Pilihan memberikan ruang untuk bermanuver,” demikian salah satu pokok pemikiran yang ditekankan dalam seri tersebut.

Belajar dari Negara Lain

Dalam pembahasannya, MJP Hutagaol menggunakan sejumlah negara sebagai bahan pembelajaran mengenai pilihan strategis, antara lain Jepang, Uni Eropa, India dan Australia.

Jepang dibahas dalam konteks diversifikasi dan pengelolaan ketergantungan energi. Uni Eropa menjadi contoh bagaimana ketergantungan pasokan dapat berubah menjadi persoalan strategis ketika lingkungan mengalami perubahan besar.

India dibahas melalui konsep strategic autonomy, yakni upaya mempertahankan ruang untuk menentukan pilihan berdasarkan kepentingan nasional. Sementara Australia dikaitkan dengan pengembangan rantai nilai mineral kritis, sehingga kepemilikan sumber daya tidak berhenti pada aspek bahan mentah.

Dari berbagai contoh tersebut, pesan yang ingin disampaikan adalah bahwa ketergantungan tidak selalu dapat dihilangkan sepenuhnya. Namun, risiko ketergantungan dapat dikelola dengan membangun alternatif dan memperluas pilihan.

Indonesia Memiliki Posisi Strategis

Kondisi geografis Indonesia juga mendapat perhatian. Posisi Indonesia di antara Samudra Hindia dan Samudra Pasifik serta kawasan Asia dan Australia memberikan peluang sekaligus risiko strategis.

Menurut MJP Hutagaol, posisi tersebut perlu diterjemahkan ke dalam kemampuan nyata, antara lain konektivitas, kapasitas maritim, diplomasi, industri, logistik dan pertahanan.

Dengan demikian, keunggulan geografis tidak berhenti sebagai modal posisi, tetapi dikembangkan menjadi kapasitas yang dapat memberikan lebih banyak pilihan bagi kepentingan nasional.

Tidak Semua Pilihan Harus Dibangun

Membangun pilihan strategis bukan berarti negara harus mempersiapkan seluruh kemungkinan secara bersamaan.

MJP Hutagaol mengingatkan bahwa setiap pilihan mempunyai biaya berupa anggaran, sumber daya manusia, waktu dan perhatian. Karena itu, pilihan harus ditentukan berdasarkan tingkat kepentingan dan konsekuensi apabila suatu sistem gagal.

Beberapa faktor yang dapat dipertimbangkan antara lain dampak kegagalan, kemungkinan terjadinya gangguan, waktu pemulihan, biaya membangun alternatif dan nilai strategis suatu kemampuan.

Dalam konteks tersebut muncul konsep option value, yakni nilai yang melekat pada kemampuan untuk beralih ketika lingkungan berubah, meskipun pilihan tersebut tidak selalu digunakan dalam kondisi normal.

Fleksibilitas dan Ruang Manuver

Strategic Options juga memiliki hubungan erat dengan fleksibilitas dan manuver.

Menurut tulisan tersebut, fleksibilitas bukan berarti tidak memiliki pendirian. Fleksibilitas berarti mempertahankan tujuan sambil menyediakan beberapa cara untuk mencapainya.

Rute, mitra, teknologi, instrumen maupun urutan tindakan dapat berubah apabila kondisi menuntut penyesuaian.

Semakin banyak pilihan yang tersedia pada titik-titik kritis, semakin besar pula ruang untuk melakukan manuver. Sebaliknya, ketergantungan pada satu sumber, satu pemasok, satu jalur atau satu teknologi dapat mempersempit ruang gerak ketika terjadi gangguan.

Dari Prediksi Menuju Kesiapsiagaan

Pada bagian akhir, Seri Memahami ESTOM #19 menempatkan preparedness atau kesiapsiagaan sebagai pendekatan penting dalam menghadapi ketidakpastian.

Negara tidak harus mampu meramalkan secara tepat seluruh kejadian di masa depan. Yang lebih penting adalah kemampuan membaca perubahan, membangun skenario, menguji pilihan, dan menyiapkan kapasitas yang dapat digunakan ketika kondisi berubah.

MJP Hutagaol mengajukan sejumlah pertanyaan strategis sebagai bahan evaluasi, antara lain: jika sumber utama terputus, apa alternatifnya; jika sistem utama gagal, apa cadangannya; jika asumsi yang digunakan ternyata salah, apa pilihan berikutnya; serta berapa lama suatu negara mampu bertahan apabila krisis berlangsung lebih lama dari perkiraan.

Pada akhirnya, Strategic Options bukan berarti menyiapkan semua kemungkinan, melainkan membangun pilihan pada titik-titik kritis sebelum waktu semakin sempit dan keadaan memaksa.

“Yang menentukan bukan hanya seberapa besar kekuatan yang kita miliki, tetapi berapa banyak jalan yang masih dapat kita tempuh,” menjadi pesan penutup Seri Memahami ESTOM #19.

Seri ini selanjutnya akan berlanjut ke Seri Memahami ESTOM #20: “Strategic Decision – Ketika Banyak Pilihan Harus Menjadi Satu Keputusan.”

