Khutbah Jumat di Masjid Agung Sunda Kelapa: Habib Hussein Hamid Al Attos Ajak Umat Jadikan Al-Qur’an sebagai Pedoman Hidup
- account_circle Hapzon Effendi
- calendar_month Jumat, 26 Jun 2026
- visibility 255
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Media Suara Mabes | Jakarta Pusat – Suasana Khutbah Jumat di Masjid Agung Sunda Kelapa, Jakarta Pusat, Jumat (26/06/2026), berlangsung penuh khidmat. Ribuan jamaah menyimak dengan saksama tausiah yang disampaikan oleh Habib Hussein Hamid Al Attos, yang mengangkat tema pentingnya manusia menjalankan amanah sebagai khalifah di muka bumi dengan berpedoman kepada Al-Qur’an.
Dalam khutbahnya, Habib Hussein menjelaskan bahwa Allah SWT telah memberikan amanah yang sangat besar kepada manusia sebagai khalifah di bumi. Amanah tersebut, sebagaimana dijelaskan dalam Surah Al-Ahzab, bahkan tidak sanggup dipikul oleh langit, bumi, maupun gunung-gunung yang kokoh.
Beliau mengingatkan bahwa manusia sering kali terjerumus dalam kedzaliman tanpa menyadarinya. Mengutip kandungan Surah Al-Baqarah, Habib Hussein menegaskan bahwa ada orang-orang yang justru membuat kerusakan di muka bumi, namun merasa dirinya sedang berbuat kebaikan. Salah satu contohnya adalah ketika seseorang memaksakan diri menjadi pemimpin padahal tidak memiliki kemampuan maupun amanah untuk memikul tanggung jawab tersebut.
Habib Hussein juga mengajak jamaah untuk menjadikan Al-Qur’an sebagai petunjuk utama dalam menjalani kehidupan. Allah SWT telah menurunkan kitab suci sebagai pedoman agar manusia tidak tersesat dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.
Sebagai teladan, beliau mengisahkan kesabaran Nabi Ayyub AS yang diuji dengan hilangnya harta, keluarga, hingga menderita penyakit yang berat. Meski demikian, Nabi Ayyub tetap bersabar dan meyakini bahwa seluruh nikmat berasal dari Allah SWT. Setelah masa ujian berlalu, Allah memerintahkan Nabi Ayyub menghentakkan kakinya ke bumi hingga memancarlah air yang menjadi sebab kesembuhannya. Bahkan Allah memberikan jalan keluar yang penuh kasih sayang terhadap sumpah Nabi Ayyub dengan memerintahkannya menggunakan seikat lidi sebagai pengganti seratus cambukan.
Mengutip Surah Ar-Rahman, khatib juga mengingatkan bahwa Allah Yang Maha Pengasih telah mengajarkan Al-Qur’an kepada manusia serta menciptakan seluruh alam semesta dengan keseimbangan yang sempurna. Kemuliaan di sisi Allah tidak ditentukan oleh kedudukan ataupun kekayaan, melainkan oleh keimanan dan ketakwaan, sebagaimana Allah memuliakan Bilal bin Rabah, Salman Al-Farisi, dan Asiah, istri Fir’aun.
Habib Hussein turut mengingatkan kisah Sayyidah Hajar yang tidak pernah berputus asa ketika menghadapi kesulitan hingga Allah mengutus Malaikat Jibril membawa pertolongan melalui air Zamzam. Demikian pula Maryam, ibu Nabi Isa AS, yang memperoleh pertolongan Allah saat menghadapi cobaan berat.
“Apabila seorang hamba mendekat kepada Allah satu jengkal, maka Allah akan mendekatinya satu hasta. Allah tidak pernah meninggalkan hamba-hamba-Nya yang beriman,” ungkap beliau dalam khutbahnya.
Menutup khutbah, Habib Hussein mengajak seluruh kaum muslimin untuk memperbanyak membaca, mendengarkan, memahami, serta mentadabburi ayat-ayat suci Al-Qur’an. Menurutnya, Al-Qur’an adalah sumber petunjuk yang mengajak manusia berpikir, merenung, dan memperbaiki diri agar mampu menjalankan amanah sebagai khalifah di muka bumi dengan sebaik-baiknya.
Khutbah tersebut menjadi pengingat bagi seluruh jamaah bahwa keimanan, kesabaran, dan kedekatan kepada Allah SWT merupakan bekal utama dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan, sekaligus menjadi jalan menuju keselamatan di dunia maupun di akhirat.
Penulis: Hapzon Effendi



Jurnalis : Hapzon Effendi
Bergabung di Media Suara Mabes (MSM) sejak tanggal 9 September 2025 sebagai Jurnalis Pusat. Email : hapson.effendi@mediasuaramabes.co.id

Saat ini belum ada komentar