Paca Muktamar NU Ke 35, PCNU Pacitan Evaluasi Pengurus Dan Penyegaran
- account_circle Moh Mujahid
- calendar_month Minggu, 6 Sep 2026
- visibility 151
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MediaSuaraMabes | Pacitan – Pelaksanaan Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35 yang berlangsung pada 27–31 Agustus 2026 di Jombang, Jawa Timur, resmi berakhir dengan lancar. Forum tertinggi organisasi Islam terbesar di Indonesia yang dihadiri lebih dari 550 Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) se-Indonesia ini menghasilkan sejumlah keputusan strategis.
Ketua PCNU Pacitan, KH. Sutrisno ( posisi sedang telepun) menyampaikan pandangannya terkait hasil muktamar tersebut saat ditemui di kawasan Jalur Lintas Selatan (JLS), Minggu (6/9/2026). Ia menegaskan komitmen PCNU Pacitan untuk patuh dan taat terhadap seluruh keputusan para Kiyai.
Perubahan mekanisme pemilihan Ketua Umum PBNU menjadi salah satu sorotan utama. Sistem yang sebelumnya menggunakan one man, one vote kini beralih ke mekanisme usulan 1 hingga 5 nama dari tingkat Pengurus Cabang kepada majelis Ahlul Halli wal Aqdi (Ahwa). Menurut KH. Sutrisno, perubahan ini terbukti menciptakan suasana yang lebih adem, kondusif, serta mampu mencegah potensi perpecahan di tubuh organisasi.
Dalam perhelatan tersebut, PCNU Pacitan memberikan dukungannya kepada Gus Kikin. Sosok Gus Kikin dinilai sebagai figur yang rekam jejaknya bersih serta memiliki ikatan emosional yang kuat dengan warga NU di Pacitan.
Pasca-muktamar, KH. Sutrisno telah menyiapkan sejumlah agenda internal untuk membenahi dan memperkuat organisasi di tingkat daerah, antara lain:
Restrukturisasi Pengurus: Segera menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) untuk mengevaluasi kinerja kepengurusan serta melakukan penyegaran organisasi.
Penguatan Kaderisasi: Menjawab tantangan Pendidikan Kader Penggerak NU (PDPKP) di Pacitan yang memerlukan kemandirian pembiayaan sesuai standar operasional.
Penyelesaian Infrastruktur: Menuntaskan pembangunan Kantor PCNU Pacitan sebagai prioritas utama dalam sisa masa jabatan 2,5 tahun ke depan.
Muktamar NU ke-35 juga memberikan apresiasi terhadap usulan pembentukan Badan Otonom (Banom) baru. Langkah ini dinilai strategis untuk mewadahi potensi dan kontribusi warga Nahdliyin di berbagai sektor kehidupan. Beberapa Banom baru yang diusulkan meliputi bidang kesehatan/dokter, nelayan, ekonomi, hingga kewirausahaan. (Mj)
Jurnalis : Moh Mujahid
Bergabung di Media Suara Mabes (MSM) sejak tanggal 30 Mei 2024 sebagai Jurnalis Kab. Pacitan - Jawa Timur. Email : moh.mujahid@mediasuaramabes.co.id

Saat ini belum ada komentar