Jakarta, 3 September 2026
Brigjen TNI (Purn.) MJP Hutagaol

Suwoto

Jurnalis :

Bergabung di Media Suara Mabes (MSM) sejak tanggal 26 April 2021 sebagai Redaktur. Email : suwoto@mediasuaramabes.co.id

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Lagi! Ditresnarkoba Polda Kalbar Gagalkan Peredaran Narkoba Miliaran Rupiah, 32 Tersangka Diamankan photo_camera 3

    Lagi! Ditresnarkoba Polda Kalbar Gagalkan Peredaran Narkoba Miliaran Rupiah, 32 Tersangka Diamankan

    • calendar_month Jumat, 5 Jun 2026
    • account_circle Hepni Jaya Kusuma
    • visibility 143
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes, Pontianak Kalbar – Direktorat Reserse Narkoba Polda Kalbar kembali menggelar konferensi pers pengungkapan kasus sekaligus pemusnahan barang bukti narkotika yang dilaksanakan di Rumah Sakit Bhayangkara Anton Sudjarwo, Pontianak, pada Kamis (4/6). Keberhasilan ini merupakan akumulasi pengungkapan tindak pidana narkotika yang dilakukan Ditresnarkoba Polda Kalbar selama periode bulan Maret hingga April 2026. Dari hasil penindakan […]

  • Semarak Hari Bhayangkara ke-80, Ratusan Pelari Meriahkan Ketapang Bhayangkara Run 2026 dan Launching Car Free Day photo_camera 2

    Semarak Hari Bhayangkara ke-80, Ratusan Pelari Meriahkan Ketapang Bhayangkara Run 2026 dan Launching Car Free Day

    • calendar_month Minggu, 12 Jul 2026
    • account_circle A'ang Sanjaya
    • visibility 174
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Ketapang, Kalbar – Semangat hidup sehat dan kebersamaan mewarnai pelaksanaan Ketapang Bhayangkara Run 2026 yang dirangkaikan dengan Launching Car Free Day (CFD) Kabupaten Ketapang, Minggu (12/7/2026) pagi. Kegiatan yang dipusatkan di halaman Citimall Ketapang, Jalan Gatot Subroto, Desa Payak Kumang, Kecamatan Delta Pawan, ini diikuti sekitar 687 peserta dari berbagai kalangan. Acara tersebut […]

  • Menangkap Koruptor Itu Tugas, Dan Bukan Prestasi

    Menangkap Koruptor Itu Tugas, Dan Bukan Prestasi

    • calendar_month Rabu, 1 Jul 2026
    • account_circle Wajidi Adiansyah
    • visibility 195
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Jakarta – Debat panas mengenai efektivitas pemberantasan korupsi di Indonesia kembali memanas dalam program Catatan Demokrasi tvOne. Diskusi ini mempertemukan Wakil Ketua BEM UI, Fathimah Zahra, dengan Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi, Hasan Nasbi. Fathimah Zahra melontarkan kritik tajam terhadap narasi keberhasilan pemerintah dalam menangkap pelaku korupsi. Menurutnya, tindakan penegak hukum menangkap koruptor […]

  • PWMOI Luncurkan Program Satu Desa, Satu Wartawan Bantu Pemerintahan Prabowo Ikut Awasi Pembangunan Desa

    PWMOI Luncurkan Program Satu Desa, Satu Wartawan Bantu Pemerintahan Prabowo Ikut Awasi Pembangunan Desa

    • calendar_month Jumat, 11 Sep 2026
    • account_circle Suwoto
    • visibility 124
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Jakarta — Perkumpulan Wartawan Media Online Indonesia (PWMOI) luncurkan Program Satu Desa, Satu Wartawan (One Village, One Journalist) guna turut membantu pemerintahan Prabowo Subianto mengawasi pembangunan di 75 ribu desa, khususnya di daerah Tiga T (Tertinggal, Terdepan dan Terluar). Menurut Ketua Umum PWMOI, KRH.HM.Jusuf Rizal, SH kepada media di Jakarta, lemahnya pengawasan dalam […]

  • Sekjen Kemhan Hadiri RDP Komisi 1 DPR RI, Bahas Ratifikasi Kerjasama Pertahanan Indonesia Turki dan Malaysia photo_camera 3

    Sekjen Kemhan Hadiri RDP Komisi 1 DPR RI, Bahas Ratifikasi Kerjasama Pertahanan Indonesia Turki dan Malaysia

    • calendar_month Selasa, 23 Jun 2026
    • account_circle Suwoto
    • visibility 242
    • 0Komentar

    MediaSuaraMsbes, Jakarta – Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan (Sekjen Kemhan) Letjen TNI Tri Budi Utomo menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi I DPR RI di Jakarta, Senin (22/6/2026). Rapat tersebut membahas dua Rancangan Undang-Undang (RUU) terkait pengesahan kerja sama pertahanan antara Indonesia dengan Turki serta Indonesia dengan Malaysia. Dalam rapat yang turut dihadiri perwakilan Kementerian […]

  • Turnamen Biliar Merdeka Cup 2026 Meriahkan HUT Ke-81 RI, Hendry–Wan Tjiu Raih Gelar Juara photo_camera 6

    Turnamen Biliar Merdeka Cup 2026 Meriahkan HUT Ke-81 RI, Hendry–Wan Tjiu Raih Gelar Juara

    • calendar_month Minggu, 2 Agt 2026
    • account_circle Suwoto
    • visibility 401
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Jakarta Barat — Semangat memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia diwujudkan melalui penyelenggaraan Turnamen Persahabatan Biliar Merdeka Cup 2026 yang berlangsung di 9 Square Billiard, kawasan Binus Palmerah, Jakarta Barat, Sabtu (1/8/2026). Turnamen yang dimulai pukul 16.00 WIB hingga selesai tersebut diikuti delapan peserta dari jemaat Gereja Bethel Petamburan. Selain […]

expand_less